KITA, AUSTRONESIA & GAMBAR CADAS PRASEJARAH DI INDONESIA “Kemiripan dan Keragaman Budaya”

Pameran 

Soft opening : Sabtu, 16 Juli 2016 pukul 17.00 WITA di Bentara Budaya Bali
Peresmian pameran : Senin, 18 Juli 2016 di Ayodya Resort, Nusa Dua serangkaian pembukaan simposium
Pameran berlangsung : 16 – 20 Juli 2016, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Serangkaian acara “International Symposium on Austronesia Diaspora”, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bekerjasama dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Bentara Budaya Bali, digelar sebuah pameran yang menghadirkan artifak-artifak hasil penelitian, replika, poster, berikut gambar-gambar tinggalan Cadas Prasejarah di Indonesia. Pameran ini merujuk tajuk “Jejak Peninggalan Austronesia Dalam Situs Arkeologis”, merangkum pula hal-hal menyangkut keragaman budaya, budaya bahari, budaya agraris bahasa, serta berbagai kemiripannya yang tersebar di kawasan Austronesia.

Secara khusus juga akan ditampilkan tinggalan situs Gua Harimau yang terletak di Desa Padangbindu, Sumatera Selatan. Gua ini pertama kali ditemukan oleh Pusat Arkeologi Nasional pada tahun 2008 dan mulai diteliti sejak tahun 2009 hingga sekarang. Berdasarkan kronologisnya, paling tidak gua ini telah dihuni sejak akhir masa plestosen (sekitar 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang lalu) dan berlangsung terus hingga masa holosen (sekitar 9560 hingga 9300 SM), sampai masuknya para penutur Austronesia di daerah ini.

Gua Harimau

Austronesia, sebuah rumpun bahasa yang mencakup sekitar 1.200 bahasa, dituturkan oleh populasi yang mendiami kawasan lebih dari setengah bola dunia, mulai dari Madagaskar di ujung barat hingga Kepulauan Paskah di ujung timur Pasifik; serta Taiwan-Mikronesia di batas utara hingga Selandia Baru di batas selatan. Inilah rumpun bahasa dengan sebaran terluas sebelum kolonisasi barat menjangkau berbagai bagian dunia. Persebarannya di kawasan kepulauan yang maha luas merupakan fenomena besar dalam sejarah kemanusiaan. Penutur Austronesia muncul ca. 7.000 – 6.000 BP di Taiwan dan kemudian ca. 5.000 BP menyebar ke berbagai bagian dunia, membawa budaya khas Neolitik yang dicirikan oleh kehidupan menetap dengan kegiatan bertani, beternak, dan sebagainya.

Sebaran dalam kawasan kepulauan yang maha luas, kemampuan adaptasi lingkungan, serta tampilan fisik dan budaya yang sangat beragam, menjadikan studi Austronesia selalu menarik perhatian para akademisi dan peneliti dari berbagai bagian dunia. Studi Austronesia yang semula merujuk pada bahasa, sebagaimana dirintis Hendrik Kern (1889) dan W. Scmidt (1889), dalam perjalanan waktu berkembang pada penutur dan budayanya pada umumnya. Austronesia pun menjadi isu topikal yang tidak pernah surut didiskusikan para ahli di berbagai kesempatan seminar baik yang berlingkup lokal-nasional maupun internasional di berbagai negara.

Di Indonesia, penutur Austronesia hadir sejak sekitar 4.000 tahun yang lalu seiring kedatangannya dari Taiwan melalui Filipina. Kemampuan mengadaptasikan diri terhadap lingkungan kepulauan memungkinkannya terus berkembang hingga menurunkan keragaman etnisitas bangsa Indonesia sekarang. Indonesia pun memegang kunci dalam pemahaman Austronesia. Wilayahnya sangat luas dan terletak di tengah kawasan sebaran. Penghuninya melingkupi >60 % dari seluruh penutur Austronesia. Keberadaan penutur non-Austronesia di wilayah timur menambah daya tarik studi untuk mengetahui interaksi dua ras yang berbeda dalam ruang dan waktu.

Simposium Internasional 2016 ini menjadi temu ilmiah kedua yang diprakarsai Indonesia, akan dihadiri oleh 200 peserta dari 20 negara dan sekitar 95 makalah akan turut dipresentasikan. Sedangkan Simposium pertama diselenggarakan di Solo pada tahun 2005 oleh LIPI bekerja sama dengan International Center for Prehistoric and Austronesian Study (ICPAS), dihadiri oleh para ahli dari 11 negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s