#Kelas Kreatif Bentara Muda WORKSHOP PRODUKSI FILM FIKSI PENDEK

Jumat, 10 Juni 2016, Pukul 15.00- 17.00 Wita

Setelah menggelar #Kelas Kreatif Bentara Muda bidang fotografi dan jurnalistik pada bulan Mei 2016 lalu, Bentara Budaya Bali menyelenggarakan workshop produksi film pendek. Pada lokakarya ini kali ini, bekerjasama dengan Jurusan Film dan Televisi Fakultas Desain dan Seni Rupa ISI Denpasar akan didalami materi meliputi: tata bahasa dasar pada film, prinsip dasar sinematografi, dan teknik dasar penyutradaraan.

#Kelas Kreatif Bentara Muda ini adalah sebuah upaya transfer of knowledge atau perluasan kesadaran akan pengetahuan. Diadakan secara berkala dengan tujuan mendorong lahirnya para kreator-kreator muda yang lintas bidang serta siap berkolaborasi untuk melahirkan buah cipta yang cemerlang. Selain kelas jurnalistik, fotografi, film, penulisan kreatif, akan diadakan juga lokakarya atau workshop menyangkut kuratorial serta manajemen produksi.

#Kelas kreatif Bentara Muda untuk film sejalan dengan semangat kuratorial Sinema Bentara selama ini, tidak hanya menghadirkan serta berbagi pemahaman film-film terkini di tanah air, namun juga film-film produksi luar negeri hasil cipta sutradara-sutradara sohor dan mumpuni. Selain bekerjasama dengan perguruan tinggi seni, komunitas-komunitas film indie, dan lembaga film semisal Sinematek Indonesia, Sinema Bentara juga didukung oleh pusat-pusat kebudayaan semisal Goethe Institut, Alliance Française Bali, Pusat Kebudayaan Italia, dan Konsulat Italia di Denpasar, Pusat Kebudayaan Jepang dan Kosulat Jenderal Jepang di Denpasar, India, dan lain-lain. Sebagai narasumber adalah I Made Denny Chrisna Putra, S. Sn dan I Gusti Made Ariyadi, S.Sn.

I Made Denny Chrisna Putra, M. Sn lahir di Gianyar, 21 Desember. Menamatkan studi di bidang Penciptaan Seni Penyutradaraan Dokumenter, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan memperoleh gelar masternya pada bidang Penciptaan Video Seni Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Ia kerap menjadi sutradara, penata kamera (director of photography), gaffer, grading artist, dan editor pada beberapa produksi film, di antaranya: Aku Melihat Indonesia (2011), Celloneliness (2011), Ironi dalam Memori (2014), The Power of Bamboo pada Konferensi COP 12 Paris (2015), Menarung Jiwani (2016), dan lain sebagainya.

I Gusti Made Ariyadi, S.Sn. lahir di Klungkung, 19 April 1991. Menamatkan studi di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bidang penyutradaraan. Kini tengah menempuh studi pascasarjana di Jurusan Penciptaan dan Kajian Seni ISI Denpasar dan aktif mengajar sebagai dosen di Jurusan Film dan Televisi Fakultas Desain dan Seni Rupa ISI Denpasar. Beberapa karya filmnya antara lain: Cening Ayu (2011), The Fool Among The Fools (2012), Tersisih (2013), Jakarta Bertaksu (2013), Subak (2014), Layangan (2016), dan lain sebagainya. Ia merupakan pendiri sekaligus ketua ‘CINECLUE’, sebuah komunitas sinema di Klungkung, Bali, serta sempat meraih juara harapan I Festival Film Dokumenter Pesta Kesenian Bali ke-35 tahun 2013.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s