“TIGA DASA WARSA, TIGA SISI RUPA GUSTRA”

Pameran Fotografi
Pembukaan : Sabtu, 14 Mei 2016, pukul 18.30 WITA
Pameran berlangsung : 15 – 22 Mei 2016, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Pameran fotografi di Bentara Budaya Bali kali ini mengetengahkan sejumlah foto retrospektif karya fotografer kelahiran Bali, Ida Bagus Putra Adnyana atau Gustra(58). Merujuk tajuk “Tiga Dasa Warsa, Tiga Sisi Rupa”, Gustra menghadirkan karya-karya terpilih yang berangkat dari capaian seni fotografinya, mewakili pengelanaan dan pencarian kreatifnya yang lintas zaman.

Pameran fotografi (1)

Karya-karyanya menggambarkan bahwa dirinya adalah sosok kreator yang tangguh; dari dunia analog lampau hingga era kini yang serba digital, terbukti tak menghalangi Gustra menghasilkan karya-karya seni, yang tidak hanya elok dan puitik, melainkan mengandung kedalaman pesan.

Pameran fotografi (6)

Keseluruhan karya yang dipamerkan kali ini, dipilah dalam tiga pilihan bentuk dan tematik, yakni: Documentary Culture Photography, Composite Photography, dan Fusion Photography. Tidak pelak, ini sesungguhnya mencerminkan sebentuk metamorfosis Gustra sebagai seorang pencipta, sekaligus menggambarkan transformasi sosial kultural Bali.

Foto-foto karya Gustra murni, lebih dalam dari sekadar dokumentasi, serta foto-foto yang telah mengalami kreativitas atau sentuhan montage tertentu, berikut foto-foto yang direspon habluran cat; berkisar pada kehidupan ritual dan upacara tradisi di Bali, serta kenyataan sosial sehari-hari yang menyiratkan kritik dan ironi tersendiri. Sebagai fotografer ia tak puas sekadar menjadi penyalin realitas, sebagaimana yang dihasratkan dalam realisme. Ia kemudian melompat dengan menyatukan perca-perca visual ke dalam satu bidang gambar. Para periode ini ia memakai bahasa surealisme untuk mengkomunikasikan ide-idenya kepada publik. Kendati basis kerjanya tetap bertumpu pada foto-foto realistik, tetapi foto-foto itu disatukan untuk mendukung satu gagasan yang mengejutkan imajinasi kita.

gustraIda Bagus Putra Adnyana (58), mempelajari fotografi secara otodidak. Sebagian besar subjek fotonya adalah tentang Bali. Selain itu, ia juga kerap memotret tempat-tempat di Asia, Frankfurt dan Paris. Bersama dua fotografer lain, ia menggelar pameran di Museum Welkulturen Der , Frankfurt (2009), pameran bersama di Austria, Australia, Hongkong dan Malaysia (2010), Pameran foto “Face Landscape” di Griya Santrian Gallery (2010), Pameran bersama International & Cultural Exchange Between Indonesia and Japan (2008), Pameran tunggal di Bali (1997), dll.

Ia juga meraih sejumlah penghargaan, antara lain: Diploma Kon. Agfa-Gevaert Fotoclub at Interimage 2010 – International Salon Monochrome Foto Digitale Beelden (Germany)-2010, German Open Medal – Color Projected Image Division at 3rd German Open Circuit 2010 (Germany), Silver Medal & FIAP Honorable Mention at 40th HKCC International Salon of Pictorial Photography 2010 (Hong Kong), TPPC Bronze Medal at The 6th International Salon of Pictorial Photography (Hong Kong)-2010, Merit Certificate at VIGEX International Photographic Print Salon 2010 (Australia), 2nd Winner at the National Photo Contest of Indonesian Ministry of Culture and Tourism (2009), 1st Winner At The National Photo Competition of Epson – Indonesia (2007), Bronze Medal at Indonesia Salon Photo (2007), 1st Winner at “Happy Familiy” Photo Competition of Koran Tokoh – Bali (2005), Gold Medal & Best Tourism Photo at the 35 mm Slide Photo Competition – Indonesia (1999), 1st Winner at Governor Cup Tourism Photo Competition – Bali (1987), dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s