Diskusi dan Workshop Fotografi “METAMORFOSIS GUSTRA”

Minggu, 15 Mei 2016
Workshop : pukul 15.00 WITA
Diskusi : pukul 18.30 WITA

Kehadiran teknologi digital, bukan saja menawarkan sebentuk kemudahan yang bersifat efektif, efisien dan serba seketika, akan tetapi juga menimbulkan guncangan dalam berbagai bidang. Terbukti, tidak sedikit pihak, semisal jasa transportasi dan perdagangan, termasuk juga media massa konvensional, mengalami kepanikan serta kerugian yang di luar bayangan mereka. Tak sedikit pula yang pailit dan menutup usahanya.

Begitu juga di bidang kesenian, muncul berbagai gerakan yang menjadikan multimedia sebagai sarana ekspresi dan pencapaianya, semata hanya agar kreasinya tidak ketinggalan zaman. Perpindahan dari analog ke digital membayangi pula dunia fotografi –dengan kecanggihan serta kemudahan yang tersedia mendorong mewabahnya para fotografer baru; dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi fotografer-fotografer profesional, terutama bagaimana menyikapi digitalisasi ini tanpa mengurangi mutu dan capaian karya mereka yang di era sebelumnya telah teruji.

Ida Bagus Putra Adnyana, yang sohor sebagai seniman fotografi Gustra (58), akan berbagi pengalaman terkait upaya metamorfosisnya sebagai seorang kreator dalam sebentuk lokakarya dan praktik langsung. Program ini serangkaian dengan pameran “Tiga Dasa Warsa, Tiga Sisi Rupa Gustra”, yang menghadirkan karya-karya dalam tiga pilihan bentuk dan tematik; Documentary Culture Photography, Composite Photography, dan Fusion Photography.

Lokakarya fotografi ini sejalan dengan program “Kelas Kreatif Bentara Muda” yang diadakan Bentara Budaya Bali, meliputi; pengenalan mendasar terkait jurnalistik, fotografi, penulisan kreatif dan kuratorial. Gustra, juga akan bertimbang pandang mengenai upaya menumbuhkan sikap kreatif serta kesanggupan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, terlebih sebagai seorang kreator yang sepatutnya menyadari adanya dinamika percepatan perubahan, berikut perkembangan teknologi informasi yang menuntut kerja keras sekaligus kerja cerdas pada pencipta era kini.

Tarpaut hal itu, juga akan dipaparkan fenomena seniman-seniman fotografi sohor yang mengolah hasil bidikannya menjadi sebentuk ekspresi seni lukis atau seni rupa, di mana seniman bersangkutan juga menggunakan sarana-sarana cat dan medium-medium lain untuk berkarya, semisal seniman fotografi Ashley Bickerton, asal Barbados yang telah lama menetap di Bali, karya-karyanya banyak dibicarakan dengan harga yang fantastis. Hadir pula sebagai narasumber dalam diskusi fotografi ini fotografer senior yang juga arsitek, Widnyana Sudibya.

Ir. Widnyana Sudibya adalah fotografer senior yang banyak mendedikasikan dirinya memotret ritual dan budaya Bali, terutama Besakih.  Mantan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali ini juga seorang penulis dan budayawan.

Informasi & pendaftaran workshop : 081 239 191 089 dan ikuti tautan berikut untuk mendownload formulir pendaftaran : http://bit.ly/23E4hqI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s