PRABU UDAYANA, SISI SENI DAN HISTORIS

Timbang Pandang
PRABU UDAYANA, SISI SENI DAN HISTORIS
Rabu, 20 April 2016, pukul 18.30 WITA

cover editSerangkaian pameran Prabu Udayana: Wiracarita Dalam Rupa, yang dibuka secara resmi pada tanggal 15 April 2016 kemarin, menghadirkan karya tunggal pelukis I Ketut Budiana, asal Padang Tegal, Ubud, diadakan dialog lintas bidang bertajuk “Timbang Pandang Prabu Udayana, Sisi Seni dan Historis”.

Acara yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 20 April 2016, pukul 18.30 Wita di Bentara Budaya Bali, menghadirkan narasumber: Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana,M.A. (sejarawan) dan I Wayan Seriyoga Parta (kurator dan pengamat seni rupa) serta Dr. Jean Couteau (budayawan, pengamat seni rupa).

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana,M.A. akan memaparkan jejak sejarah Prabu Udayana dan kerajaan Bali Kuno, sebagai hasil penelitian lapangan dan kajian mendalam tim Sejarah yang dibentuk oleh Universitas Udayana. Sedangkan lukisan I Ketut Budiana, sepanjang 83,39 m x 1,4 m, akan dicermati capaiannya oleh I Wayan Seriyoga Parta, berikut perbandingannya dengan karya-karya seni rupa lainnya, termasuk karya seniman bersangkutan sebelumnya.

Timbang pandang kali ini juga akan menghadirkan budayawan dan tokoh-tokoh pemerhati seni rupa, juga seniman-seniman lain, yang akan berbagi apresiasi, sekaligus membuka perspektif baru pada upaya penciptaan seni di masa mendatang, di mana nilai-nilai atau capaian seni tradisi dapat saling memperkaya makna dengan seni-seni modern, serta memperluas medan dan pergaulan kreatif di Bali yang lintas genre dan lintas bidang.

Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A, lahir 29 Juli 1960. Ia adalah Guru Besar Sejarah Asia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Pernah menjabat Kepala Bidang Penelitian Asia Tenggara pada Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (PSDR) – Kedeputian Ilmu Pengetahunan Sosial dan Kemasyarakatan, LIPI (2001-2004 dan 2004-2009). Meneliti kepariwisataan dan kajian wilayah perbatasan di negara-negara Asia Tenggara: Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Filipina. Mendapatkan fellowship untuk penelitian di Jerman (2003) dan di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) di University of Kyoto, Jepang (2004). Tulisannya diterbitkan dalam berbagai jurnal nasional maupun internasional. Karya terkininya “Early Harbours in Eastern Nusa Tenggara” dalam John N. Miksic and Goh Geok Yian, Ancient Harbours in Southeast Asia: The Archaeology and Early Harbours and Evidence of Inter-Regional Trade. Bangkok: SEAMEO SPAFA, 2013. Kini menjadi “Senior Research Partner” dalam jaringan kerjasama tentang “Dynamics of Religion in Southeast Asia/DORISEA, University of Gottingen-Germany dan Kepala Pusat Kajian Bali-Universitas Udayana.

Wayan Seriyoga Parta, memulai karir seni rupanya sebagai Program Manajer Art Space dan Pusat Dokumentasi Klinik Seni Taxu tahun 2004-2005, Yogaparta yang juga Ketua Redaksi Buletin Seni Rupa “Kitsch” ini aktif menulis ulasan seni rupa, dimuat di Majalah Visual Art, Majalah Arti, Majalah Seni Suardi, Harian Bali Post dan di beberapa Jurnal Seni. Aktif menjadi kurator pameran seni rupa diantaranya; Tim Kurator pameran Pra Bali Bienale 2005, Kurator Pameran REAL[I]TI, Juli 2009 di Vannesa Art Link Jakarta, Kurator Pameran Tunggal Dolorosa Sinaga, The Power of Shape Oktober 2009 di Kendra Gallery Seminyak Bali, Kurator Pameran Tunggal I Wayan Sujana Suklu Line-Talk, April-Mei 2010 di Art Sphere Jakarta. Selain kegiatan kurasi, penulis juga telah menulis buku Arie Smit a Living Legend, Penerbit Rudolf Studio Jakarta (2011), tengah menyusun buku pematung I Ketut Muja.

Dr. Jean Couteau, adalah budayawan dan pengamat seni asal Perancis, telah lama bermukim di Indonesia. Ia menulis lebih dari 15 judul buku dalam bahasa Inggris, Perancis dan Indonesia, antara lain : Bali Today Catatan-Catatan Kebudayaan (edisi 1 dan 2), tentang pelukis Affandi, Srihadi Soedarsono, Walter Spies, Puri Lukisan, Bali Inspires dan lain-lain.

Ia juga menerjemahkan karya sejarawan besar, Denys Lombard (Nusa Jawa Silang Budaya), Keping Rahasia Terakhir karya Jean Rocher serta novel Emilie Java 1904 karya Chatherine Von Moppes, dan sebagainya. Jean Couteau menjadi penulis di berbagai media antara lain : koran KOMPAS, Majalah Tempo, The Jakarta Post, C-Art, Visual Art serta media lain di Indonesia maupun luar negeri.

Selain itu ia juga merupakan kurator dan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar serta kerap diundang sebagai pembicara dalam forum-forum kebudayaan nasional maupun internasional. Kini ia juga aktif mengisi kolom Udar Rasa di KOMPAS setiap minggunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s