PERS KAMPUS, PERS IDEALIS ANTI PROVOKASI

Akademika Bentara
Minggu, 3 April 2016
Final Lomba Koran Dinding : pukul 09.00 WITA
Dialog Jurnalistik : pukul 15.00 WITA

Kehidupan Pers Mahasiswa di Indonesia menarik untuk diikuti. Bukan hanya keberadaannya yang sejalan dengan rekahnya rasa kebangsaan dan pergerakan pemuda di Indonesia, namun juga memiliki kesamaan semangat yang lintas zaman, selalu bersikap kritis, independen dan sarat gagasan-gagasan idealis. Sejarah mencatat, seturut tampilnya organisasi pemuda seperti Budi Utomo pada tahun 1908, Pers Mahasiswa pun kala itu telah berperan menyerukan gagasan akan kemerdekaan Indonesia. Simak saja Hindia Putra (1908), Jong Java (1914), Oesaha Pemoeda (1932) dan Soeara Indonesia Moeda (1938).

Memasuki paruh tahun 1950an hingga 60an, kehidupan Pers Kampus kian marak, ditandai makin banyaknya lembaga pers yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi, serta hadirnya tokoh-tokoh muda pers kampus yang memiliki pemikiran yang cerdas, bernas, dan kritis, semisal Soe Hoek Gie, Nugroho Notosusanto, Teuku Jacob, Koesnadi Hardjasoemantri, Ahmad Wahid, dll. Semasa itu, sejalan dengan diselenggarakannya Konferensi Pers Mahasiswa I di Kaliurang, tanggal 8 Agustus 1955, berdirilah dua organisasi pers mahasiswa, yakni Ikatan Wartawan Mahasiswa Indonesia (IWWMI) dan Serikat Pers Mahasiswa Indonesia (SPMI) yang belakangan, pada tahun 1958, sepakat melebur menjadi IPMI (Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia).

Pada era Orde Baru, sekitar awal tahun 1978, banyak media umum yang dibredel, sebagai cerminan ketakutan pemerintah akan kritik dari pers, antara lain Sinar Harapan, Kompas, Merdeka, Indonesia Times. Tampillah lembaga-lembaga Pers Kampus mengisi kekosongan dengan pemberitaan-pemberitaannya yang berani dan tajam, seperti KAMI dan beberapa media kampus lainnya, yang kemudian juga dibredel atau ditutup. Situasi pada waktu itu juga diwarnai gerakan turun ke jalan untuk melakukan aksi-aksi demonstrasi. Timbul pertanyaan, bagaimanakah kondisi Press Kampus pada era reformasi ini?

Dinamika kehidupan Pers Kampus dan sejarahnya akan dibincangkan pada acara diskusi bertajuk “Pers Idealis Anti Provokasi”, kerjasama antara Pers Mahasiswa (Persma) Akademika Universitas Udayana dengan Bentara Budaya Bali, serta didukung Harian KOMPAS, serangkaian HUT Persma Akademika yang ke-33.

Acara diskusi ini akan menampilkan narasumber Ida Setyorini (Harian KOMPAS) dan Hari Puspita (Ketua AJI Denpasar), dijadwalkann berlangsung Minggu, 3 April 2016, pada pukul 15.00 WITA. Sementara pada pagi harinya, pukul 09.00 WITA, diselenggarakan Grand Final Lomba Koran Dinding yang diikuti oleh siswa SMA/SMK dari 9 kabupaten/kota se-Bali, di mana babak penyisihan di tiap daerah telah diadakan sepanjang bulan Maret 2016, sekaligus dirangkaikan dengan workshop jurnalistik.

Akademika-Ida Setyorini Ida Setyorini, lahir di Jakarta, 15 Februari 1970, telah menjadi wartawan KOMPAS sejak tahun 1997. Ia merupakan lulusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia (1995) serta meraih gelar Magister Management (1997) dan sempat menempuh pendidikan Short Course di Prasetiya Mulya Bussiness School (2009). Ia juga telah meraih beberapa penghargaan, antara lain Reebok University Award (1999), Samsung Award bidang Ekonomi (2001), dan Samsung Award bidang Olahraga (2003). Sepanjang perjalanan karirnya sebagai wartawan, Ida Setyorini telah melakukan wawancara dan liputan ke berbagai negara, antara lain ke Thailand, Singapore, Taiwan, Filipina, Swiss, Korea Selatan, Selandia Baru, Prancis, Qatar, Belanda, Belgia, dan lain-lain.

Akademika-Hari Puspita

Hari Puspita, lahir di Jepara, 18 Juli 1972, adalah sarjana Komunikasi Fisipol Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selain sebagai wartawan, kini ia menjabat Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar periode 2015-2018.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s