JEJAK DAS PAKERISAN DALAM ARKEOLOGI DAN SENI

Bali Tempo Doeloe #14
Jumat, 18 Maret 2016, pukul 19.00 WITA

Sedini tahun 1921, peneliti Belanda, W.F. Stutterheim menginventarisasi berbagai tinggalan di sekitar DAS Pakerisan dan Petanu, kabupaten Gianyar. Hasilnya dilaporkan di majalah Oudheidkundig Verslag tahun 1925 dan 1927. Sejumlah candi tebing berjejer menghiasi berbagai dinding sepanjang aliran sungai tersebut, semisal: Candi Gunung Kawi, Candi Kerobokan, Candi Kelebutan, dan Candi Jukut Paku.

Banyak tinggalan arkeologi di wilayah DAS Pakerisan ini, mencerminkan kepercayaan masyarakat Bali yang menganut agama Hindu, mulanya sering disebut sebagai ‘Agama Tirtha’ – dimana air merupakan unsur penting dalam setiap ritual keagamaan. Fungsi candi pada landskap di daerah aliran sungai terbukti tidak semata sebagai tempat pemujaan, melainkan bagian dari kearifan masyarakat masa lampau dalam menyikapi kesucian sungai sekaligus kelestariannya.

Peninggalan-peninggalan kerajaan Bali Kuno atau kerajaan Bali pra Majapahit, menggambarkan pula capaian seni rupa Bali masa itu. Jejak seni rupa tersebut dapat ditemukan sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan, Petanu, Tampaksiring, Pejeng, hingga Bedulu.

Bali tempo doeloe_tirta empulAspek kesenian tersebut meliputi: seni pahat batu paras berupa ukiran ornamen, relief, dan patung (arca). Hadirnya kesenian yang berkualitas itu, tak lepas dari adanya keprofesian tertentu yang tugasnya terkait dengan penciptaan karya seni demi kepentingan kerajaan juga religi. Maka mengemuka pula istilah sebagai berikut: undagi (arsitek-tradisional), pande (pembuat peralatan dari logam), dan sangging (pelukis wayang, pengukir yang berhubungan dengan upacara).

Bali Tempo Doeloe seri ini akan mendialogkan lebih mendalam perihal peradaban masyarakat Bali di sekitar kawasan DAS Pakerisan, berikut tantangannya di masa kini, juga refleksinya untuk masa depan. Program ini menghadirkan narasumber Drs. I Gusti Made Suarbhawa (Peneliti, Kepala Balai Arkeologi Denpasar) dan I Made Susanta Dwitanaya (Kurator & Penulis Seni Rupa). Selain diskusi, kegiatan ini juga dimaknai pemutaran film dokumenter bertajuk ‘Peradaban Bali Kuna di DAS Pakerisan’ produksi Balai Arkeologi Denpasar.

bali tempo_suarbawaDrs. I Gusti Made Suarbhawa, alumni Jurusan Arkeologi Universitas Udayana, kini menjabat Kepala Balai Arkeologi Denpasar. Sejumlah penelitiannya antara lain: Permukiman Kuno di Sekitar Danau Batur, Situs Olah Logam di Situs Tamblingan, Penelitian Pusat Pemerintahan Singhamandawa, Penelitian Prasasti di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Penelitian Peradaban di Situs Tambora, Bima, Nusa Tenggara Barat, Penelitian Naskah di Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat, Penelitian Situs Aimoli, Alor, Nusa Tenggara Timur, Penelitian Arsitektur dan Permukiman Tradisional di Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan Penelitian Arsitektur Kolonial di Maumere, Nusa Tenggara Timur

bali tempo doeloe_susantaI Made Susanta Dwitanaya, lahir di Banjar Penaka Tampaksiring Gianyar pada 22 Juli 1987. Menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja Bali. Finalis dalam sayembara penulisan esai dan feature seni rupa antar mahasiswa se-Indonesia dalam rangka HUT majalah seni rupa Visual Art di Galeri Nasional Indonesia. Pada tahun 2012 lolos seleksi dalam workshop penulisan Kritik Seni dan Budaya Visual yang diselenggarakan Ruangrupa Jakarta dan Loka Karya Kurator Muda Indonesia yang diselenggarakan oleh Ruangrupa dan DKJ (Dewan Kesenian Jakarta, 2014). Bersama Wayan Seriyoga Parta, Dewa Gede Purwita, dan Wayan Nuriarta, mengembangkan Gurat Institute sebuah lembaga studi dan riset independen dengan basis seni rupa dan budaya visual di Bali. Dua buku sudah tergarap oleh lembaga ini yakni Lempad For The World dan Nyoman Erawan, Ermotive ; Recontructing Visual Thought.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s