Sinema Bentara FILM-FILM SEPUTAR DUNIA PERS

Selasa – Rabu, 23 – 24 Februari 2016, pukul 17.00 WITA

Sinema Bentara adalah program tayang film yang diadakan secara berkala setiap sebulan sekali. Kali ini, memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari, akan ditayangkan sejumlah film yang mencoba mengungkapkan dunia di seputar pers dan pekerja jurnalistik.

Melalui beragam karya fiksi maupun dokumenter lintas negara, masyarakat dapat meresapi lebih dalam dunia para jurnalis berikut problematik yang membayangi kehidupan mereka sewaktu menjalankan tugasnya. Film-film ini juga menggambarkan berbagai intrik politik yang tak jarang menjadi tragedi bagi pekerja pers. Kita juga diajak memahami bagaimana para jurnalis memilah dan memilih berita-berita yang layak ‘dikonsumsi’ oleh publik luas di tengah berbagai macam peristiwa yang hadir serentak, berikut sejumlah larangan atau sensor baik atas nama satu rezim tertentu atau kekuasaan lainnya. Akan ditampilkan juga sebuah film biografis mengenai filsuf Hannah Arendt yang tersohor melakukan semacam kajian terhadap proses pengadilan tokoh Nazi, merujuk telaahnya pada apa itu Kekerasan dan Kejahatan Komunal. Tak ketinggalan satu film dokumenter karya sutradara Prancis Yann Arthus Bertrand, seorang jurnalis yang mencoba melalui filmnya mengajak masyarakat untuk menyadari tentang bahaya perubahan iklim (climate change).

Program Sinema Bentara kali ini bekerjasama dengan Goethe Institut, Alliance Francaise Bali dan Udayana Science Club, termasuk juga organisasi nonprofit Wikimedia, ICT Watch!, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan dukungan Ford Foundation (film di Bali Frekuensi), menampilkan film-film, antara lain: Verdacht, Der (Jerman, Frank Beyer), Hannah Arendt (Jerman, Margarethe von Trotta), Home (Prancis, Yann Arthus Bertrand), Di Balik Frekuensi (Indonesia, Ucu Agustin).

Selain pemutaran film akan diselenggarakan pula diskusi bersama narasumber Rofiki Hasan. Ia pernah menjadi Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Lulusan Fisipol UGM ini juga pernah menjadi wartawan Harian Nusa (1996-1999), Koresponden Tempo (1999-2011) serta Koresponden CVC Network (2004-2010). Ia juga anggota Komunitas Jurnalis Peduli AIDS dan menulis berbagai buku dan esai-esai budaya.

Sinopsis Film
HANNAH ARENDT
(German, 2011/2012, Durasi : 100 menit, Sutradara: Margarethe von Trotta)

Hannah Arendt menjadi pengamat proses pengadilan Adolf Eichmann. Ia menduga akan menjumpai makhluk mengerikan. Ternyata ia berhadapan dengan seorang birokrat tanpa keistimewaan apa pun.
Film cerita biografis mengenai filsuf Hannah Arendt (1906-1975), terutama menyangkut pengamatan dan penilaiannya terhadap proses pengadilan Adolf Eichmann di Jerusalem. Film yang dipadatkan menjadi potret dinamis tokoh intelektual istimewa abad ke-20 ini mengesankan antara lain karena penggambaran mendetail lingkungan emigran Yahudi-Jerman di New York pada awal tahun 1960-an.

VERDACHT, DER (KECURIGAAN)
(German, Fiksi, 1990 /1991, Durasi: 94 menit, Sutradara: Frank Beyer)

Sebuah kisah cinta dari Jerman Timur pada pertengahan tahun tujuh puluhan yang nyaris berubah menjadi tragedi. Karin, putri fungsionaris partai SED Karl Melzer, mencintai Frank. Laki-laki muda itu memiliki masa lalu yang suram, oleh karena itu bukanlah calon menantu ideal. Selain itu, Kurt dan rekan-rekannya menyimpan kecurigaan politis terhadap Frank. Karin, yang baru mulai bekerja di sebuah harian dan ingin segera mulai kuliah, diminta mengakhiri hubungan itu. Di bawah tekanan orang tuanya dan dengan iming-iming tempat kuliah, Karin pun memutuskan hubungan dengan Frank. Tetapi ketika Frank mencoba bunuh diri, perempuan muda yang ternyata sudah hamil itu akhirnya memihak pacarnya. Ayahnya pun sepertinya telah menarik pelajaran. DER VERDACHT adalah film bioskop pertama sutradara DEFA terkemuka Frank Beyer seusai keruntuhan Tembok Berlin.

DI BALIK FREKUENSI
(Indonesia, Dokumenter, 2013, Durasi: 2 jam 20 menit, Sutradara: Ucu Agustin)

Dokumenter ini bercerita tentang bagaimana frekuensi publik digunakan oleh pemilik media demi kepentingan politik dan bisnis yang jauh dari kepentingan yang berkenaan dengan publik. Melalui kisah jurnalis bernama Luviana yang di-PHK-kan, serta kisah Hari Suwandi dan Harto Wiyono dua orang warga korban lumpur Lapindo, film ini akan mengajak kita menelusuri sebagian kecil dari sekian banyak cerita di balik frekuensi dan di balik kerja media di Indonesia setelah reformasi berjalan lebih dari 14 tahun. Film ini mengambil dua tagline sebagai otokritik bagi media, yaitu: “Hentikan Monopoli, Kembalikan Frekuensi!” dan “Media Mengabdi Publik, Tidak Menghamba Pada Pemilik”.

Film dokumenter ini merupakan salah satu bagian dari proyek Cipta Media Bersama, sebuah proyek kolaborasi dari organisasi nonprofit Wikimedia, ICT Watch!, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan dukungan Ford Foundation, yang bertujuan untuk membuat masa depan media yang lebih baik di Indonesia.

HOME
(Prancis, Dokumenter, 2009, Durasi: 120 menit, Sutradara: Yann Arthus Bertrand)

Home merupakan film dokumenter yang hampir sepenuhnya berisi pemandangan bumi yang diambil dari udara (aerial shot). Home menunjukkan keberagaman hidup di bumi dan bahwa kegiatan manusia yang mengeksploitasi lingkungan telah mengancam keseimbangan ekologi. Potret rekaman yang diambil berasal dari 60 negara di dunia.

Film ini meraih penghargaan Vitoria & Tasmania Gold Award pada Australian Cinematographers Society (2009), mendapat nominasi Film Dokumenter Terbaik pada César Awards, Perancis (2010), dan meraih penghargaan Latar Musik Terbaik pada International Film Music Critics Award (IFMCA) tahun 2009.

Jadwal pemutaran film :

Selasa, 23 Februari 2016

Pukul 17.00 WITA : Verdacht, Der

Pukul 19.00 WITA : Home

Rabu, 24 Februari 2016

Pukul 17.00 WITA : Di Balik Frekuensi

Pukul 19.00 WITA : Diskusi bersama Rofiki Hasan

Pukul 19.30 WITA : Hannah Arendt

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s