Sinema Bentara SEPUTAR FILM ANIMASI

Kamis – Jumat, 21 – 22 Januari 2016, pukul 17.00 WITA

Film animasi yang menggunakan teknologi dua dimensi atau tiga dimensi kerap diidentikkan sebagai film anak-anak. Bukan saja lantaran temanya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menggunakan sosok anak sebagai tokohnya, terlebih sang kreator menghadirkan kisah-kisah imajinatif dan heroik yang membuat anak-anak menyukai dan menggemarinya. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa orang dewasa juga banyak yang menikmati alur cerita dan meresapi kisah dalam film tersebut.

Terlepas dari aneka ragam penikmat film animasi, jenis film ini sudah mulai diproduksi di awal abad ke-20 saat para pembuat film di Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Rusia. Kemudian Jepang sebagai salah satu negara yang mempopulerkan ‘anime’ (kartun jepang), mengawalinya pada tahun 1913 dengan First Experiments in Animation oleh beberapa tokoh seperti Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro. Di Indonesia, film animasi mulai dikembangkan tahun 1963 oleh seniman Dukut Hendronoto (Pak Ook) yang sempat belajar animasi di Walt Disney atas rekomendasi Presdien Soekarno. Ia mengembangkan animasi dalam salah satu program di stasiun TVRI. Ajang penghargaan film Academy Awards memberikan penghargaan kepada kreator film animasi sejak tahun 2002 melalui kategori Best Animated Featured yang meningkatkan apresiasi dan penghargaan masyarakat global terhadap film animasi ini.

Sinema Bentara kali ini bekerjasama dengan Udayana Science Club, Konsulat Jenderal Jepang dan Japan Foundation, Alliance Française Bali serta Goethe Institut, menghadirkan film animasi anak karya sutradara lintas negara, seperti: La Prophetie des Grenouille (Prancis), Gus: Petit Oiseau Grand Voyage (Prancis), Hoshi No Koe – The Voices of Distant Star (Jepang ), Kotonoha no Niwa- The Garden of Words (Jepang), serta Animierte Avantgarde (German).

SINOPSIS
La Prophetie des Grenouille/ (Raining Cats and Frogs)
(2003, Prancis, Durasi: 90 menit, Sutradara : Jacques-Rémy Girerd)

Raining Cats and FrogsAnimasi yang digambar dengan tangan ini menceritakan kembali kisah Banjir Bah Nuh. Tom hidup damai dan bersenang-senang dengan orang tuanya, Ferdinand dan Juliette serta sejumlah binatang dari kebun binatang mereka harus mencari perlindungan di gudang mereka ketika banjir datang. Film ini meraih penghargaan Film Fiksi Terbaik; Crystal Bear – Special Mention di Berlin International Film Festival 2004, Film Animasi Terbaik di Chicago International Children’s Film Festival 2004, Film Terbaik pada Ottawa International Animation Festival 2004, mendapatkan nominasi Golden Poznan Goat pada Ale Kino! International Young Audience Film Festival 2005.

Gus: Petit Oiseau Grand Voyage/ (Yellowbird)
(2014, Perancis, Durasi: 1 jam 31 menit, Sutradara: Christian De Vita)

YELLOWBIRD, (aka GUS-PETIT OISEAU, GRAND VOYAGE), French poster, ©Wrekin Hill Entertainment

Yellowbird (Seth Green), seekor burung kecil yatim piatu, tidak pernah meninggalkan sarang. Tiba-tiba ia menemukan dirinya memimpin kawanan migrasi ke Afrika. Film ini meraih nominasi Gold Panda- kategori sutradara terbaik pada Sichuan TV Festival 2015.

Hoshi No Koe – The Voices of Distant Star
(Jepang, 2002, Durasi: 25 menit, Sutradara: Makoto Shinkai)

Voices of Distant StarDi musim dingin 2047, dua teman dekat, yaitu Mikako dan Noboru, dipisahkan oleh ruang ketika Mikako dipilih sebagai Anggota Terpilih Pasukan Luar Angkasa PBB. Keduanya terus berkomunikasi melintasi ruang antarbintang melalui email pada ponsel mereka. Namun, begitu Mikako pergi jauh ke tata surya dengan pesawat ruang angkasa Lysithea, dibutuhkan semakin lama bagi mereka untuk menerima email masing-masing, sampai mereka menyadari bahwa mereka berada terpisah dalam waktu pusaran waktu yang kian panjang. Dia menunggu hingga 8 tahun pesan itu sampai kepadanya. Film ini disebut juga sebagai OVA atau Original Animated Video. Pada tahun 2002, film ini meraih penghargaan the Animation Kobe Award. Pada tahun 2003 juga meraih The Seiun Award kategori best media.

Kotonoha no Niwa- The Garden of Words
(Jepang, 2013, Durasi: 46 menit, Sutradara: Makoto Shinkai)

the-garden-of-words-posterFilm animasi ini berkisah tentang Takao, seorang siswa SMA yang bercita-cita menjadi desainer sepatu. Ia memutuskan untuk bolos dari sekolah pada satu hari demi merancang sketsa di taman yang sedang hujan. Ia pun tidak mengetahui seberapa banyak hidupnya akan berubah ketika ia bertemu gadis bernama Yukino. Film ini terpilih sebagai the Year’s Best Animation in iTunes’ Best of 2013, meraih penghargaan pada Kobe Theatrical Film Award 2013, the Fantasia International Film Festival 2013, film terbaik pada Stuttgart Festival of Animated Film 2014. Storyboard dan original art material dari The Garden of Words dipamerkan di Ooka Makoto Kotoba Museum pada tahun 2014.

Animierte Avantgarde -Der künsterische Animationsfilm im Deutschland der 20er und 30er Jahre
(Garda Depan Animasi – Film Animasi Seni di Jerman tahun 20-an dan 30-an)
Bagian dari: Seri Sejarah film animasi Jerman I, dikurasi oleh Ulrich Wegenast
Durasi : 68 menit, Produksi : 1921-1933

Berkat eksperimen artistik yang ditampilkan, film-film animasi yang dibuat semasa Republik Weimar sampai kini memiliki reputasi dunia. Di bawah semboyan “Film sebagai seni” (Rudolf Arnheim), Walter Ruttman, Viking Eggeling, Hans Richter, Rudolf Pfenninger dan lain-lain mengembangkan apa yang dinamakan “Film absolut” – film animasi abstrak yang lahir dalam konteks seni tanpa objek. Inovasi yang dilakukan tidak terbatas pada tataran visual saja, tetapi juga terlihat jelas dalam pengolahan musik dan suara.

Film siluet hasil karya Lotte Reiniger turut memberi warna kepada film animasi zaman Weimar dan melahirkan estetika yang tidak lekang dimakan waktu. Di dalam film-filmnya ia menciptakan alam raya sendiri yang menghibur dan menjadi bagian dari sejarah kebudayaan.

Film Berthold Bartosch berjudul L’IDÉE memang diproduksi di Perancis, tetapi konsep-konsep artistiknya berakar pada gerakan pekerja Jerman, untuk siapa ia mengembangkan bahasa audiovisual yang unik dengan bantuan pemusik Arthur Honegger yang sehaluan dengannya. GARDA DEPAN ANIMASI mencakup seleksi karya unggulan dan karya langka dari zaman keemasan film Jerman ini.

Daftar film yang ditampilkan:

Rhythmus 21 (1921-23, Hans Richter)
Opus II (1921, Walther Ruttmann)
Symphonie Diagonale (1921-25, Viking Eggeling)
Tönende Handschrift I, II und III (Tulisan tangan bernada I, II dan III)(1932, Rudolf Pfenninger)
L´idée (1932, Berthold Bartosch)
Carmen (1933, Lotte Reiniger)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s