Pesantian Kidung GITANING PETENG BULAN

Sabtu, 23 Januari 2016, pukul 18.30 WITA

Pesantian Kidung di Bentara Budaya Bali kali ini menghadirkan kolaborasi pesantian Yayasan Sari Kahyangan Indonesia dengan pesantian anak-anak SMP Pancasila, Canggu, Badung. Kedua sekaa santi ini akan membawakan kekidungan dan Kekawin Siwaratri Kalpa atau dikenal pula dengan Kekawin Lubdaka, karya Mpu Tanakung. Agenda kali ini juga sekaligus memaknai hari suci Siwaratri, tradisi Bali dalam pemujaan Siwa pada prawaning Tilem Kepitu, melibatkan juga sekaa-sekaa kidung dari beberapa sekolah di Gianyar dan Denpasar

Kidung 3Kekawin Siwaratri Kalpa, terdiri dari 20 wirama dengan 232 bait ini, mengisahkan perjalanan dan upaya ‘peleburan dosa’ seorang pemburu bernama Lubdaka. Pada malam tergelap sasih kepitu, bulan gelap (tilem), Lubdaka berhasil memuja Siwa ketika kemalaman di hutan. Melalui kisah Lubdaka ini, secara simbolis dan filosofis diyakini bahwa pencerahan diraih manusia ketika tidak putus asa menghadapi ‘kegelapan’ dalam hidup, sebab dalam gelap selalu ada terang, dan dalam terang senantiasai ada gelap. Bulan di langit menjadi penanda jalan hidup manusia yang gelisah mengejar cita-cita, memenuhi hasrat liar, seperti pemburu yang berlari mengejar binatang buruannya.

Selain dalam Siwaratri Kalpa, pemaknaan dan esensi hari suci Siwaratri juga dapat dirunut dalam berbagai Purana atau kisah-kisah kuno, seperti Padma Purana dan Siwa Purana. Perayaan Siwaratri ini bertujuan untuk mengendali nafsu-nafsu indria dan memperbaiki kepapaan manusia yang disebut Sapta Timira atau tujuh macam kemabukan, antara lain: Surupa (mabuk karena rupawan/rupa tampan atau cantik), Dhana (mabuk karena kekayaan), Guna (mabuk karena kepandaian), Kasuran (mabukkarena kemegahan), Kulina (mabuk karena keturunan bangsawan), Yowana (mabuk karena keremajaan), Sura (mabuk karena minuman keras). Perenungan akan dosa-dosa dilalui dengan melakukan brata Siwaratri berupa ; upawasa (puasa), monobrata (diam) dan jagra (tidak tidur semalam suntuk).

Acara Pesantian Kidung ini telah diselenggaran berulang di Bentara Budaya Bali, boleh dikata adalah agenda berkala dengan rangkaian rangkaian workshop kidung serta upaya kolaborasi kidung dengan bidang-bidang seni lainnya, seperti : Pesantian Kidung “Tirta Amerta dan Mandara Giri”, Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis, Kolaborasi Seni Arja “Galuh Lika Liku” dan Workshop Olah Kidung bersama Pesantian Ratna Sari. Agenda Pesantian Kidung kali ini diniatkan guna memperluas apresiasi seni kidung tersebut, sekaligus membuka kemungkinan ruang-ruang baru penciptaan yang lintas media. Selain pertunjukan kolaborasi kidung, akan dihadirkan pula dialog bersama Prof. I Wayan Sukayasa, M.Si, I Made Sulendra, S.Sos., Dra. Ni Wayan Karti, M.Fil.H, I Gede Antika, S.Sn., M.Pd. I Made Arista,S.Ag., M.Si. Adapun sebagai pengarah Dr. Ketut Sumadi, M.Par dan manager produksi I Gede Titah Pratyaksa., M.I.Kom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s