Sinema Bentara “Re-Born”

Sinema Bentara
RE-BORN
Jumat – Sabtu, 18 – 19 Desember 2015, pukul 17.00 WITA

Pada akhir tahun 2015 ini, Sinema Bentara kembali menghadirkan film-film fiksi maupun dokumenter peraih berbagai penghargaan Internasional yang mengetengahkan tema seputar kelahiran kembali (reborn). Pemutaran film kali ini didukung oleh Alliance Francaise Bali dan Goethe Institut Indonesien.

Bukan semata kelahiran kembali secara fisik, Reborn- dalam makna yang lebih luas dapat diartikan sebagai lahirnya kesadaran baru, penemuan jatidiri, kemampuan untuk bertransformasi dari masa lalu, atau mengedepankan kemampuan kreatif dan fighting spirit seseorang, keluarga, maupun sekelompok masyarakat. Semangat reborn ini tecermin dari upaya-upaya sang kreator atau sutradara film yang memertanyakan hal-hal essensial dalam kehidupan sehari-hari yang bagi sebagaian besar masyarakat kerap dianggap sesuatu yang lumrah saja.

Filosofi reborn tersebut dapat disaksikan dalam film-film yang akan diputar, di antaranya: film dokumenter ‘Alphabet’ (Jerman) karya sutradara Erwin Wagenhofer; memertanyakan sistem pendidikan modern kita saat ini. Sungguhkah hal tersebut dapat meningkatkan prestasi generasi muda kita? Tidakkah hal tersebut justru menurunkan kapasitas anak-anak untuk berimajinasi, berkreativitas, dan berpikir independen? Film Persepolis serta Le Grand Voyage (Perancis) mengungkapkan soal pencarian jati diri dan internaliasi diri melalui pengalaman personal seorang anak berikut hubungan dengan anggota keluarganya. Pemertanyaan perihal kenyataan pelik sekelompok imigran dari berbagai negara yang akan belajar dan bekerja di sebuah negara maju di Eropa dalam film Neuland menarik untuk ditelusuri bersama. Akankah tersedia tempat bagi mereka di negara-barunya itu?

SINOPSIS FILM
ALPHABET (Abjad)
(Dokumenter, 2013, Jerman, Sutradara: Erwin Wagenhofer, 113 menit)

Sinema_AlphabetBagaimana kita akan melepas anak-anak kita memasuki kehidupan? Apakah kita akan mempersiapkan mereka untuk menghadapi masyarakat penuh ketakutan yang menuntut prestasi? Ataukah kita ingin mereka menjalani hidup berlandaskan kebebasan, kesetiakawanan, dan kebahagiaan?

Film dokumenter ini mencoba menganalisis sistem pendidikan modern dan berpendapat bahwa hal tersebut dapat menurunkan kapasitas anak-anak untuk berimajinasi, berkreativitas, dan berpikir independen. Film ini dinominasikan pada Austrian Film Award, 2014 dan German Film Awards 2014.

NEULAND (Tanah Air Baru)
(Dokumenter, 2013, Jerman, Sutradara: Anna Thommen, 93 menit)

Sinema_NeluandFilm ini mengisahkan tentang perjalanan sejumlah imigran muda yang menjalani masa sekolah selama dua tahun di kelas integrasi di Basel. Mereka tiba di Swiss dengan pesawat, kereta api, bus dan perahu karet dari Afghanistan, Kamerun, Serbia dan Venezuela. Mereka menggantungkan harapan yang tinggi, karena pekerjaannya selama dua tahun ke depan untuk mengajarkan mereka dasar-dasar dan keistimewaan budaya Swiss. Masa akhir sekolah semakin dekat, masing-masing imigran muda dihadapkan dengan pertanyaan pelik yang sama: Apakah ada tempat bagi saya di negara ini?

Film ini meraih penghargaan Film Dokumenter Terbaik pada Max Ophüls Festival 2014, Munich International Documentary Festival 2014, Golden Eye pada Zurich Film Festival 2013, dan nominasi Film Dokumenter Terbaik pada Swiss Film Prize 2014.

PERSEPOLIS
(Animasi, 2007, Perancis-Iran-Amerika, Sutradara: Vincent Paronnaud, Marjane Satrapi, durasi 96 menit)

Sinema_Persepolis_filmFilm ini bercerita tentang hidup seorang wanita Iran yang bernama Marjane Satrapi. Konflik yang diangkat dalam film ini diambil dari perspektif kaum proletar di Iran. Marjane dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berhaluan nasionalis – sekuler. Mereka menentang keras kediktatoran rezim Syah Iran. Namun, di sisi lain mereka juga tidak sepaham dengan ideolog religi yang diusung oleh mayoritas pendukung revolusi. Internalisasi nilai pada diri Marjane berlangsung di lingkungan keluarganya. Film ini berhasil mendapatkan penghargaan Jury Prize di Festival Film Cannes tahun 2007 dan nominasi Academy Award untuk kategori Film Animasi Terbaik.

LE GRAND VOYAGE – The Great Journey
(Fiksi, 2004, Perancis, Sutradara: Ismaël Ferroukhi, durasi: 108 menit)

Sinema_The Great JourneyReda, seorang pria muda Perancis-Maroko bersama ayahnya melakukan perjalanan panjang dari selatan Perancis ke Mekah untuk melakukan ziarah. Dalam perjalanan, mereka secara bertahap belajar untuk mengenal satu sama lain, dan Reda menemukan jati dirinya. Film ini dinominasikan sebagai Film Asing Terbaik pada BAFTA Awards 2006, Film dan Aktor Terbaik pada Mar del Plata Film Festival 2005, Aktor terbaik pada Newport International Film Festival 2006, mendapat penghargaan Luigi De Laurintiis Award pada Venice Film Festival 2004.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s