Pustaka Bentara THE MISSING HISTORY KARYA PEER HOLM JORGENSEN

Pustaka Bentara
THE MISSING HISTORY KARYA PEER HOLM JORGENSEN
Sabtu, 21 November 2015, pukul 09.00 WITA

*)Peserta terbatas, silakan menghubungi narahubung : 081337216821

Pustaka Bentara_cover bukuPustaka Bentara kali ini akan mendialogkan sebuah buku bertajuk “The Missing History: Berdasarkan Kisah Nyata Dewa Soeradjana”, karya Peer Holm Jorgensen. Selain telaah mendalam perihal buku, melalui novel sejarah ini akan dibincangkan pula upaya-upaya untuk memperoleh pemahaman tentang penjelasan kesejarahan (historical explanation) dan imajinasi kesejarahan (historical imagination) serta kerangka kerja kesejarahan (historical methodology atau historical framework) yang digunakan dalam proses historiografi kontemporer.

Acara yang merupakan kerjasama Pusat Kajian Bali Universitas Udayana dan Bentara Budaya Bali ini menghadirkan pembahas Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M. A. (Pusat Kajian Bali Unud), Dr. Dewa Gde Budiana.

Peer Holm Jorgensen, lahir 3 Maret 1946 di Aars, Denmark. Peer merupakan penulis dan pencetus Isotia, Konsep Menulis Isotia dan Wikisotia. Beberapa karyanya antara lain “The Missing History” (1025), diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, “Den Glemte Massakre” (2007) yang diterbitkan dalam bahasa Inggris pada 2013 (berupa e-book) dan bahasa Indonesia pada 2009 dengan judul “The Forgotten Massacre”, “Ma Gud Bevare Amerika” (2006) dan “Backlog” (2000).

Dewa Soeradjana, lahir 12 Februari 1938 di Bali. tahun 1961 ia ke Lublijana, Slovenia untuk melanjutkan studi dan lulus pada tahun 1965. Ia berhasil meraih gelar PhD dalam bidang kimia pada tahun 1981.

Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A, lahir 29 Juli 1960. Ia adalah Guru Besar Sejarah Asia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Pernah menjabat Kepala Bidang Penelitian Asia Tenggara pada Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (PSDR) – Kedeputian Ilmu Pengetahunan Sosial dan Kemasyartakat, LIPI (2001-2004 dan 2004-2009). Meneliti kepariwisattan dan kajian wilayah perbatasan d negara-negara Asia Tenggara: Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Filipina. Mendapatkan fellowship untuk penelitian di Jerman (2003) dan di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) di University of Kyoto, Jepang (2004). Tulisannya diterbitkan dalam berbagai jurnal nasional maupun internasional. Karya terkininya “Early Harbours in Eastern Nusa Tenggara” dalam John N. Miksic and Goh Geok Yian, Ancient Harbours in Southeast Asia: The Archaeology and Early Harbours and Evidence of Inter-Regional Trade. Bangkok: SEAMEO SPAFA, 2013. Kini menjadi “Senior Research Partner” dalam jaringan kerjasama tentang “Dynamics of Religion in Southeast Asia/DORISEA, University of Gottingen-Germany dan Kepala Pusat Kajian Bali-Universitas Udayana.

I Dewa Ketut Budiana, lahir di Buleleng, 1958. Menamatkan pendidikan di Jurusan Arkeologi Universitas Udayana dan kini menyandang gelar kandidat Doktor di Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Karir jabatan militer Kolonel Caj Drs. IDK Budiana. M.Fil.H, diawali sebagai Pama Disjarahad, Kauryan Ag Bagwatroh Disbintalad, Kaur Minpersip Bag Um Setdisbintalad, Kasilog Setdisbintalad, Ka Ajenrem 102/PJG, Kasi Pers Rem 102/PJG, Pabandya Binpersdam VI/Tanjungpura, Tugas kekaryaaan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah, Kabag TUUD Setdisbintalad, Kabag Hanjar Subdis Binfung Disbintalad, Kabag Ortujuk Subdis Binfung Disbintalad dan sampai saat ini sebagai Kabintaldam IX/Udayana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s