Dialog dan Konser Musik Klasik “ A TRIBUTE TO INDONESIAN COMPOSER”

Dialog dan Konser Musik Klasik
“ A TRIBUTE TO INDONESIAN COMPOSER”
Sabtu – Minggu, 10 – 11 Oktober 2015, pukul 15.00 WITA

Selama dua hari, acara “A Tribute to Indonesian Composer” ini menghadirkan konser musik klasik dan juga dialog yang memperbincangkan perkembangan musik klasik di Indonesia, berikut capaiannya. Musik klasik sesungguhnya telah hadir dan mulai diperkenalkan di Indonesia sedari tahun 1950-an, bahkan Presiden Soekarno mewajibkan untuk memutar musik klasik di Kebun Raya Bogor setiap hari Minggu atau hari libur lainnya. Beberapa komposer dan pemusik Indonesia yang turut berperan dalam perkembangan musik klasik di Indonesia antara lain Ananda Sukarlan, Trusutji Kamal, termasuk juga Addie MS, serta masih banyak lagi. Namun tentu saja, jauh sebelum Indonesia merdeka, musik klasik telah hadir di bumi nusantara melalui pemusik-pemusik asing yang datang ke Batavia serta bermain di Theater Schouwburg Weltevreden yang kini dikenal sebagai Gedung Kesenian Jakarta.

Acara ini kerjasama antara Amabile Music Studio dengan Bentara Budaya Bali, yang didukung berbagai pihak, dengan tujuan melalui festival ini dapat meningkatkan apresiasi dan kecintaan masyarakat luas terhadap musik klasik, sekaligus juga sebuah upaya transfer of knowledege atau perluasan pengetahuan bagi generasi muda melalui serangkaian kompetisi piano yang diikuti peserta dari berbagai kategori usia. Selain itu, peserta juga wajib memainkan satu karya komposer dari Indonesia (misalnya Levi Gunardi, Ananda Sukarlan & Mochtar Embut).

Melalui penyelenggaraan festival ini peserta maupun publik bisa memperoleh pengalaman melalui menonton, mengikuti konser, masterclass ataupun kompetisi guna membentuk kepribadian dan karakter untuk lebih percaya diri, serta menambah wawasan bermusik.

Bertindak sebagai narasumber dialog musik klasik adalah Budi Utomo Prabowo dan Aisha Ariadna Pletscher (Anggota Dewan Kesenian Jakarta). Sementara itu, konser secara khusus menampilkan soprano tersohor semisal Aning Katamsi, Heny Janawati, pianis Budi Utomo Prabowo, Aisha Ariadna Pletscher, Joseph Kristanto, dan Ratna Ansyari – Katamsi.

ANING KATAMSI pertama kali belajar vokal dari sang ibu, Pranawengrum Katamsi. Dia melanjutkan studi vokalnya di bawah bimbingan Catharina W. Leimena. Dia juga turut serta dalam berbagai Masterclass dengan Ruth Drucker, Lee Alisan-Sibley, AdibFazah, Andrea Ehrenreich dan Rudolf Jansen. Mempelajari piano dari Susiana A. Wibowo dan Iravati M. Sudiarso di Sekolah Musik YPM.

Aning KatamsiAning telah tampil dalam berbagai orkestra seperti Jakarta Concert Orchestra, Nusantara Symphony Orchestra, Twilite Orchestra, Jakarta Philharmonic Orchestra, and Orchestra Ensemble Kanazawa. Dia juga tampil dalam opera arias dari Mozart, Puccini, Verdi, dan lain-lain. Bersama PSM Paragita Universitas Indonesia, Aning Katamsi mengikuti kompetisi internasional dan meraih penghargaan, antara lain: 1st prize for category A-Kunstlied (classic category) & 3rd prize for category B-Volksied (folksong category) of the “The 46th Internationaler Chorwettbewerb 2009” in Spittal an der Drau, Carinthia-Austria; special prize of Kontarpunkt Music Publishing Ltd. for the outstanding interpretation of Agnus Dei by Tóth Péter. Aning Katamsi juga aktif sebagai juri dalam 4th SDGNCF 2013 dan bintang tamu “solis soprano” pada Farfalla Concert yang diselenggarakan oleh SDG Choir.

BUDI UTOMO PRABOWO (Tommy), lahir di Semarang. Mempelajari piano sedari usia 5 tahun dan memperdalam musik biola di Institut Seni Indonesia (1982). Tahun 1990 menjuarai Kompetisi Piano Yamaha Tingkat Nasional. Tampil bersama Orkes Bina Musika (alm. Atti Bagio/Mozart KV 499) dan Orkes Simfoni Jakarta (Yudianto Hinupurwadi/Beethoven ke-empat) sebagai solis. Sempat belajar piano accompanying dan teori/literatur musik di Sekolah Juilliard, New York (1991). Menempuh pendidikan dan kursus di bidang musik ke berbagai universitas di mancanegara, antara lain di Canford School of Music, Inggris, Universitas Musik Detmold, Jerman, University of Music di Freiburg, Jerman, dan lain-lain.

Budi Utomo PrabowoMenjadi juri beberapa festival paduan suara (Universitas Parahyangan, Institut Teknologi Bandung, GMIM Manado, Pesparawi Jakarta dan Nasional), Kompetisi Piano Jakarta Conservatory of Music 2009, 2011), Grand Prix Marching Band (2010) serta Sayembara Komposisi Musik Baru – Salihara (2011). Sejak 2010 menjadi Anggota Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta dan menginisiasi penerbitan serial Antologi Musik Klasik Indonesia, sebuah proyek edisi kritis bilingual komposisi klasik Indonesia. Kini ia berkonsentrasi membimbing pengaba-pengaba muda di sanggar musik ”Musicasa” yang didirikan tahun 2007 bersama bariton Kristanto Pantioso.

AISHA SUDIARSO PLETSHER, lahir di Bandung, 1971. Mulai belajar musik pada usia 3 tahun dari neneknya, Hestia Mangunkusumo. Meraih The YPM Artist Award pada tahun 1987, beasiswa The Bigelow Ingram Piano Scholarship di St. Timothy’s School, Maryland, USA. Pemenang pertama JCC Piano Competition dan penerima Melissa Brook Beck Award serta The Russel Denison Memorial Award for Piano ini telah tampil dalam berbagai format musik termasuk resital tunggal di Indonesia, Hong Kong, Algeria dan USA. Ia merupakan wakil Indonesia dalam pagelaran bersama Perancis dan Polandia dalam rangka memperingati 250 tahun wafatnya pianis Polandia, Frederick Chopin.

Aisha PletcherSebagai solis, ia telah tampil dengan berbagai orkestra seperti The Jakarta Symphony di bawah baton Carlo Zappa, Jakarta Chamber Orchestra di bawah baton Avip Priatna, Jakarta Symphony Orchestra di bawah baton Yudianto, Orkes ISI Yogyakarta dengan Pipin Garibaldi sebagai dirigen, Orkes Remaja Jakarta dengan Rudy Laban sebagai dirigen, Orkes Mahawaditra dengan Praharyawan Prabowo sebagai dirigen, Nusantara Chamber Orchestra di bawah baton DR. Yazeed Djamin, Tasmanian Symphony Orchestra di bawah baton Dobbs Franks, Australian Youth Orchestra dan Long Island Youth Orchestra. Memperoleh gelar Master of Music dari Manhattan School of Music, New York, di bawah bimbingan Solomon Mikowsky dan Donn-Alexander Feder. Kini ia adalah Direktur Bidang Akademis di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik dan anggota Dewan Kesenian Jakarta, Komite Musik dari tahun 2009 sampai sekarang.

HENY JANAWATI, adalah mezzo -soprano, menerima gelar bachelor dan master degree dari The University of British Columbia, Canada. Heny pernah berpartisipasi dalam beberapa masterclass dengan beberapa tokoh opera Amerika Utara, seperti; Judith Forst, Wendy Nielsen, Stuart Hamilton, Perry Price dan banyak lagi. Selain itu, Heny juga sempat mengambil beberapa pelatihan vocal/opera di European Music Academy, UBC Summer Music, Centre of Opera Studies di Italia. Ia telah tampil di panggung opera dan musik klasik Amerika Utara dan Eropa. Tampil dalam beberapa solo vocal recital dan konser kolaborasi bersama Maestro Avip Priatna, Jakarta Concert Orchestra serta Batavia Madrigal Singers. Menggabungkan teknik seni opera ke dalam beberapa konser musik daerah, seperti Senandung Opera Sumatera dan Ngiring Matembang Bali (di Gallery Indonesia Kaya).

Heny JanawatiDi ajang The Resonanz May Music Festival, Heny menyutradarai pementasan “A Night at the Opera” yang menampilkan para instruktur vokal andalan dari The Resonanz Music studio, termasuk soprano Indonesia, Aning Katamsi. Berkolaborasi dengan artis Ayushita, Cak Lontong, gitaris Balawan dan penyanyi Ayu laksmi dalam pementasan Theatre “Roman Made in Bali” yang dimotori oleh grup Indonesia Kita, pimpinan Butet Kertarajasa. Kini Heny menjadi dosen prodi musik Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan aktif mengajar vokal di Staccato Bali Vocal Technique and Performing Arts.

JOSEPH KRISTANTO PANTIOSO, memulai pendidikan musik di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik jurusan piano di bawah bimbingan Noni Budhiwidjaya, Maria Fenty dan Asha R. Kaboel. Tahun 1991 menamatkan tingkat PK3 di bawah bimbingan Alm. Soetarno Soetikno. Pada tahun yang sama memulai pendidikan vokal di Sekolah Musik YPM di bawah bimbingan Catharina W. Leimena, Binu Sukaman, dan Aning Katamsi. Tahun 1994 memperoleh juara 1 Lomba Bintang Radio dan Televisi tingkat provinsi DKI dan juara 2 pada tahun yang sama untuk tingkat nasional. Tahun 2000 memperoleh penghargaan “Golden Artist Award” dari Sekolah Musik YPM.

Joseph KristantoMelanjutkan pendidikan musik di Musikhochschule Freiburg- Jerman (2001), di bawah bimbingan Prof. Towako Sato-Schoellhorn, Prof. Aziz Kortel dan Prof. H. P. Mueller. Tahun 2006 meraih gelar Diploma Kuenstleriche Ausbildung Gesang (Master Vokal) dengan pendalaman Lagu Sastra (Art Song) dan Oratorio. Mengikuti masterclass pada Prof. Elizabeth Glauser, Sommer-Akademie di Mozarteum-Salzburg pada tahun 2010 dan 2012, termasuk menimba ilmu dari Prof. Rudolf Piernay dan Prof. Grace Bumbry. Bekerjasama dengan pianis dan dirigen dalam berbagai konser dan resital antara lain: Tommy Prabowo, Iswargia Sudarno, Ananda Sukarlan, Indra Listyanto, dll. Tahun 2007 mendirikan lembaga pendidikan musik “MUSICASA” di Jakarta bersama Tommy Prabowo.

RATNA ANSYARI KATAMSI, lahir di Yogyakarta, Sarjana Biologi FMIPA UI ini mulai belajar piano sejak usia 11 tahun pada Bapak Hairi dan Bapak Sunarto Sunaryo. Tahun 1979 diterima sebagai murid Program Pendidikan Dasar Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik (SM YPM). Setelah lulus tingkat VI ia diterima untuk melanjutkan pendidikan musiknya di Program Persiapan Konservatorium SM YPM hingga lulus Persiapan Konservatorium III pada tahun 1987. Terpilih mengikuti Program Pendidikan Keguruan SM YPM dan lulus tahun 1988 dengan mendapat penghargaan The YPM Artist Award. Tahun 1993 mendapat beasiswa dari SM YPM dan James Cook University, Australia untuk mengikuti Summer Course dan Master Class – Workshop dalam rangkaian acara The Australian Festival of Chamber Music.

????????????????????????????????????

Berpartisipasi dalam pagelaran Chamber Music antara lain bersama Ansamble Jakarta dan pernah menjadi pianis tetap pada Orkes Simfoni Jakarta di Era 90-an. Selain itu Ratna juga kerap tampil pada berbagai acara yang diselenggarakan oleh SM YPM. Penampilannya sebagai solis antara lain dalam Warsaw Concerto bersama Twilite Orchestra tahun 1994. Selain piano, di SM YPM Ratna juga belajar vokal dibawah bimbingan Ibu Catharina W. Leimena hingga tingkat VI. Ia pun pernah menjadi anggota paduan suara Gita Nusantara dan Batavia Madrigal Singers. Saat ini ia adalah pengajar SM YPM di Bidang Piano, Kelas Paduan Suara Wajib Tingkat III, serta Kelas Sejarah Musik Program Persiapan Konservatorium.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s