DIALOG BUDAYA “CINTA MUSEUM, CINTA INDONESIA”

Akademika Bentara
DIALOG BUDAYA “CINTA MUSEUM, CINTA INDONESIA”
Senin, 19 Oktober 2015, pukul 08.00 WITA

Museum seringkali dianggap sekadar tempat penyimpanan benda-benda kuno atau yang sudah lampau. Padahal sesungguhnya museum beserta organisasi pengelolanya dapat menjadi semacam center of excellence, yakni sebentuk laboratorium kebudayaan yang memungkinkan para ahli untuk melakukan kajian dan program akademis secara tepat guna dan tepat makna, guna mengembangkan pemikiran atau menghasilkan kreasi-kreasi inovatif yang bermanfaat bagi pembangunan. Selain itu, museum juga berperan strategis sebagai sarana untuk mempelajari keagungan masa silam dalam upaya membangun karakter dan budi pekerti bangsa (nation and character building).
Sejalan dengan itu, Jurusan Sejarah Universitas Udayana bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali dan Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah se-Indonesia, menyelenggarakan dialog budaya tentang permuseuman dengan tema utama “Cinta Museum, Cinta Indonesia”, melibatkan peserta yang berasal dari mahasiswa Jurusan Sejarah se-Indonesia.

Bertindak sebagai narasumber adalah Agung Rai (Founder Museum Arma dan Ketua Himpunan Museum Bali), Prof. A.A. Bagus Wirawan, SU (Dosen Jurusan Sejarah Universtias Udayana) & Samantha Aditya Putri (Sekjen IKAHIMSI dan Duta Museum Yogyakarta).

Akademika_ gung rai 2ANAK AGUNG GEDE RAI, lahir di Gianyar, 14 Juli 1955, merupakan pendiri Museum ARMA di Ubud Gianyar. Menjabat Ketua Umum Himpunan Museum Bali (HIMUSBA), dan Ketua Listibya Kabupaten Gianyar. Agung Rai telah meraih berbagai penghargaan di bidang seni budaya, antara lain; Lempad Prize dari Sanggar Dewata Indonesia (1984), Penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI (1989), Penghargaan dari Gubernur Bali atas Partisipasinya dalam PKB (1991), Penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional RI atas Kepeloporan dan Semangat Juangnya Memotivasi Seniman untuk Mendorong Perkembangan Seni Rupa Indonesia (2000), serta lain sebagainya.

Akademika_prof wirawanANAK AGUNG BAGUS WIRAWAN, lahir di Klungkung, 20 Juli 1948, adalah dosen Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud), serta Guru Besar/Profesor Ilmu Sejarah, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya Programn Pascasarjana Unud. Beberapa tulisannya yang telah dipublikasikan antara lain, Inter Ethnic Conflik In Sumbawa. Thrid Word Studies Center University Of The Philipines, Dilemon, Quezon City, (1999), Puputan Badung 20 September 1906 : Perjuangan Raja dan Rakyat Badung Melawan Kolonialisme Belanda (1999), Ida I Dewa Agung Istri Kanya: Pejuang Wanita Rakawi Melawan Kolonialisme Belanda di Kerajaan Klungkung Abad Ke-19 (2002), Dari Pewahyu Rakyat ke Universitas Kelas Dunia: Setengah Abad Universitas Udayana. (2012), dan lain-lain.

Akademika_SamanthaSAMANTHA ADITYA PUTRI, lahir di Surabaya, 27 Juni 1992. Sekretaris Jenderal Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah se-Indonesia dan juga Duta Museum Yogyakarta. Pernah menjabat Sekretaris majalah pers mahasiswa Dian Budaya FIB (2010), aktif di Sanggar Budaya dan Puisi Lincak FIB UGM (2010-2012), Ketua Umum Kethoprak Sastra Budaya FIB UGM (2012-2013), dan lain-lain. Meraih penghargaan 30 Esai terbaik Pekan Nasional Cinta Sejarah Kemendikbud (2013), Harapan I Lomba Karya Komik Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemendikbud (2013), Penghargaan Paper Terbaik One Asian Foundation, Japan (2014), dan sebagainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s