Tayang Film, Seminar & Pertunjukan BALI 1928: MEMORABILIA

Tayang Film, Seminar & Pertunjukan
BALI 1928: MEMORABILIA
Minggu, 12 Juli 2015, pukul 14.00 – 22.00 WITA

Acara Bali 1928: Memorabilia ini berangkat dari upaya Dr. Edward Herbs, yang dengan tekun selama bertahun-tahun mengumpulkan aneka koleksi CD dan piringan hitam pada masa Bali sekitar tahun 1928 –dikumpulkan dari berbagai pusat arsip di seluruh dunia. Kekayaan koleksi tersebut dipugar kembali kualitasnya oleh Allan Evans dari Arbiter of Cultural Traditions di New York. Sedangkan cuplikan-cuplikan film yang dimuat dalam DVD bersumber dari film-fim kuna karya Colin McPhee, Miguel Covarrubias dan Rolf de Maré pada masa tahun 1930-an. Hasil upaya yang gigih tersebut kemudian dihadirkan kembali oleh STIMIK STIKOM Bali dalam lima volume CD dan DVD, juga disertai naskah-naskah hasil penelitian oleh Dr. Edward Herbst.

Beka-Pupuh-Adri-Record1

Serangkaian upaya luar biasa dan berharga tersebut, STIMIK STIKOM Bali berkerjasama dengan Bentara Budaya Bali mengagendakan seminar terkait memorabilia dimaksud, dengan mengundang narasumber-narasumber pakar internasional, seperti Anthony Seegar, Alan Feinstein, I Made Bandem, Edward Herbs, Goenawan Mohamad (menunggu konfirmasi), Slamet Rahardjo (menunggu konfirmasi). Seminar sehari tersebut akan membahas proses penelitian dan pengumpulan materi-materi Bali 1928 dan ihwal dokumentasi dan repatriasi sebagai proyek menjaga memori sejarah dan estetik sebuah bangsa, khususnya peran karya seni – tabuh, tari, tembang dan film dokumenter – dalam tercipta dan terjaganya memori sejarah dan estetik Bali. Akan diulas juga koleksi Bali 1928 sebagai karya seni, berikut refleksi pencarian identitas kultural yang terangkum di dalam memorabilia tersebut (CD dan DVD).

Koleksi Bali 1928 dimaster ulang dari rekaman-rekaman bersejarah yang dibuat pada tahun 1928 (dan kemungkinan pada tahun 1929 juga), merupakan bagian koleksi pertama kali serta satu-satunya tentang karawitan Bali yang pada masa sebelum Perang Dunia Kedua, direkam dan diluncurkan secara komersial di Bali. Rekaman-rekaman pilihan beragam pilihan gamelan dan tembang Bali, baik lama maupun baru, direkam oleh Odeon dan Beka serta dipublikasikan sebgai piringan hitam 78 rpm pada tahun 1929.

13-Made-Regog-Gong-Belaluan1-877x1024

Sejalan dengan kegiatan seminar, pada petang harinya, di tempat yang sama, akan diadakan pertunjukan atau pementasan, antara lain menghadirkan komposer Wayan Gde Yudane, penari sepuh Ni Nyoman Candri, musik Genggong (Batuan, Sukawati) dan sekaa Cakepung (Karangasem). Pementasan itu mengacu pada pertunjukan musik dan tarian yang direkam semasa tahun 1928 -1929 seperti yang dijelaskan di atas.

Profil narasumber seminar :
Edward Herbst, pertama kali mengunjungi Bali pada tahun 1972 sembari menyelesaikan studi B.A. di Bennington College dan dibiayai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selama setahun untuk mempelajari gendér wayang dan palégongan dari I Madé Gerindem di Teges Kanginan, praktik pembuatan dan akustik gong di Tihingan, Klungkung, dan keterhubungan gamelan dan dramatari. Ia belajar dari I Nyoman Kakul, master gambuh, baris, dan topéng. Pada tahun 1980-1981, Herbst mendapat hibah dari Fulbright-Hays untuk mempelajari dan meneliti pementasan musik vokal dengan gamelan dan dramatari di Bali selama lima belas bulan, berguru di antaranya dengan I Madé Pasek Tempo dari Tampaksiring, Ni Nyoman Candri, Wayan Rangkus dan Pandé Madé Kenyir dari Singapadu, serta I Ketut Rinda dari Blahbatuh. Herbst ditugaskan oleh sanggar teater-tari eksperimental Indonesia di bawah pimpinan Sardono Kusumo untuk berkolaborasi sebagai komponis dan vokal tunggal dalam Maha Buta di Swiss dan Mexico serta dalam film karya Sardono, The Sorceress of Dirah, di Indonesia. Setelah meraih Ph.D dalam bidang Etnomusikologi dari Wesleyan University, Herbst kembali berada di Bali selama empat bulan pada tahun 1992 untuk menyelesaikan penelitian untuk buku Voices in Bali: Energies and Perceptions in Vocal Music and Dance Theater. Saat ini ia adalah peneliti senior di Department of Anthropology, Hunter College – City University of New York

Alan Feinstein adalah Direktur Eksekutif dari The American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), sebuah yayasan nirlaba yang mengatur program hibah Fulbright di Indonesia. Ia mempunyai karir panjang dalam bidang filantropi, pendidikan, dan kebudayaan di Asia Tenggara melalui perannnya dalam pelbagai yayasan termasuk Ford Foundation, Jakarta (1987-1995); Japan Foundation, Tokyo (1995-2000); Toyota Foundation, Tokyo (2000-2003); dan Rockefeller Foundation, Bangkok (2003-2008, menjabat sebagai Direktur Operasional kantor perwakilan Asia selama dua tahun terakhir pengabdiannya). Setelah meninggalkan Rockefeller Foundation, ia lanjut berkiprah sebagai konsultan UNESCO dan juga Bank Dunia, terutama sebagai pengawas pelbagai proyek pemberdayaan komunitas-komunitas kreatif di Indonesia. Menguasai beberapa bahasa Asia dan Eropa, dan fasih berbahasa Indonesia dan Jawa, Alan adalah narasumber yang tepat dalam mengungkap tata cara kerjasama institusi antar negara berikut peningkatan perannya dalam upaya-upaya pemulangan kembali warisan pusaka Indonesia yang tersebar di banyak pusat-pusat dokumentasi dunia.
Anthony Seeger adalah penulis dari Why Suyá Sing: A Musical Anthropology of an Amazonian People, Cambridge University Press, 1987 dan co-editor dari Early Field Recordings: A Catalogue of the Cylinder Collections at the Indiana University Archives of Traditional Music. Karya-karyanya berfokus pada keterhubungan isu-isu kebangsaan, kebudayaan dan hak asasi manusia; ihwal kenyataan dan tantangan dalam pengarsipan dan kekayaan intelektual; serta teori-teori dan metode penelitian dalam bidang etnomusikologi. Beberapa artikel penting yang baru-baru ini diterbitkan termasuk The Garland Encyclopedia of World Music, Vol 3; The New Grove Dictionary of Music and Musicians, Second Edition, Vol 1; dan Folk Heritage Collections in Crisis, Washington DC. Ia menjabat Direktur Smithsonian Folkways Recordings di Smithsonian Institute (1988-2000). Dia menjabat sebagai Direktur Archives of Music Tradisional di Indiana University dan sebagai profesor di Departemen Antropologi dari tahun 1982 sampai 1988. Dia adalah seorang peneliti dan profesor di Departemen Antropologi di Museu Nacional di Rio de Janeiro tahun 1975 sampai 1982. Seeger adalah Produser Eksekutif semua rekaman yang dikeluarkan pada label Smithsonian Folkways antara 1988 dan 2000, total sekitar 250 rekaman. Ia juga adalah penulis dari siaran tentang musik rakyat Amerika yang disiarkan di BBC pada tahun 1998.
Prof. I Made Bandem, penari Bali, pemusik, penulis dan Rektor ISI Yogyakarta (1997 – 2006. Mendapat gelar master tari dari UCLA, dan gelar Ph.D ethnomusicology dari Wesleyan University, Midleton, Connecticut, Amerika Serikat (1980), serta meraih gelar profesor tari Bali dari College of the Holy Cross di Worcester, Massachussets, Amerika Serikat. Kerap memberikan kuliah tari dan gamelan di berbagai universitas di Amerika Serikat dan melalukan riset yang mendalam terhadap musik tradisional di nusantara. Buku-bukunya antara lain: ’Kaja dan Kelod: Balinesse Dance in Transition’ (1981 yang dicetak kembali 1995), didistribusukan oleh Oxford University Press, Kuala Lumpur, Malaysia, dan mendapat penghargaan di seluruh dunia, ’Prakempa: A Cosmology in Balinese Music’, ‘Wayang Wong in Contemporary Bali’, ‘Traditional Theatre of Indonesia’ dan ‘Encyclopedia of Balinese Dance’s’ yang menjadi acuan untuk mempelajari seni Indonesia. Menerima penghargaan UNESCO Music Council Award (1994), Adhi Karya Award dari Departemen Pos dan Telekomunikasi RI (1992), Dharma Kusuma Award dari pemerintah propinsi Bali (1995) dan Lempad Award dari Sanggar Dewata Painting Association (1998), Habibie Award (2003), Fumio Koizumi Prize (2006). Ia juga menjadi Direktur artistik bagi Indonesia untuk festival seni internasional, seperti : Expo Vancouver-Kanada (1986), Expo Brisbane-Australia (1988), Festival Indonesia di Amerika Serikat (1990, 1991), Expo Sevilla-Spanyol (1992), Hannover Fair di Jerman (1995) dan Indonesia Japan Friendship Festival (1997).
Selengkapnya simak : http://www.bentarabudayabali.wordpress.com. Untuk partisipasi, konfirmasi ke : 089643463130/081239191089.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s