Sinema Bentara KISAH ANAK DALAM SINEMA

Sinema Bentara
KISAH ANAK DALAM SINEMA
Sabtu-Minggu, 4 – 5 Juli 2015, pukul 17.00 – 22.00 WITA

Dunia anak-anak yang jenaka dan murni terbukti menginspirasi para sutradara mumpuni berbagai negeri. Kehidupan mereka berhasil diungkap dengan alami, namun tak jarang juga ada yang gagal, karena tak mudah menuturkannya secara wajar tanpa telampau dibebani perspektif orang dewasa. Sutradara-sutradara besar seperti Giuseppe Tornatore (Itali), Bahman Ghobadi (Iran), Roman Polanski (Polandia), dan Garin Nugroho (Indonesia), seringkali menjadikan tokoh utama dalam filmnya adalah sosok anak-anak yang penuh belitan problematik dan kerumitan hidup sehari-hari. Film-film karya sutradara tersohor ini memperoleh berbagai awards dan penghargaan, sekaligus berhasil menarik simpati dan menggugah kesadaran para penonton untuk memahami dunia anak-anak yang kerap terabaikan tersebut.

Berbagai kisah seputar anak juga sering dijadikan tema oleh para sutradara Indonesia lewat film-film seperti Jendral Kantjil (Teguh Karya), Ratapan Anak Tiri (Sandy Suwardi Hassan), Daun di Atas Bantal (Garin Nugroho); Petualangan Sherina (Riri Riza); Laskar Pelangi (Produser Mira Lesmana); Rindu Purnama (Mathias Muschus); The Mirror Never Lies (Kamila Andini); dan lain sebagainya yang mengedepankan nilai-nilai pantang menyerah, cinta kasih, toleransi, dan perjuangan dengan kemasan yang menghibur.

Memaknai hari Anak Indonesia, tanggal 23 Juli, Sinema Bentara kembali menayangkan beragam film terpilih, termasuk film animasi, karya sutradara peraih penghargaan internasional. Film-film yang akan diputar, di antaranya: Maryam (Sidi Saleh); Le Petit Nicolas (Laurent Tirard); Couleur du peau: miel (Laurent Boileau dan Jung Sik-jun); Chibi Maruko Chan (Yumiko Suda dan Tsutomu Shibayama); Kappa no Sanpei (Toshio Hirata); dan Sputinik (Markus Dietrich).

Acara ini bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Perancis Alliance Franćaise Bali, Japan Foundation Jakarta, Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, Goethe Institut dan Bioskop Merdeka Film.

SINOPSIS FILM

MARYAM (Indonesia, 2014, Durasi: 18 menit, Sutradara: Sidi Saleh)
Didukung oleh Bioskop Merdeka Film

MaryamFilm ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Maryam yang bertanggung jawab merawat majikannya, penderita gangguan mental (autis). Sewaktu malam Natal, seluruh anggota keluarga merayakannya di luar rumah, hanya Maryam yang harus tetap menjaga si sakit. Situasi itu membawa Maryam pada keresahan spiritual, berikut pertanyaan tentang hidup dan mati, di tengah alunan dan doa misa Natal. Film ini memenangkan penghargaan internasional Orizzonti Award pada 71st Venice Film Festival 2014.

LE PETIT NICOLAS (Perancis, 2009, Durasi: 90 menit, Sutradara: Laurent Tirard)
Didukung oleh Pusat Kebudayaan Perancis Alliance Franćaise Bali

Le Petit NicolasFilm Le Petit Nicolas, adaptasi dari komik Prancis berjudul sama karangan René Goscinny (Asterix, Lucky Luke) yang pertama kali terbit tahun 1959. Film ini berkisah tentang si kecil Nicolas (7 tahun), bersahabat dengan teman-teman sekelasnya dari berbagai latar dan karakter: Clotaire, Alceste, Geoffroy, Rufus, Alceste, Elude, dsb, ada yang kaya, miskin, berani, suka makan, suka ngadu, malas, dan lain-lain. Kisah utama film ini berawal dari teman satu kelasnya, Joachim, yang menceritakan tentang si adik yang baru lahir. Joachim tidak begitu menyukai sang adik, karena membuat perhatian orangtuanya menjadi berbeda. Hal ini menimbulkan rasa ketakutan Nicolas akan hal yang sama terjadi pada dirinya, sehingga ketika ia membaca gelagat yang aneh dari orangtuanya seperti yang dikatakan Joachim, Nicolas merancang agar hal tersebut tidak terjadi.

Film ini meraih penghargaan TFO Prize untuk Film Anak-anak Terbaik pada Cinéfranco 2010. Mendapatkan nominasi Film Terbaik pada Cesar Award 2010 dan European Film Awards 2010 serta Cinema Brazil Grand Prize 2011.

COULEUR DU PEAU: MIEL (Perancis-Korea, 2012, Animasi, Durasi: 75 menit, Sutradara: Laurent Boileau dan Jung Sik-jun)
Didukung oleh Pusat Kebudayaan Perancis Alliance Franćaise Bali

couleur de peau-mielFilm Animasi dokumenter karya sutradara Korea- Perancis ini merupakan sebuah film otobiografi tentang Sik Jung-jun, seorang anak yatim piatu Korea yang diadopsi oleh sebuah keluarga Belgia. Film ini memadukan beragam media, seperti: animasi 2D dan 3D serta gambar- gambar arsip.

Film ini meraih penghargaan Audience Award dan UNICEF Award pada Annecy International Animated Film Festival tahun 2012 dan dinominasikan sebagai Film dengan Editing Terbaik pada Magritte Awards 2013 (Belgia).

CHIBI MARUKO CHAN (Jepang, 1992, Animasi, Durasi: 93 menit, sutradara: Yumiko Suda
dan Tsutomu Shibayama)
Didukung oleh Japan Foundation Jakarta dan Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar

Chibi Maruko ChanMomoko, anak perempuan siswa kelas 3 SD, tinggal di Kota Shimizu, Perfektur Shizuoka. Orang-orang memanggilnya “Maruko”. Chibi Maruko-chan adalah animasi populer yang diangkat dari karya Momoko Sakura yang merangkai keseharian si kecil Maruko, keluarga, dan teman-teman dekatnya melalui perspektif unik.

KAPPA NO SANPEI (Jepang, 1993, Animasi, Durasi: 90 menit, sutradara: Toshio Hirata)
Didukung oleh Japan Foundation Jakarta dan Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar

Kappa No senpaiSanpei diidentikan dengan kappa, makhluk mitologi yang hidup di sungai dan danau. Kappa (河童?, ‘anak sungai’) adalah sejenis makhluk air yang dapat ditemukan pada cerita rakyat Jepang. Namun, mereka juga dianggap sebagai bagian dari kriptozologi, karena beberapa orang mengaku melihat Kappa. Pada agama Shinto, mereka dianggap sebagai salah satu suijin (dewa air). Sanpei tinggal bersama kakeknya. Ibunya tiba-tiba hilang secara misterius. Ia tidak pernah membayangkan akan ditarik ke dunia air dan menemukan teman-teman baru yang membantunya menemukan Ibunya di Onikoubedake, tempat rahasia yang dihuni oleh para monster.

SPUTNIK (Jerman, 2012/13, Fiksi, Durasi: 83 menit, sutradara: Markus Dietrich)
Didukung oleh Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut

SputnikBerlatar sebuah desa di Republik Demokratik Jerman pada musik gugur 1989, Fredericke yang merasa hampa karena sang paman harus meninggalkan Jerman Timur, berencana merakit sebuah roket yang mampu memindahkan pamannya, Mike, kembali ke kampung halaman mereka. Tapi sepertinya hasil eksperimen mereka justru berkebalikan dari yang diharapkan. Ketika menyalakan televisi, ia melihat penduduk desanya sedang beramai-ramai bersuka cita di belahan Jerman Barat. Ternyata tembok Berlin telah runtuh, tapi Friedericke terlambat mengetahuinya. Sputnik merupakan film anak-anak yang mengisahkan minggu-minggu terakhir Republik Demokratik Jerman.

Partner:

bioskop merdeka film AF Bali 02 ajapanfoundation200 Logo_Goethe-Institut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s