Sinema Bentara “Peduli Lingkungan Dalam Film Cerita & Dokumenter”

Sinema Bentara
PEDULI LINGKUNGAN DALAM FILM CERITA DAN DOKUMENTER
Jumat – Sabtu, 26 – 27 Juni 2015, pukul 17.00 WITA

Media audio visual umumnya, termasuk film, terbukti memiliki peran sebagai wahana yang menghibur sekaligus dapat menggerakkan kesadaran dan kepedulian masyarakat melalui beragam tema atau isu tertentu.

Sang kreator atau sineas menyadari benar bahwa film memiliki kekuatan yang besar untuk mempengaruhi, menginspirasi publik luas, tentang lingkungan, cinta tanah air, ataupun tema-tema lain yang bertujua mengkritisi kenyataan, seperti apa yang dilakukan Charlie Chaplin lewat Modern Times (1936) ataupun Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan Peraih Nobel Perdamaian 2007, Al Gore melalui film Tahe Inconvinient Truth; berhasil menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya menjaga kondisi bumi dari global warming.

Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 5 Juni, Sinema Bentara menayangkan beragam film terpilih, baik fiksi maupun dokumenter peraih berbagai penghargaan internasional, yang mengangkat tema tentang kepedulian lingkungan berikut kebudayaan asli suatu masyarakat atau native culture society.

Sinema Bentara kali ini bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut, Alliance Francaise Bali, dan Northern Cultural Expression Society. Film-film yang akan diputar di antaranya: Home (Ursula Meier), Dugout Canoe (Northen Cultural Expression Society), Recipes for Disaster (John Webster), dan The Big Sellout (Florian Opitz).

Sinopsis film:
HOME (Perancis, 2008, Durasi 98 menit, Sutradara: Ursula Meier)
Didukung Alliance Francaise Bali

Home_posterFilm Home mengisahkan kehidupan Marthe (Isabelle Huppert) dan Michel (Olivier Gourmet) dan tiga anaknya, tinggal di samping jalan raya yang belum selesai. Suatu hari tanpa peringatan, pekerja konstruksi mulai memperluas jalan raya dan terjadi peningkatan kebisingan dari lalu lintas yang lewat. Putri mereka yang lebih muda, Marion (Madeleine Budd), menjadi terobsesi tentang kualitas dan kebersihan lingkungannya. Dia memperhatikan rumput yang menunjukkan bukti emisi karbon monoksida dan yakin bahwa keluarga akan mati sebelum waktunya, atau mungkin jatuh sakit, sebagai konsekuensi hidup seperti dekat dengan jalan raya.

Film ini meraih penghargaan FIPRESCI Award pada Flying Broom Women’s Film Festival dan Reykjavik International Film Festival; serta Film Terbaik pada Swiss Film Prize. Film ini termasuk dalam nominasi Best Foreign Language Film pada 82nd Academy Awards.

Simak teasernya melalui link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=jkMbyAknaGI

DUGOUT CANOE (Dokumenter, 2009, Northern Cultural Expression Society)
Didukung Northern Cultural Expression Society

Kwanlin Dunn Cultural Center Ground Breaking and Canoe Gifting, Whitehorse, Yukon River waterfront;

Selama musim panas tahun 2009, ide untuk mewujudkan proyek pembuatan kano direalisasikan. Ada 19 pemahat yang setuju untuk meninggalkan semua perangkat teknologi dan menghabiskan waktu mereka di kamp tenda di Yukon River untuk turut dalam proyek pembuatan kano. Diperlukan waktu sekitar 10 minggu bagi para pemahat untuk menyelesaikan sebuah kano tradisional yang indah tersebut hingga mendayung sampan ke hilir. Dalam kegiatan tersebut, mereka bersuka cita bersama anggota keluarga, saling bahu membahu, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional.

Simak teasernya  melalui link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=a2SsXD_228A

RECIPES FOR DISASTER (Finlandia, 2008, 85 menit, Sutradara: John Webster)
Didukung Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut

Scene Film Recipe for DisasterSutradara John Webster membahas bagaimana seseorang dapat ikut serta menangani masalah perubahan iklim. Untuk jangka waktu tertentu selama setahun dia dan keluarganya mencoba hidup secara ekologis berdasarkan ukuran yang dapat diterima secara global – antara lain dengan menolak mobil, listrik atau barang-barang plastik dan juga melalui perubahan radikal dalam pola makan, mereka hanya mengkonsumsi produk regional. Dalam film ini dia tidak hanya menyerang ketidakselarasan antara gaya hidup yang nyata dan yang bisa dicapai di masa depan, melainkan diperlihatkan juga bahwa perubahan itu membawa keuntungan, yaitu peningkatan kualitas hidup. Film ini meraih penghargaan Film Dokumenter Terbaik pada Jussi Awards 2009 dan Norddisk Panorama 2008.

Simak teasernya melalui link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=qlm6GvxdlRE

DER GROßE AUSVERKAUF/ THE BIG SELLOUT (Farbe, 2006, 94 menit, Sutradara: Florian Opitz)
Didukung Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut

scene film the big sell outFilm ini mengisahkan perihal pengamatan empat kasus dalam empat bidang di empat kontinen: seorang masinis Inggris, seorang ibu di Filipina, seorang aktivis listrik di Afrika Selatan dan penduduk kota di Bolivia yang berperang menentang privatisasi dan akibatnya bagi masyarakat. Melalui film ini, sutradara hendak menunjukkan fenomena privatisasi dari fasilitas publik yang memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Film ini meraih penghargaan Adolf Grimme Award kategori Information & Culture pada tahun 2009, dinominasikan dalam Film + 2007, dan nominasi film terbaik pada Jihlava Intrenational Documentary Film Festival 2007.

Simak teasernya melalui link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=00KYPsQSG10

Jadwal Pemutaran Film

Jumat, 26 Juni 2015
17.00 Recipes for Disaster
19.00 Home

Sabtu, 27 Juni 2015
17.00 The Big Sell Out
19.00 Diskusi
Narasumber: Naniek Kohdrata, SP., MLA (Dosen Universitas Udayana)
20.00 Dugout Canoe

Partner:
logo Northern Cultural Expression Society

AF Bali 02 aLogo_Goethe-Institut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s