Dialog Budaya “Sastra, Etnisitas dan Kekerasan Struktural Terhadap Perempuan”

Dialog Budaya
SASTRA, ETNISITAS DAN KEKERASAN STRUKTURAL TERHADAP PEREMPUAN
Selasa, 16 Juni 2015, pukul 19.00 WITA

Kekerasan memiliki banyak wajah dan banyak nama. Kekuasaan berbicara tentang dominasi kelompok superior atas kelompok bawahan (subordinasi). Karena itu, kekuasaan secara alami cenderung memanfaatkan kekerasan untuk mempertahankan dominasinya. Tanpa praksis kekuatan, dominasi kelompok superior akan terancam. Karena itu, kekerasan dan subordinasi tidak dapat dipisahkan. Keduanya hadir di tingkat negara. Kondisi ini juga dialami masyarakat adat setempat, di tempat umum maupun di dalam rumah; bahkan di alam bawah sadar mereka dan menempatkan mereka sebagai korban. Dalam novel Isinga, perempuan dan anak-anak adalah korban penindasan oleh budaya patriarki di tingkat masyarakat lokal, dan korban sebuah sistem kekuasaan yang lebih besar dari negara.

Dialog budaya_Cover buku IshingaRantai kekerasan harus dipatahkan. Tetapi dimulai dari mana? Roman Isinga karya Dorothea Rosa Herliany memperlihatkan praksis kekuasaan dan budaya kekerasan yang menempatkan perempuan pada titik nol – titik di mana, perempuan dianggap tidak ada, bahkan tidak menjadi diri mereka sendiri. Perempuan Papua bersama-sama harus didorong untuk mengenali struktur sosial saat ini dan bentuk kekuasaan, sehingga mereka dapat mendefinisikan keberadaan mereka dan menahan siklus kekerasan yang memenjarakan mereka. Isinga adalah novel inspiratif tentang perjuangan untuk mencapai perdamaian dengan menggunakan cara-cara non-kekerasan.

Berangkat dari novel tersebut, Robert B. Baowollo, peneliti konflik etno-religius dan isu-isu multikulturalisme, serta konsultan pendidikan untuk perdamaian, akan membahas perihal etnisitas dan kekerasan struktural terhadap perempuan. Sebagai pembicara pembanding adalah Dewi Yuri Cahyani, dosen  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana

Robert B Baowollo 2Robertus Bala Baowollo, lahir di Flores Timur, NTT, 7 Juni 1957. Ia merupakan lulusan S2 Universität Hamburg, Jerman (1996) dan juga menamatkan S2 Universitas Gadjah Mada (2005), Sekolah Pascasarjana Program Studi Ketahanan Nasional, Konsentrasi Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik, – Universitas Gadjah Mada. Dosen di FKIP Universitas Pattimura (1985-1991), konsultan/evaluator independen the Northeast Aceh Disaster Management Project – Japanese Red Cross Society (JRCS & Palang Merah Indonesia, 2009), pengajar Pascasarjana UGM Program Ketahanan Nasional (2011), instruktur di Center for East Indonesian Affairs (CEIA) Jakarta (2003), dll. Pernah menjadi staf ahli pada Bidang Pensosbud KJRI Hamburg (1997-2002), kontributor Indonesia untuk Nord-Sud-Dialog for Peace yang diselenggarakan oleh Carld-Duisburg Gesellschaft, Bremen – Jerman, dalam rangka World Peace Forum (2002), kontributor pada Fifth International Conference on Adult Education (CONFINTEA), UNESCO, Hamburg (1997), dll. Beberapa bukunya antara lain: Kekuasaan Sebagai Wakaf Politik – Manajemen Yogyakarta Kota Multikultur (Herry Zudiyanto), Penerbit Kanisius Yogyakarta, 2008, Menggugat Tanggung Jawab Agama-Agama Abrahamik Bagi Perdamaian Dunia, Penerbit Kanisius Yogyakarta, 2010, Kekerasan Di Tanah Papua: Komunalisme, Separatisme, Dan Secessionism’ Dalam Indonesia Bergerak – Percik Pemikiran Komunitas Sekip untuk Perubahan, 2012. Editor: Agus Pramusinto & Erwan Purwanto, Penerbit: MAP dan MKP UGM bekerjasama dengan Pustaka Pelajar, dll.

Dewi Yuri Cahyani, merupakan lulusan S2 Universitas Indonesia (2005), dan menamatkan S1 di Universitas Diponegoro dengan konsentrasi studi Ilmu Komunikasi. Ia pernah mengikuti pelatihan dan pendidikan seperti Basic Training on Journalism di Kompas dan Manunggal (1998) hingga sebagai Knowledge Management for Organization di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (2008). Pernah menjadi Researcher: Acehnese Women in Mass Media Portrayal pada Komnas Perempuan (2006), sebagai Drafter: WHRDs manual pada  APWLD (Asia Pasific Forum on Women, Law, & Development) & Forum Asia (2006). Saat ini aktif sebagai anggota dalam Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK) dan Indonesian Solidarity for Change (SIPerubahan), Fasilitator dalam kursus singkat dalam International Criminal Law & Transitional Justice, dan dosen pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s