Workshop & Diskusi Seni Rupa Serangkaian Pameran “Heart Spirit”

Workshop dan Diskusi Seni Rupa
SERANGKAIAN PAMERAN “HEART SPIRIT”
Workshop “Ragam Hias Bekayu”: Sabtu, 9 Mei 2015, pukul 16.00 WITA
Diskusi Seni Rupa : Selasa, 12 Mei 2015, pukul 18.30 WITA

Karangasem atau Amlapura, berikut sebutan lainnya, sebagaimana kabupaten-kabupaten dan wilayah-wilayah di Bali, tentulah menghadapi aneka perubahan. Sejalan dengan sejarah panjangnya, setiap wilayah sosial kultural tersebut mengalami sekian transformasi dan akulturasi. Kita dapat melacak jejaknya pada aneka bidang kesenian, baik seni-seni pertunjukkan, seni rupa, maupun sastra, dan lain-lain.

Karangasem juga dikenal memiliki aneka karya-karya seni tradisi yang khas dan langka, sebagai contoh saja, misalnya Gong Beruk di Desa Bangle, Kecamatan Abang, Reong Bambu di Desa Telun, Kecamatan Sidemen, termasuk Cakepung, dll. Di bidang sastra modern, layak dicatat pula nama Nyoman Tusthi Eddy, Cok Sawitri, IBW Keninten, IDK Raka Kusuma, Komang Berata dan Wayan Arthawa. Tak boleh dilupakan, Ni Tanjung, perupa Art Brut yang mendapat apresiasi luas, memperoleh Anugerah Bentara Budaya bersama 9 seniman sepuh terpilih lainnya dari seluruh Indonesia, serta karyanya sempat dipamerkan di Museum Art Brut, Swiss.

Serangkaian pameran “Heart Spirit”, digelar diskusi seni rupa, yang akan memperbincangkan perihal keberadaan Komunitas Lempuyang yang telah berdiri sedari tahun 1989, berikut aneka kemungkinan dan potensi kreatif kabupaten Karangasem, baik di bidang seni rupa maupun lainnya. Sebagai pembicara diskusi adalah Ida Wayan Oka Granoka, I Made Budhiana dan I Wayan Setem, S.Sn, M.Sn., serta para seniman Komunitas Lempuyang.

Rangkaian pameran ini akan dimaknai pula dengan workshop membuat ragam hias Bekayu bersama Komunitas Lempuyang. Bekayu merupakan jenis jajanan khas yang dipergunakan untuk keperluan upacara adat atau disebut juga jaje giling. Selain membuat bermacam jajanan bekayu untuk sarad, jerimpen, tebog, sumbu dan lain-lain, akan dieksplorasi pula aneka kreasi motif bekayu yang berangkat dari motif-motif tradisional yang telah ada selama ini.

Profil pembicara :

Ida Wayan Oka Granoka, kelahiran Budakeling, Bebandem, Karangasem. Ia merupakan pemikir kebudayaan dan kesenian di Bali. Selain sebagai dosen di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana, ia juga merupakan pendiri Sanggar Bajra Sandhi (1991). Ia juga tercatat sebagai penulis sejumlah buku, di antaranya ”Reinkarnasi Budaya”, ”Memori Bajra Sandhi”, dll. Ia juga meraih sejumlah penghargaan bidang seni budaya, antara lain Penghargaan Sastra (Yantra) dari Pemerintah Kota Denpasar (2003), Penghargaan Maestro Seni Tradisi dari Menteri Kebudayaan dan Periwisata RI (2008), Anugerah Kebudayaan, Presiden RI (2009), Piagam Dharma Kusuma (budayawan), Gubernur Bali (2011), Parama Budaya, Penghargaan Budaya dan Aksara, Denpasar Bali (2015).

Made Budhiana, lahir di Denpasar, 27 Maret 1959. Seniman lulusan ISI Yogyakarta ini telah berpameran tunggal di antaranya Art, Shit & Parasite, Bentara Budaya, Bali (2011), di Maha Art Gallery, Sector, Sanur (2010), The Northern Territory Museum of Art and Sciences, Darwin, Australia (1989), dan Cemeti Modern Art Gallery, Yogyakarta (1989), dll. Turut pula dalam pameran bersama seperti Perjalanan Rasa, Maha Art Gallery, Bali (2012), Bamboo Festival, Bentara Budaya Bali (2009), Six Masters From Bali, Maha Art Gallery, Sanur (2009), Entitas Nurani, Art Centre Denpasar – Bali (2008) dan Ilustrasi Cerpen KOMPAS”, Gramedia, Jakarta (2008), Art Forum @ ARTSingapore 2004, Suntec City, Singapore (2004), “Understanding Contemporary Southeast Asian Art” Valentine Willie Fine Art, Kuala Lumpur (2003). Belakangan ia kerap diundang untuk pameran berskala nasional dan internasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s