Pustaka Bentara “Enam Mata Tentang Banyuwangi”

Pustaka Bentara
ENAM MATA TENTANG BANYUWANGI
Minggu, 10 Mei 2015, pukul 09.00 WITA

PUSTAKA_cover buku bwi - Copy Pustaka Bentara kali ini mendialogkan buku bertajuk “Enam Mata Tentang Banyuwangi”. Buku karya tiga penulis berbeda latar dan usia, Hasnan Singodimayan (84), Hasan Basri (48) dan Antariksawan Jusuf (49) ini, menimbang Banyuwangi dalam aneka perspektif.

Topik-topik dalam buku ini merupakan rangkuman makalah, catatan-catatan pribadi dan artikel, ditulis dalam bahasa Using, Indonesia dan Inggris. Ketiga penulis buku ini akan hadir di Bentara Budaya Bali, bertukar pandangan dan gagasan melalui Pustaka Bentara, kerjasama dengan Pustaka Larasan.

PUSTAKA_HASNAN SINGODIMAYANHasnan Singodimayan, lahir di Banyuwangi, 17 Oktober 1931. Menulis puisi, cerpen dan esai sejak usia muda, dimuat di harian Terompet Masyarakat Surabaya, Surabaya Post, Bali Post, Gandrung Pos, Banyuwangi Pos, dan Gema Blambangan. Pernah menjadi Ketua Himpunan Seni Budaya Islam Banyuwangi, Koordinator Badan Koordinasi Kesenian dan Kepariwisataan Banyuwangi, dll. Beberapa tulisan dan novelnya antara lain: Posisi Budaya Osing dalam aneka Kebudayaan Jawa Timur, Yang Gandrung Penari dan Kerudung Baju Selubung (novel), Badai Selat Bali (novel) serta Suluk Mu’tazilah. Bukunya Niti Negari Bala Abangan tengah dalam proses diterjemahkan ke bahasa asing.

PUSTAKA_Hasan Basri - CopyHasan Basri, lahir di Banyuwangi 6 Juni 1967. Aktif di Dewan Kesenian Blambangan (sejak tahun 1994) dan Anggota Aliansi Masyarakat Ada Nusantara (AMAN). Selain menjadi Wakil Ketua DKB, kini bersama Komunitas Adat Osing sedang membangun kemandirian komunitas adat melalui Lembaga Masyarakat Adat Osing (LMAO) dan Rumah Budaya Osing (RBO) di Kemiren. Ia juga merupakan anggota tim pengembang kurikulum Bahasa Using, dan terlibat dalam menyusun buku bahan ajar Bahasa Using. Menulis beberapa buku tentang sejarah Blambangan. Melakukan pendampingan komunitas seniman gandrung bersama Desantara Culture Studies atas dukungan Ford Foundation tahun 2006-2008. Mengelola majalah Seblang terbitan DKB, Anggota Redaksi Majalah Lontar yang diterbitkan Balai Bahasa Surabaya.

PUSTAKA_Antariksawan jusufAntariksawan Jusuf, lahir di Banyuwangi 5 Februari 1966. Pernah menjadi reporter Majalah Berita Bergambar Jakarta-Jakarta dan di Kantor Berita Prancis AFP. Mendapat beasiswa dari Uni Eropa belajar jurnalistik televisi di Deutscher Journalisten Schule di Munchen Jerman. Sempat magang di stasiun televisi ARD di Dusseldorf dan West Deutscher Rundfunk (WDR) Koln dan belajar di Limburg University Maastricht Belanda. Menulis untuk majalah televisi Television Business International London, The Jakarta Post, The Indonesian Observer, Jawa Pos dan koran olahraga Top Skor, kini bekerja di TVOne.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s