WORKSHOP CERPEN KOMPAS 2015

WORKSHOP CERPEN KOMPAS 2015
Jumat, 22 Mei 2015, Pukul 08.00 – 17.00 WITA

kompasSerangkaian perayaan 50 Tahun harian Kompas yang berpuncak pada bulan Juni, digelar Workshop Cerpen Kompas 2015 yang dipusatkan di beberapa kota di Indonesia, antara lain: Padang Panjang (11 Mei 2015), Bandung (25 Mei 2015), Makassar (3 Juni 2015), Jakarta (9-10 Juni 2015) dan Denpasar (22 Mei 2015).

Workshop di Denpasar dilaksanakan di Bentara Budaya Bali, sebagai narasumber adalah sastrawan Budi Darma dan Gde Aryantha Soetama. Workshop cerpen ini diikuti 30 peserta terpilih yang telah lolos seleksi oleh dewan kurator. Khusus penyelenggaraan yang terpusat di Denpasar, diikuti peserta dari daerah Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB. Hingga agenda ini disusun, peserta yang mendaftar untuk seleksi Workshop Cerpen Kompas 2015 di Denpasar tercatat 106 orang.

Persyaratan Seleksi Calon Peserta:
1. Peserta workshop berasal dari kota tempat penyelenggaraan dan kota-kota di sekitarnya yang berdekatan (Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT).
2. Peserta Workshop Cerpen Kompas 2015 adalah mereka yang telah dinyatakan lolos seleksi oleh tim kurator.
3. Para kurator akan memilih 30 peserta dari sejumlah kota di wilayah penyelenggaraan Bali untuk mengikuti workshop cerpen
4. Calon peserta workshop wajib mengikuti seleksi dengan mengirimkan minimal 2 (dua) karya cerita pendek (cerpen) beserta biografi pendek kepenulisan lewat email dengan alamat: workshopcerpenkompas2015_bali@yahoo.com.
5. Karya cerpen yang dikirimkan tidak harus karya terbaru. Karya yang sudah pernah dimuat di media pun diperbolehkan, asalkan benar-benar karya sendiri.
6. Para calon peserta workshop yang dinyatakan lolos seleksi akan dihubungi panitia lewat email dan atau telepon.
7. Panitia tidak menanggung biaya transportasi dan akomodasi selama peserta mengikuti workshop. Panitia menyediakan konsumsi (snack pagi, makan siang dan snack sore) selama workshop.
8. Panitia tidak memungut biaya pendaftaran bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi.
9. Seluruh peserta diharuskan membawa komputer jinjing (laptop) untuk kebutuhan pelatihan menulis,
10. Selama mengikuti workshop peserta diwajibkan mengenakan ID Card yang disediakan panitia
11. Peserta akan memperoleh souvenir berupa buku Kumpulan Cerpen Kompas tahun lalu, block note, ballpoint, paperbag.
12. Bagi peserta yang lolos seleksi, terpilih mengikuti workshop cerpen kompas yang berasal dari luar kota, panitia bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali menyediakan fasilitas akomodasi selama tiga hari (21-23 Mei 2015) di Wisma Bentara Budaya Bali, dengan fasilitas kamar AC (dengan kapasitas 15 orang).

Sekilas tentang narasumber :
budi darma 2Prof. Dr. Budi Darma, M.A, lahir 25 April 1937 di Rembang, Jawa Tengah. Pernah mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat dan meraih gelar M.A. dari Universitas Indiana, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Selain sebagai dosen, Budi sempat pula menjadi Rektor di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) (dahulu IKIP Surabaya). Budi Darma membimbing cerpenis dan esais muda berbakat dari Brunai Darussalam, Indonesia, dan Malaysia dalam wadah Program Penulisan Mastera (1998—1999). Hasil karya Budi Darma berbentuk cerita pendek, novel, esai, dan puisi yang tersebar di berbagai media massa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Novelnya, Olenka (1983), mendapat Hadiah Pertama Sayembara Mengarang Roman DKJ 1980 dan sekaligus memperoleh Hadiah Sastra DKJ 1983. Tahun 1984 dia menerima Hadiah Sastra ASEAN. Ia juga memperoleh Penghargaan Sastra Dewan Kesenian Jakarta, SEA Write Award. Ia juga sering diundang untuk melakukan penelitian, khususnya mengenai sastra Inggris atau Amerika. Beberapa kali Budi Darma meraih penghargaan Cerpen Terbaik Pilihan Kompas, antara lain untuk cerpen ‘Derabat’  (1999),  ‘Mata Yang Indah’ (2001) dan “Laki-Laki Pemanggul Goni” (2013).Ia juga meraih Penghargaan Pengabdian Penulisan Cerpen dari Kompas (2003), Satyalencana Kebudayaan dari Presiden RI (2003), Achmad Bakrie Award dari Freedom Institute (2005), Anugerah Sastra Majelis Sastra Asia Tenggara dari Brunei (2011), Cendikiawan Berprestasi Pilihan Kompas (2013),

Di tengah macam-macam kesibukannya, ia tercatat sebagai Chief Editor Modern Literature of ASEAN terbitan COCI (Committee on Cultural Information) ASEAN, 2000. Buku ini mengenai sastra di tujuh negara ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

WORKSHOP CERPEN_Gde-Aryantha-Soethama-foto-BWGde Aryantha Soethama mulai belajar menulis ketika remaja, dengan menulis puisi. Ia kemudian menulis cerita pendek, laporan perjalanan, dan karya jurnalistik, untuk surat kabar di pulau kelahirannya, Bali, serta sejumlah majalah dan koran Jakarta. Aryantha pernah menjadi wartawan, koresponden, dan pemimpin redaksi. Laporan jurnalistiknya tentang desa terbaik dibukukan dalam Sang Juara, Sembilan Desa Terpilih di Bali (1995). Bukunya yang lain Bolak Balik Bali (Arti Foundation, 2006) ditetapkan sebagai buku nonfiksi terbaik oleh Pusat Bahasa (2006). Kumpulan cerpennya Mandi Api (Penerbit Buku Kompas, 2006) meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (2006), diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadiOrdeal by Fire (2009) oleh Vern Cork. Ia menetap di Denpasar, menjadi penulis lepas, sembari mengurus percetakan dan penerbitan. Cerpen-cerpennya banyak diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, bahkan dua cerpennya terpilih sebagai Cerpen Pilihan Kompas (1993 dan 1994).

Selain praktik workshop penulisan, program ini juga akan dirangkaikan dengan Malam Apresiasi Sastra berupa pertunjukan dramatisasi cerpen, pemutaran film dokumenter, dan renungan Kebudayaan oleh Budi Darma.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s