Pentas Musik Gangsadewa Ethnic Ensemble “Giri Bahari”

Pentas Musik Gangsadewa Ethnic Ensemble
GIRI BAHARI
Sabtu, 11 April 2015, Pukul 19.00 WITA

Setelah melawat ke beberapa negara, mempresentasikan karya musik etnik kontemporer nusantara, komposer bereputasi internasional Memet Chairul Slamet dan Gangsadewa Ethnic Ensemble akan tampil di Bentara Budaya Bali. Kali ini akan mempresentasikan karya musik yang mengelaborasi nilai-nilai yang terangkum dalam filosofi “Giri Bahari”. Filosofi ini dalam local wisdom Bali dikenal sebagai konsep Segara Giri atau Nyegara Gunung, yakni konsep harmonis yang mempertautkan kehidupan sosial kultural pegunungan dan pesisir(lautan) dalam satu kesatuan Nilai, menjadi acuan dalam kehidupan keseharian maupun ritual serta upacara.

Gangsadewa (2)

Gangsadewa adalah kelompok ethnic ensembel dari Yogyakarta, berdiri tahun 2004 dan telah menghasilkan empat album. Personilnya antara lain; Memet Chairul Slamet (komposer) Dodi Precil (perkusi), Haris (sapek, kecapi, gambus), Herry (kecapi, bonang, cak), Herman (gitar) dan Putri (perkusi, jembe, vokal). Kelompok ini mulai tampil pada Yogyakarta Contemporary Music Festival 2004, memainkan Slendro in A.

Kelompok ensembel pimpinan Memet ini kerap mengedepankan bentuk-bentuk musik yang eksperimental: mengkomposisi beberapa bunyi —dengan tetap mempertahankan prinsip dasar musik agar nyaman didengar. Harmoninya terjaga kuat, menghasilkan paduan bunyi yang sugestif dan imajinatif, di mana masing-masing tetap mencerminkan karakternya. Kelompok ini berkeyakinan bahwa setiap unsur bunyi yang dihasilkan dari instrumen-instrumen musik pada hakikatnya mewakili nilai budaya tempat alat musik itu berasal. Alat musik modern maupun tradisional pasti mempunyai sejarah dan filosofinya masing-masing. Sebagai komposer, Memet merasa memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga keluhuran yang terkandung di dalam alat musik tersebut pada setiap cipta karyanya.

Karya/album Gangsadewa antara lain Milangkori, Ruang Bunyi (2006), Nyanyian Nusa, Culture Movement, Overture, Angin dari Bukit (2007), Sound of Imagination, Tune, Mixture (2008), Water N I (2009) dan Menunggu “Batu Bernyanyi” (2011).

Giri Bahari adalah eksplorasi dari tema utama Bentara Budaya tahun 2015, yakni “Jaya Giri Jaya Bahari”, terefleksikan dalam berbagai kegiatan seni budaya, antara lain; Pameran Asam Garam Bentara, Bali Tempo Doeloe, Sinema Bentara, Pertunjukan Musik, Seminar Kemaritiman dan lain-lain.

Gangsadewa_memet 2Memet Chairul Slamet belajar komposisi pertama kali pada Yoesbar Djaelani. Kini ia menjadi pengajar di Pascasarjana ISI Yogyakarta. Meski dibesarkan dalam tradisi musik Barat yang absolut, namun spirit bermusiknya mampu menggedor perspektif musik yang ta lazim, seperti pada konser tunggalnya “Sketsa Musik” dan “Jiwa-Jiwa Mati”, dengan mencoba mengemas pagelaran musik dalam semangat orkestra yang megah dan teaterikal. Sementara konser tunggalnya “Nyanyian dari Seberang” mampu menghadirkan mozaik musik tradisi nusantara.

Tahun 2003, mengambil studi pascasarjana di Program Studi Penciptaan Seni STSI Surakarta. Sederet karyanya antara lain; musik tari “Kabut Jingga di Atas Segaran” ditampilkan di Sriwedari in Performing Arts FSS 2003, juga “Doa Anak Negeri” (2003). Akhir tahun 2004 ia menggelar “Sound of Imagination 3” di diskotik Papilon Jakarta dan tahun 2005 menggelar karya tunggalnya yang sekaligus tugas akhir S2 di STSI Surakarta bertajuk “Kidung Nusaraya”. Pertunjukannya yang lain di antaranya: “Temangsang di Kaki Langit” (2005), “Ruang Bunyi” pada Festival Bengawan Solo (2006), “Angin dari Bukit” pada Festival Riak Donggala Sulteng (2007), dan lainnya.

IMG_3423Bersama Gangsadewa Ethnic Ensembel menggelar konser “Nyanyian Nusa” di Bentara Budaya Jakarta (2007), “Culture Movement” di FSS dan pada acara Perth Royal Show (2007), tampil di Solo Internasional Etnik Music (2008), mementaskan komposisi musik eksperimenal dengan tajuk “Batu Bernyanyi” di Bentara Budaya Jakarta (2011), dll. Melakukan roadshow bersama Gangsadewa ke 4 kota di Australia (2010) dan telah berpentas pula di Jepang. Memet juga aktif di Dewan Kebudayaan Kota (DKK) Yogyakarta, Pendiri Indonesia Wind Orkestra (IWO), pendiri Ensemble Musik Anak Yogyakarta, dll. (dirangkum dari berbagai sumber).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s