Pameran Kelompok Suka Parisuka Yogyakarta “Atas Nama Benda”

Pameran Kelompok Suka Parisuka Yogyakarta
ATAS NAMA BENDA
Pembukaan : Jumat, 30 Januari 2015, Pukul 19.00 WITA
Pameran untuk umum : 31 Januari – 7 Februari 2015, Pukul 10.00 – 18.00 WITA
Diskusi seni rupa : Sabtu, 31 Januari 2015, Pukul 18.30 WITA

Pada setiap benda seringkali ada tanda, dan dalam sebuah tanda selalu terdapat makna. Sebatang pipa rokok dalam lukisan pelukis Perancis, Renne Magrite, sepintas hanyalah sekadar benda biasa yang dapat ditemukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun ketika tersemat sebaris teks di bawah gambar dengan bunyi: leci n’est pas une pipe – yang artinya: ini bukan pipa – maka yang terjadi adalah multi interpretasi, penggugatan, penjungkirbalikan persepsi, bahkan menjadi kajian filsafat yang tak kunjung selesai untuk di bahas pada buku Michel Foucault.

???????????????????????????????

Dalam kesenian, kita mengenal apa yang di sebut dengan: simbol, metafor, analogi, kode, logo, ataupun tanda. Sesederhana apapun sebuah objek, apabila kita cermati lebih seksama selalu ada jejak yang tertinggal di sana, meskipun itu hanya rumput, daun, bunga, kursi, gelas, atau apapun yang tertemu dihadapan kita. Sebuah apel dengan tanda gigitan pada permukaan kulitnya bagi kita hanyalah sebutir buah bekas dimakan orang lain, namun tidak bagi Steve Jobbs dengan produk Macintosh-nya. Sebab apel merupakan representasi dari pengetahuan, buah dari surga yang dimakan oleh Adam dan Hawa supaya mengetahui rahasia alam semesta.

Benda yang semula dianggap biasa, dengan kajian tertentu, alih fungsi, dan apropriasi, tiba-tiba berubah menjadi benda yang berbeda, bahkan tidak jarang bersinggungan dengan sesuatu yang bersifat sensitif dan politis. Apa jadinya apabila dua lembar kain beda warna – merah dan putih – di satukan dengan jahitan, kemudian digunakan lagi sebagai pembersih lantai? Atau coba silangkan sebuah palu dengan sebilah sabit di atasnya, barangkali yang terlihat tidak lagi sekadar alat pukul bertindihan dengan pemotong rumput, namun stigma buram dan prasangka berlebihan pada salah satu ideologi terlarang di masa lalu?

Pameran dengan tema still life atau melukis alam benda yang akan dipamerkan di Bentara Budaya Bali ini merupakan kelanjutan kolabarasi serupa dari komunitas “Suka Parisuka” yang sudah berlangsung di Bentara Budaya Yogyakarta beberapa waktu lalu. Tema alam benda di sini bukanlah hanya memindahkan citra objek apa adanya secara artifisial pada bidang kanvas, tetapi sebuah upaya menghadirkan benda berdasarkan dari hasil kajian, interaksi, dan identifikasi ulang objek itu sendiri. Sebagai ilustrasi, kita tahu apapun produk alam: tumbuhan maupun tanaman, entah itu dari batangnya, ranting, daun, ataupun bunga, selalu menarik menjadi objek estetika karya seni. Namun, selembar daun genjer bila dieksplorasi lebih jauh lagi – bagi yang paham sejarah politik bangsa ini – barangkali yang terlihat bukan lagi dedaunan biasa, melainkan sebuah narasi dari penggalan peristiwa kelam masa lalu yang coba dilupakan.

Tidak ada ide besar dalam kesenian, sebab yang ada hanyalah usaha besar untuk mewujudkan gagasan yang semula biasa menjadi luar biasa. Sebutir kerikil akan tetap saja menjadi sebuah batu kecil jika tanpa keinginan besar merubahnya menjadi gunung. Semoga pameran dengan tema “still life” ini tidak berhenti pada keadaan yang bersifat still, namun diharapkan menjadi sesuatu yang life, selalu hidup, dan bergerak.

Pameran ini diikuti para perupa pesohor yang berkarya dan bermukim di Yogyakarta, antara lain ; Melodia, Wayan Cahya, Bambang Pramudiyanto, Dyan Anggraini Hutomo, F. Sigit Santoso, Bambang Herras, Edi Sunaryo, Putu Sutawijaya, Jumaldi Alfi, Hari Budiono, Ridi Winarno, Budi Ubrux, Ivan Sagito, Kartika Affandi, Hadi Soesanto, Yuswantoro Adi, Djoko Pekik.
Serangkaian pameran akan dimaknai pula dengan diskusi seni rupa terkait tema eksibisi ini dan komunitas Suka Parisuka.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s