Pemeran Seni Rupa Dua Dimensional “EKSISTENSI DAN ESENSI HITAM PUTIH”

Pemeran Seni Rupa Dua Dimensional

“EKSISTENSI DAN ESENSI HITAM PUTIH”

Pembukaan        : Kamis, 27 November 2014, pukul 18.30 WITA

Pameran untuk umum : 28 November – 7 Desember 2014, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Pameran tiga sekawan bertajuk “Eksistensi dan Esensi Hitam Putih”, menghadirkan karya-karya sketsa dari Romo Mudji Sutrisno, seni gambar karya Sam Bimbo dan I Gusti Nengah Nurata.

Pameran seni rupa dua dimensi ini adalah upaya ketiga perupa untuk mengeksplorasi nuansa hitam putih hingga ke ambang batas paduannya, abu-abu. Proses cipta para seniman ini bertaut erat dengan alternatif penggunaan alat dan bahan, yakni  tinta hitam, medium air, pensil, dan kertas putih sebagai bidang dua dimensional penciptaan karya. Beberapa di antaranya menghadirkan karya-karya dengan medium acrylic.

Esensi hitam-putih adalah intisari dari bahasa rupa tiga sekawan ini yang mengekspresikan pikiran, ucapan, dan perilaku manusia yang positif (nilai kebaikan, kebenaran, kebijaksanaan, kemuliaan, kejujuran, keadilan, keberadaban), juga yang negatif (nilai kejelekan, kesalahan, kebrutalan, kekotoran, kecurangan, keserakahan, kebiadababn). Di samping itu, ketiganya mengeksplorasi perbauran antara nilai positif dan negatif (abu-abu) justru untuk meraih kontemplasi pengagungan kemahabesaran Tuhan dengan segala ciptaan-Nya, dan pemuliaan kemahasucian Tuhan –menyiratkan “pesan moral” atau makna yang terkandung di dalamnya.

foto NurataI Gusti Nengah Nurata, lahir di Tabanan, Bali, 1 Juni 1956, adalah seniman dan pengajar seni lukis di FSRD ISI Surakarta. Sedari tahun 1969 sampai kini sering pameran seni rupa di dalam dan luar negeri serta beberapa kali mewakili negara dalam event negara-negara Non-Block, ASEAN dan Asia, antara lain di Indonesia, Malaysia, Singapore, Philipinna, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Perancis, New Zealand, dll. Tahun 2012 berpameran Solo Painting and Drawing Exhibition “REALITY IN IMAJINATIVE, SYMBOLIC AND PHILOSOPICAL VISUAL METAPHORS” at Main Gallery, California Institute of The Arts, Los Angeles, and at Center for World Music, San Diego, USA. Aktif pula mengajar dan memberikan workshop di berbagai tempat di dalam dan luar negeri.

karya nurataMeraih berbagai penghargaan seni antara lain : “Karya Seni Lukis Cat Air” terbaik dari STSRI “ASRI” Yogyakarta, Indonesia (1978), “I Gusti Nyoman Lempad Prize” untuk karya seni lukis terbaik dari Sanggar Dewata Indonesia (1982), Award Certificate in Recognition of Successful Participation in The First ASEAN Youth Painting Workshop and Exhibition, Held in Bangkok, Thailand (1983), Award Certificate of Nation Culture Promotion through the Painting and Drawing Solo Exhibition and Workshop in Wellington, New Zealand, from Indonesia Ambassador in New Zealand (2000), Piagam Budaya sebagai “Seniman Terpujikan”. Anugerah ini diberikan atas cipta, karsa serta karya kreatif dan inspiratif dalam upaya Pembangunan Karakter dan Pekerti Bangsa Indonesia   dari Yayasan Seni Rudana, Bali (2011), dan banyak lainnya.

Rm Mudji SutrisnoRomo Mudji Sutrisno, lahir di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, 12 Agustus 1954. Meraih gelar Doktor Filsafat di Universitas Gregoriana, Italia tahun 1986. Pernah pula menjabat wakil dan anggota PEN (Perhimpunan Penulis, Novelis, Esais, Penyair Indonesia), serta salah satu pendiri yayasan Pitaloka. Buku yang pernah diterbitkannya antara lain, Zen dan Fransiskus (1983), Kata Jadi Sapa (1990), Estetika; Filsafat Keindahan (1993), Getar-Getar Peradaban (1994), Agama Wajah Cerah dan Wajah Pecah (1996), Driyarkara, Dialog Panjang bersama menulis (2000), Kebenaran dan Keindahan dalam Perjuangan Mencari Makna (2000), dan lain-lain.

Romo Mudji Sutrisno, Lembah-Lembah Lumbini, 21 x 29 cm, 201Selain menulis, Romo Mudji juga aktif melukis dan menuangkan karya-karyanya dalam bentuk sketsa-sketsa. Ia telah berpameran tunggal dan turut serta dalam pameran bersama, diantaranya Pameran Tunggal ‘Garis-Garis Sketsa’ Mudji Sutrisno, SJ di Galeri Cemara 6, Menteng, Jakarta Pusat (Maret 2011), Pameran Tunggal ‘Ranah-Ranah Sketsa dan Puisi Mudji Sutrisno’ di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki (Oktober 2012), Pameran Tunggal ‘Sketsa Perjalanan Mudji Sutrisno’ di Balai Soedjatmoko (April 2013), Jakarta dan Pameran Bersama ‘Cinta Kasih’ di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (Maret 2013).

sam bimbo www.kapanlagi.comSam Bimbo, atau yang memiliki nama asli Raden Muhammad Samsudin Hardjakusumah, lahir di di Kuningan, Jawa Barat, 6 Mei 1942. Ia adalah lulusan seni rupa ITB (1968), dikenal aktif sebagai musikus yang tergabung dalam grup band Bimbo. Pernah menerima penghargaan dari Presiden Amerika Serikat dan Rusia, yaitu Ronald Reagen & Leonid Brezhnev. Tahun 1982 menerima penghargaan atas lagu yang mengusung tema mencegah Perang Dunia ke III. Berpameran tunggal di berbagai kota di  Indonesia tahun 1970, 1992, dan 2007.

Pameran tunggal di Bangkok 1971, dan Pameran bersama Bandung, Yogyakarta, Bali dan Jakarta 1995 – 2005. Pernah pula melukis dinding atau mural berukuran 10 x 30 m untuk Kedutaan Indonesia di Bangkok, lukisan berukuran 8 x 12 m di Gedung Parlemen Indonesia, dan lukisan berukuran 3 x 1,5 m di Singapura. Terdapat 20 lukisan kaligrafinya dikoleksi oleh Mr. Nakajima di Jepang.

Rahwana dan Sinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s