PRESS RELEASE Pameran Asian Watercolour Expression II “COLOUR OF ASIA”

PRESS RELEASE
Pameran Asian Watercolour Expression II “COLOUR OF ASIA”

Sebanyak 138 pelukis cat air dari 7 negara di Asia akan memamerkan karya-karya terkininya di Bentara Budaya Bali pada tanggal 24 Oktober hingga 2 November 2014 mendatang. Pameran yang terangkum dalam Asian Watercolour Expression II kali ini mengambil tajuk “Colour of Asia”, direncanakan dibuka secara resmi oleh budayawan dan pemerhati seni, Popo Danes, Jumat (24/10/2014), pukul 18.30 WITA di Jl. Prof. Ida Bagus Mantra No.88 A, Ketewel, Gianyar.

Pameran Asian Watercolour Expression II merupakan kelanjutan eksebisi serupa sebelumnya yang telah berlangsung tahun 2012. Bila sebelumnya dihadirkan di 4 kota, yakni Jakarta, Yogyakarta, Solo dan Bali, eksebisi kali ini hanya digelar di Bentara Budaya Bali.

Menurut Putu Aryastawa, penata acara dan koordinator pameran Bentara Budaya Bali, acara yang merupakan kerjasama Bentara Budaya Bali dengan Indonesian Watercolour Society ini menghadirkan 138 karya yang mengetengahkan tema utama seputar keindahan budaya dan alam Asia, berikut ragam gayanya.

“Karya-karya lukisan cat air yang dipamerkan mencerminkan keindahan dan keunikannya masing-masing. Selain itu, sangat kental terasa nuansa-nuansa yang berbeda dalam kanvas para seniman lintas negara ini,“ ujar Putu Aryastawa.

Seratus tiga puluh delapan pelukis yang terlibat dalam pameran kali ini di antaranya berasal dari China, Hongkong, Indonesia, Korea, Malaysia, Myanmar, dan Singapura yang didukung pula oleh The Incheon Metropolitan City Arts Association serta Incheon Metropolitan City Ministry of Culture, Sport & Tourism, dari Korea Selatan.

Beberapa seniman asal Indonesia yang turut berpameran kali ini antara lain; JB Iwan Sulitstyo, Sandy Leonardo, Benny Setiawan, Huang Fong, Senpao, Christina Leksono, Anne Lukardi, Tjandra Kirana, Agus Budiyanto, Nakis Barli, Robby Lulianto, Ipphing Alice Arianto, Atty Mulyono, Budiarti Silalahi, Hanny Widjaja, Harlim, Hendrik L Lukman, I Wayan Sujana Suklu, Indrawati Harlim, Irwan Widjayanto, Koh Seok Peng, Koh Siok Pwan, Kwang Hui, Lies Darya, Paiman Mak, Pwan Cho, Sipin Lim, Teng Moen Yin, Tio Jenie, Untoro, dll.

Sedangkan dari negara-negara sahabat terdapat Leong Kar Fook, Yong Look Lam, Yong Kang Yun, Yeoh Lee Huang, Foo Yong Chek, Liew Yun Lim, Khoo Boon Seng, Lee Kee Seng, Peter Chuah (Malaysia), Seah Kang Chui, Jayson Yeoh Choon Seng, Ng Woon Lam, Irene Hong (Singapore), Lee, Jong-Moo, Lee, Sam-Young, Lee, Hee-Sung, Song Duk Sung, Kim , Yi-Sook, Kim Sang-Soon, Kim, Soon-Yee, Lee, Hye-Young, Sung, Jong-Sil, Hong, Ji-In (Korea), Houxing Chan, Gui Fang, Mi Ling Di, Ming Yang Zhou, Fu Kai (China), Chan Wai Ha Bonita, CHING Siu Chi, Eddie LUI (Hongkong), Aye Min, Khin Maung Myint, Kyauw Thaung, Min Wae Aung, Moe Nyo, Smith Sein Lynn, Soe Moe (Myanmar), dll.

Serangkaian pameran, digelar pula diskusi seni rupa dan penayangan dokumenter perjalanan seni lukis cat air, pada Senin (27/10/2014). Sebagai narasumber adalah pelukis Sen Pao, bersama Huang Fong, Ipphing dan para seniman lain. Diskusi berlangsung di Bentara Budaya Bali pukul 18.30 WITA.

Sen Pao adalah pelukis otodidak kelahiran Surabaya, 8 Mei 1949 dan menetap di Bali sejak 1972. Ia memulai karirnya sebagai pelukis profesional setelah dari tahun 1968 sampai 1976 belajar melukis di Institut Seni ‘Chana’. Ia belajar melukis kepada seorang guru bernama S. Jikan, dan Mr. T. Wing selama beberapa tahun di Surabaya. Dalam perjalanan keseniannya, Sen Pao juga bersentuhan dengan para maestro seni rupa Indonesia yang pada saat itu banyak berkarya di Bali, diantaranya: Affani, Dullah, S. Sudjojono, Arie Smit, Han Snel, dll.

Huang Fong lahir di Genteng, Banyuwangi, tahun 1936. Ia belajar melukis dengan teknik cat air pada almarhum Tan Kiaw Tek, di Surabaya dan teknik cat minyak pada pelukis Nurdin BS. Sejak tahun 1967, Huang Fong memutuskan menetap di Bali. Pelukis yang tumbuh satu periode dengan dengan Lee Man Fong, Siauw Tek Wie, Wen Peor dan Lim Wasim, ini termasuk pelukis mumpuni yang karyanya masuk dalam buku koleksi Bung Karno. Pelukis yang ikut memprakarsai berdirinya kelompok lukis Sanggar Kamboja di Bali tahun 1986, banyak terilhami kebudayaan Bali.

Ipphing merupakan pelukis asal Bali. Pernah berpameran dalam Japan International Water Color Exhibition (2006), The 18th Asian Water Colors Painting Alliance in Taiwan (2006), Group Exhibition in Taitung Cultural Bureau, Taiwan (2006), Water color Exhibition ” tali persahabatan Indonesia – Japan ” at Hall the Japan Foundation – Jakarta (2007), 19th Group Exhibition of the Asian Water Color Confederation at Neka Art Museum Ubud Bali (2008), dll.

“Pameran ini merupakan sebuah platform atau ruang berbagi, berinteraksi, dan berekspresi antar seniman lukis cat air dari berbagai negara di Asia guna menumbuhkan kerjasama budaya antarnegara yang lebih baik di masa depan,” ujar Christina Leksono, Sekretaris Indonesian Watercolour Society (IWS).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s