Pentas Teater HAND SHADOWS BUDRUGANA GAGRA

Pentas Teater
HAND SHADOWS BUDRUGANA GAGRA
Pementasan : Rabu & Kamis, 29 & 30 Oktober 2014, Pukul 19.00 WITA
Workshop : Kamis, 30 Oktober 2014, Pukul 15.00 WITA

budrugana pic5Pada penghujung bulan Oktober, Bentara Budaya Bali bekerjasama dengan Kedutaan Besar Georgia di Jakarta menghadirkan pertunjukan teater bayangan atau wayang ala Budrugana-Gagra, berasal dari Tbilisi, sebuah kota di Georgia. Kelompok teater ini didirikan oleh Gela Kandelaki pada 1982, terpujikan karena menghadirkan pertunjukan-pertunjukan yang otentik-unik, mempertautkan antara unsur musik dan lakon panggung, dirangkum dalam seni multimedia. Selama kurun waktu 15 tahun terakhir, Budrugana telah memproduksi tak kurang dari 300 pertunjukan, diundang untuk pentas dalam sejumlah festival internasional, seperti di Paris, Jerman, Amerika Serikat, Ukraina, Turki, Iran, dan bahkan di Jepang.

Pentas ini merupakan kali pertama di Indonesia, bermula di Salihara, Jakarta dan kemudian di Bentara Budaya Bali. Pertunjukan-pertunjukan mereka tak jarang dipresentasikan untuk anak-anak dan juga bagian dari bentuk kepedulian pada para pengungsi perang atau mereka-mereka yang terpinggirkan. Pada pertunjukan di Bentara Budaya Bali, mereka akan memainkan dua lakon, yakni The Four Seasons of The Year dan Isn’t This a Lovely Day, dibawakan oleh sepuluh orang aktor.
Serangkaian pertunjukan digelar pula workshop pada tanggal 30 Oktober 2014, menghadirkan narasumber sutradara Budrugana-Gagra dan dalang I Made Sidia (Wayang Listrik, Bona-Gianyar).

budrugana pic6
1. THE FOUR SEASONS OF THE YEAR (Dua Babak, Durasi 60 Menit)

Babak pertama mengisahkan seekor anak beruang yang mengalami berbagai pengalaman dan petualangan sepanjang tahun, melewati musim semi hingga musim dingin. Melalui lakon ini, para pemirsa terutama anak-anak akan dapat mengidentifikasi dirinya selaras dengan berbagai karakter dalam kisah ini. Sedangkan penonton dewasa akan terhanyut mengenang kembali masa kanak-kanak mereka, sewaktu mula pertama mengenal lingkungan di sekitarnya.

Pada babak kedua, sang anak beruang dimaksud akan mengajarkan lagu rakyat Georgia “Ca Lazvardi” (Langit Biru) kepada para tokoh-dalam tokoh cerita, satu gambaran yang merepresentasikan kehidupan sosial kultural di Eropa Timur ini. Naskah ini pertama kali dimainkan tahun 1991 di International Festival Les Semaines de la Marionette di Paris, Perancis.

Sutradara & penulis naskah: Gela Kandelaki
Komposer: Teimuraz Bakuradze
Penata Suara: Eka Kvalashvili, Malkhaz Kukhianidze, Vakhtang Komakhidze,
Lagu dinyanyikan oleh: Kakhi Kavsadze, Kote, Nino and Tamar Zhvania
Pemain: Vadim Shubitidze, Elene Murjikneli, Paata Shengelia, Tinatin Chkheidze, Ketevan Chitadze, Elene Zubashvili, Zurab Kvachakhia, Levan Chachanidze, Irakli Mizrakhi
2. ISN’T THIS A LOVELY DAY (Durasi 80 menit)
Pementasan kedua mengisahkan riwayat seseorang, sedari kelahiran, masa kecilnya, cinta, perpisahan, kematian, berikut juga keabadian jiwa. Pementasan ini diwarnai alunan ragam musik jazz berlatar belakang kisah- kisah rakyat Afrika dan musik jazz. Dipentaskan pertama kali dipentaskan tahun 2010 di Tbilisi.

Sutradara dan & penulis naskah: Gela Kandelaki
Konsultan musik: Revaz Kiknadze, Zurab Nadareishvili, Tamaz Kurashvili, Kestutis Vaiginis.
Pemain: Vadim Shubitidze, Elene Murjikneli, Paata Shengelia, Levan Chachanidze, Zurab Kvachakhia, Ketevan Chitadze, Tinatin Chkheidze, Elene Zubashvili, Irakli MizrakhiH

 

Partner :

Georgia_coa

Budrugana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s