Pameran Seni Rupa Kelompok Galang Kangin “TRANSFORMASI AIR DALAM KARYA VISUAL ATRAKTIF”

Pameran Seni Rupa Kelompok Galang Kangin
“TRANSFORMASI AIR DALAM KARYA VISUAL ATRAKTIF”
Pembukaan : Sabtu, 20 September 2014, pukul 18.30 WITA
Pameran untuk umum : 21 – 26 September 2014, pukul 10.00-18.00 WITA

Sebuah pameran seni rupa akan digelar oleh Komunitas Perupa Galang Kangin, menampikan karya yang merespon tema air dalam wujud visual dua maupun tiga dimensi, sebagian besar berbentuk seni instalasi. Tidak hanya puitik dan otentik, namun juga mengajak membangun kesadaran Baru atas ekologi, kebudayaan dan juga konsep berkesenian kini.

Pameran digelar berkaitan 18 tahun Komunitas Galang Kangin dikuratori oleh Wayan Setem dan menampilkan tiga belas perupa, antara lain: I Made Supena, I Wayan Setem, I Wayan Naya Suanta, I Made Galung Wiratmaja, I Nyoman Ari Winata, I Dewa Soma Wijaya, I Nyoman Diwa Rupa, I Gusti Putu Muliana, I Dewa Soma Wijaya, I Made Sudana, Atmi Kristia Dewi, Made Gunawan, A.A. Gede Eka Putra Dela

Mengangkat tema ‘Transformasi Air dalam Karya Visual Atraktif’, para perupa merespon persoalan ekologis di Bali menjadi karya-karya seni kontekstual. Air sebagai muasal aneka wujud kebudayaan diketengahkan dalam pemaknaan filosofisnya, berikut dihadapkan dengan masalah lingkungan yang terjadi kini, seperti pembalakan hutan, pengelolaan sampah yang semrawut, krisis air dan sumber daya mineral lain, serta sebagainya. Tujuannya adalah semacam ajakan untuk memahami ekologi dan menumbuhkan kesadaran dalam pemanfaatan maupun pelestariannya.

Komunitas Galang Kangin didirikan tahun 1996 dan secara rutin menyelenggarakan aktivitas pameran di berbagai ruang kebudayaan. Para anggotanya juga meraih berbagai penghargaan seni rupa serta melakukan pameran di dalam maupun luar negeri. Pameran bersama ini dapat pula dimaknai sebagai peta perjalanan Komunitas Galang Kangin sebagai salah satu komunitas seni rupa yang berperan penting di Bali, terutama dalam membangun semangat kreativitas secara komunal—hal yang barangkali kian memudar pada era kini yang dalam kemodernannya justru makin mempertajam perwujudan individualisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s