JADWAL GERMAN CINEMA-28 AGUSTUS 2014

Denpasar_28.08.

 

Sinopsis film :
Journey to Jah (2013, 92‘)
Sutradara : Noёl Dernesch, Moritz Springer
Pemain : Tillmann Otto, Alberto D’ascola dll
Penghargaan : Max Ophüls Advancement Award 2014, Film terbaik di Festival Film Zurich 2013

Journey to JahSelama tujuh tahun duo sutradara Noël Dernesch dan Moritz Springer, bersama penata kamera Marcus Winterbauer, mengikuti dua musisi Reggae asal Eropa yang luar biasa, Tilmann Otto (alias Gentleman) dan Alberto D‘Ascola (alias Alborosie). Perjalanan itu membuahkan film menarik tentang makna musik dan kesejatian berkarya, melalui pengembaraan dua musisi ini ke Jamaika, negeri muasal para rastafari dan reggae.

Bertemu mereka dengan Richie Stephens, Damian Marley, Profesor Carolyn Cooper, Terry Lynn, serta Natty, supir dan teman Gentleman, yang masing-masing berkisah tentang dunia paradoks di sebalik riangnya lantunan reggae: pemukiman miskin di Kingston, klan malam di Berlin, kriminalitas serta kebuntuan hidup. Tak sampai di situ, film juga mengungkap nilai hidup orang Jamaika dan dunia modern kini, di mana musik kuasa menyatukan banyak orang, tanpa peduli betapa tragik dan absurdnya dunia mereka masing-masing.

 

===========================================

Kaddisch für einen Freund (2011, 94 menit)
Sutradara : Leo Khasin
Pemain : Ryszard Ronczewski, Neil Belakhdar, Sanam Afrashteh
Penghargaan ; Film Award in Gold pada German Film Award 2013, Penghargaan penonton pada Nuremberg Film Festival “Turkey-Germany” 2012

kaddischTumbuh di tengah kamp pengungsi, remaja berusia 14 tahun Ali Messalam (Neil Belakhdar) sudah belajar membenci “Yahudi“ dari kecil. Setelah berhasil keluar dari Lebanon, keluarganya mendapat tempat tinggal di daerah Kreuzberg, di Berlin, Jerman. Ali segera mencoba berteman dan masuk lingkungan permainan anak-anak muda di lingkungannya. Namun, hal itu ternyata tidak mudah. Ia harus membuktikan dulu keberaniannya. Sebagai ujian, ia diminta oleh teman-temannya mendobrak flat tempat tinggal seorang Yahudi-Rusia pensiunan tentara, Alexander (Ryszard Ronczewski). Bersama-sama mereka merengsek masuk dan mengobrak-abrik segala perabotan dalam flat itu. Sialnya, Alexander pulang lebih awal dari yang mereka perkirakan dan berhasil mengenali Ali sebagai salah satu penjahat cilik yang masuk ke rumahnya. Alexander melaporkan Ali ke polisi. Untuk dapat melepaskan diri dari tuntutan termasuk ancaman deportasi yang mengikutinya, hanya ada satu cara, Ali harus mendekati dan meminta dukungan dari orang tua yang dibencinya itu.

Penulis skenario dan sutradara, Leo Khasin, menceritakan konflik antara bangsa Arab dan Yahudi, yang kali ini mengambil tempat di sebuah gedung tempat tinggal di Berlin, tempat dua keluarga menjadi tetangga di dua lantai yang bersinggungan. Filmnya adalah sebuah pernyataan untuk melawan kebencian antarmanusia, baik dalam konteks lokal maupun global, yang diceritakan dengan penuh kehati-hatian namun hidup dan dinamis.

================================================

Love Steaks (2013, 90 menit)
Sutradara : Jakob Lass
Pemain : Lana Cooper, Franz Rogowski
Penghargaan : German Cinema New Talent Award 2013, Max Ophüls Preis 2014

Clemens (Franz Rogowski) dan Lara (Lana Cooper) bekerja di hotel yang sama di kawasan pariwisata Ostseeküste. Namun, kecuali tempat kerja itu, mereka tidak memiliki kesamaan sedikit pun. Hotel mewah tempat mereka bekerja adalah lingkungan yang kaku, ditata dengan berbagai peraturan, dan di sana setiap individu dan benda sudah ditentukan fungsinya. Di dapur misalnya, masakan-masakan bagi konsumen kelas atas dipersiapkan, sementara di bagian kesehatan tersedia layanan-layanan yang memungkinkan para pengunjung membuang beberapa kilogram kelebihan lemak tubuh mereka.
Namun, setelah pertemuan tak sengaja di dalam lift, Clemens dan Lara tak terpisahkan lagi. Orang bilang, yang berlawanan justru saling tarik-menarik. Lara selalu memberi kesan perempuan tangguh dan jagoan menenggak alkohol. Clemens sebaliknya, selalu ragu dan malu serta percaya sepenuhnya pada Ayurveda. Peluh, darah dan air mata mengalir. Cinta serupa medan perang. Mereka saling mencoba, saling menjelajahi, memukul, mencium, membelai. Perasaan sayang malambung lalu terempas. Apakah mereka akhirnya bisa saling menemukan?

Love Steaks adalah kisah cinta yang dibungkus dalam kerangka sebuah dunia kerja di Jerman. Kisahnya mengetengahkan keseharian di sebuah hotel besar yang memiliki hirarki yang tak terpatahkan, manusia-manusia saling berseliweran dalam kehampaan yang dingin, setiap karyawan tak lebih dari secuil permukaan roda bisnis yang berputar. Komedi tragis Jakob Lass mendapat empat penghargaan sekaligus. Untuk pertama kalinya di Festival Film Munich 2013 sebuah film menyapu bersih semua kategori dari mulai penyutradaran, produksi, skenario sampai aktris dan aktornya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s