Akademika Bentara BAHASA UNGKAPAN SEBAGAI IDEOLOGI SENI RUPA

Akademika Bentara
BAHASA UNGKAPAN SEBAGAI IDEOLOGI SENI RUPA
Minggu, 13 Juli 2014, pukul 10.00 – 13.00 Wita

Apapun bentuk dan gayanya, karya seni adalah ungkapan keprihatinan si seniman terhadap sesuatu yang hadir di sekitar batinnya. Itu sebabnya seniman selalu merasa perlu untuk menyampaikan ekspresi keseniannya itu kepada masyarakat. Sejumlah karya seni, terutama yang bermuatan persoalan tertentu, kerap memancing kontradiksi-kontradiksi penilaian dan opini pada masyarakat penikmatnya. Sebuah dinamika yang senantiasa turut menghidupkan makna karya seni, sekaligus memancing proses penyadaran masyarakat.

Hari-hari ini para seniman, termasuk perupa, seolah berebut pokok garapan dengan para aktivis dan pengamat sosial-politik. Pokok garapan yang menyangkut hajat orang banyak itu kerap terasa lebih komunikatif manakala dihadirkan dalam bentuk non-karya seni (rupa). Perupa, tak ada pilihan lain, selain harus bekerja keras mengeksplorasi beragam kemungkinan bahasa ungkapannya agar keprihatinannya terhadap suatu hal itu dengan mudah bisa dikomunikasikan kepada masyarakat. Karya seni rupa, dengan demikian, makin tegas berdiri sebagai ungkapan keprihatinan senimannya.

Dalam kasus tersebut, khususnya di Bali, ini terasa amat memprihatinkan. Karya seni rupa seolah gagap bicara. Karena itulah, kini dibutuhkan semacam kesadaran dalam diri perupa guna mencari dan mengeksplorasi bahasa ungkapan agar karyanya segera dapat berkomunikasi dengan masyarakatnya.

Bekerjasama dengan Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Ganesha, diskusi Akademika Bentara kali ini akan membahas fenomena di atas dengan merujuk pada kasus karya-karya mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang sebelumnya dipamerkan pada Tugas Akhir bertajuk “Varietas”, 2-8 Juni 2014 lalu. Sebagai pembicara Hardiman, kurator yang juga dosen seni rupa Undiksha.

Hardiman, lahir di Garut, 7 Mei 1957 mempunyai latarbelakang pendidikan IKIP Bandung dan sering berkecimpung dalam berbagai kegiatan seni. Sejak 2002 aktif sebagai kurator dan kritikus seni, kerap menulis artikel-artikel bidang kritik seni yang dimuat di sejumlah media massa. Selain sebagai dosen pengajar di Universitas Pendidikan Ganesha, ia juga kerap menjadi kurator berbagai pameran nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s