Sinema Bentara THE STORY OF A HOME

Sinema Bentara
THE STORY OF A HOME
Sabtu – Senin, 7 – 9 Juni 2014, pukul 17.00 – 22.00 Wita
Diskusi Sinema : Senin, 9 Juni 2014, pukul 19.30 Wita | Narasumber : Aung Nwai Htway & Nguyen Thi Tham

The gardenSebuah rumah selalu menghadirkan cerita dan impian para penghuninya, bangunan itu bukan semata tempat tinggal atau berteduh, tetapi mencerminkan pula satu nilai simbolis, tempat untuk pulang. Sinema Bentara kali ini, menghadirkan tema seputar rumah berikut kisah-kisah dan cerita para penghuninya yang menggambarkan pergulatan aneka karekter hingga persoalan-persoalan mendasar seputar identitas. Rumah selalu hidup dalam tiga kurun waktu, masa lalu, masa kini sekaligus pengharapan akan masa depan. Cerita tentang rumah merangkum memori masa kecil dan boleh jadi menjadi cerita alegori yang panjang.

Sinema Bentara Budaya Bali bulan Juni ini menghadirkan karya-karya dari-sutradara asal Vietnam, Myanmar, Kamboja, Indonesia serta India, buah kerjasama antara Bentara Budaya, Forum Film Dokumenter dan ChopShot Documentary Festival serta Goethe Institut.

behind the screenFilm Behind The Screen (Aung Nwai Htway, 35 min, 2013, Myanmar), menggambarkan seseorang yang mencoba menelusuri kisah-kisah kedua orang tuanya melalui dokumen audio visual guna mencari jawab pada pertanyaan-pertanyaan di masa kecil yang tak kunjung dipahaminya. Pergulatan dalam film ini penuh dengan lapis-lapis ingatan yang seakan tak terhubung namun sesungguhnya bertautan. Film ini berkisah seputar tentang pernikahan orang tua sang kreator yang merupakan tokoh perfilman Myanmar tahun 60-an; di mana kemudian mereka bercerai.

Dalam film Where I Go(Neang Kavich, 56 min, 2013, Kamboja), rumah menjadi sesuatu yang simbolis, menyimpan harapan dan mimpi para tokohnya sewaktu Khmer Merah yang berkuasa di Kamboja mengalami kekalahan. Mengisahkan sosok San Pattica, peranakan Kamboja Kamerun. Ayahnya bekerja di Kamboja tahun 1992-1993, ketika pemilihan umumn dilaksanakan pertama kali setelah runtuhnya rezim Khmer Merah. Selama bertahun-tahun setelah orang tuanya pergi, Pattica dibesarkan oleh neneknya. Segala kesulitan dan tantangan menghadang kehidupan mereka membuat neneknya terpaksa menitipkan Pattica di sebuah panti asuhan di Phom Pen.

Sedangkan film Lan Yan (Danielle Schmidt,13 menit, 2013, USA, China), menghadirkan rumah dalam pengertian keseharian, penuh aktivitas para penghuninya yang akrab serta tinggal berdesak-desakan. Film ini menggambarkan bagaimana modernitas mengubah Shanghai menjadi kota cosmopolitan, di mana kehidupan komunitas China tradisional seakan-akan tersisihkan dan terpinggirkan. Sang tokoh, Tuan Zhang dan putrinya, penduduk di wilayah Shikumen yang kelak modernitas dikenal sebagai Lan Yan.

Adapun The Garden (Doan Hoang Kien,15 menit, 2011,Vietnam,Hanoi DocLab), merangkum problematik sesama penghuni rumah, di mana taman tempat bertemu sekaligus sebuah ruang imajiner yang mempertautkan para penghuni atau keluarga tersebut di dalam kisah-kisah lama yang terus membayang-bayangi hingga kini. Film karya sineas Vietnam ini berkisah perihal problematik sebuah keluarga.

Berikut adalah film My Grandfather’s House (Shunn Lei Swe Yee, 14 menit, 2013, Myanmar), adalah sebuah kisah yang dipenuhi kenangan, digambarkan menjadi ruang untuk bertemu sekaligus mimpi bersama sebuah bangsa. Rumah dihadirkan sebagai bukti sejarah yang maknanya bergaung lintas jaman. Lewat Sound Old of Room (Sandeep Ray, 72 menit, 2012, India), kita akan menyaksikan bagaimana cerita bermula dari aneka kejadian yang mengantarkan pada sebuah refleksi. Cerita disajikan dengan alur yang merangkum antara impian dan kenyataan. Mengisahkan kehidupan Sarthak, seorang pria India yang bercita-cita jadi panyair, serta berharap dapat menghidupi keluarganya. Dia dibesarkan di sebuah rumah yang reyot bersama ibunya yang cerewet tapi penyayang, bersama istri dan anaknya. Film ini berproses dan digarap lebih dari 20 tahun, sebagian menghadirkan adegan-adegan yang kaya akan nostalgia.

Balada Denok & Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni, 89 menit, 2012, Indonesia), mengisahkan kerumitan hidup sebuah keluarga, boleh jadi menggambarkan filosofi jawa yakni Mangan Ora Mangan Kumpul. Dituturkan melalui cerita yang sederhana sekaligus menggambarkan para penghuni rumah itu berjuang untuk menggapai mimpi dan menghadapi tantangan dalam hidup mereka.

Keriuhan di tengah atraksi pasar malam serta hidup yang nomaden, seolah memberi bukti nyata atas kompleksitas identitas, ruang dan rumah dalam Madam Phung’s Last Journey (Nguyen Thi Tham, 87 min, 2014, Vietnam) Berkisah tentang sebuah kelompok yang bergelut dengan realitas hidup di mana komunitas mereka bak sebuah rumah –tempat membangun dan terbangun dari mimpi-mimpi kecil mereka. Sebagaian besar dari mereka adalah waria. Berpendidikan rendah, miskin, tanpa keluarga dan pekerjaan.

Selain pemutaran film akan dihadirkan pula satu sesi diskusi sinema bersama sutradara film Behind The Screen dan Madam Phung’s Last Journey, yaitu Aung Nwai Htway serta Nguyen Thi Tham.

Aung Nwai Htway, lahir pada tahun 1970, Aung Nwai Htway belajar hukum sebelum akhirnya menghadiri lokakarya Yangon Film School (YFS) di tahun 2006. Behind the Screen yang dikembangkan sebagai proyek YFS selama bertahun-tahun, merupakan karyanya yang paling personal. Film ini memenangi penghargaan dokumenter terbaik di Wathann Film Festival Yangon 2012.

Nguyen Thi Tham, lahir pada tahun 1984 di Hanoi. Ia lulus dari Ho Chi Minh City Theater and Film School, jurusan penyutradaraan film pada tahun 2007. Hasil karyanya adalah film-film pendek seperti Hello Baby, Grandfather and Grandson, dan Xe Ôm (2011) yang berhasil memenangi penghargaan dewan juri di Vietnam Film Festival. Madam Phung’s Last Journey adalah karya film panjang pertamanya.

Jadwal pemutaran film :
Film (hari 1)| 7 Juni 2014

1. Denok & Gareng
–break–
2. Lan Yan
3. My Grandfather’s House

Film (hari 2) | 8 Juni 2014

1. Sound Old of Room
–break–
2. The Garden
3. Where I Go

Film (hari 3) | 9 Juni 2014

1. Madam Phung’s Last Journey
2. Behind The Screen
–break–
3. Diskusi Sinema

Program ini bekerjasama dengan :

EU_DOCNET_GOETHE Logo_Forum Film Dokumenterlogo USC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s