Sinema Bentara SEPUTAR TUTUR DAN FIGUR DALAM MEMOAR

Sinema Bentara
SEPUTAR TUTUR DAN FIGUR DALAM MEMOAR
Minggu – Senin, 18 – 19 Mei 2014, Pukul 17.00 – 22.00 Wita

sunshinePengalaman tertentu dalam hidup seseorang seputar tutur dan figur, bisa diangkat menjadi sebentuk memoar visual, baik sebagai film dokumenter maupun film cerita; berbaur antara yang fiksional dan faktual. Ingatan-ingatan yang berangkat dari pengalaman personal tersebut sewaktu dinarasikan di dalam film, tak jarang mencerminkan juga peristiwa-peristiwa serupa yang dialami banyak orang. Film-film yang ditayangkan di Sinema Bentara kali ini mencerminkan upaya kreatif untuk mengisahkan pengalaman-pengalaman pribadi dalam bahasa estetik yang memikat sekaligus penuh arti.
Film bertajuk 400 Kata, seakan hendak menjembatani atau melampaui batas-batas antara hal-hal faktual dan fiksional –sebagaimana yang dinyatakan oleh Jean Rouch, bahwa sebenarnya tidak ada batas antara dokumenter dan yang khayali (fiksi). Di sisi lain, pengalaman-pengalaman personal yang menyangkut identitas digambarkan secara apik dalam film INTIONG (Indonesia-Tionghoa) dan film Wan An, terefleksikan melalui percakapan tokoh-tokohnya yang menggunakan aneka ragam bahasa, antara Indonesia, Tionghoa dengan dialek dan idolek setempat.
Persoalan-persoalan pribadi yang diinterpretasi secara visual dan intim hadir dalam film Kamu di Kanan Aku Senang. Keintiman serupa juga terbangun dalam film It’s Not Raining Outside, melalui sejumlah percakapan pendek para tokohnya sekaligus mempertautkan sekian ingatan dan kenangan dari masing-masing pelaku. Adapun film Dance of Life, menukik lebih dalam perihal silang bayang dan kenangan yang terangkum atau tersimpan di dalam memori seseorang. Film Nostalgia for The Light, mencoba menggambarkan memori kolektif dalam kehidupan sebuah kota berikut karakter masyarakatnya melalui sudut pandang personal pembuat filmnya. Lalu film The Cat of Mirikitani, mencoba menggambarkan aneka ingatan masa lalu melalui flashback, seakan tergambar laksana labirin dalam aneka montase ingatan yang datang silih berganti, penuh dengan pengalaman-pengalaman yang traumatis. Kilas balik serupa juga dihadirkan oleh Michael Gondry melalui Eternal Sunshine of the Spotless Mind, yang secara cerdik merunut jejak berbagai peristiwa traumatis yang terekam dalam memori seseorang atau sekelompok orang.
Dengan demikian, film-film di atas sesungguhnya adalah satu rangkuman ingatan yang juga sebuah narasi sejarah, baik pribadi maupun kolektif. Yang hadir dalam ruang visual tidak semata sebentuk nostalgia atau klangenan, melainkan juga sebentuk upaya mengatasi hal-hal yang traumatis –yang melahirkan luka mendalam di batin kita. Pengalaman personal terbukti dapat mendorong terciptanya estetik dalam film yang memunculkan satu ragam keintiman dan kehangatan, sebentuk estetik sinematik yang melahirkan kemungkinan-kemungkinan penciptaan yang unggul sekaligus mencerahkan.
Sinopsis film :
1. 400 Kata (/400 Words) | (Ismail Basbeth|13 min|2013| Indonesia|Hibrida)
Sepasang kekasih yang memutuskan untuk membuat video pre wedding. Dalam prosesnya, seharusnya ini adalah film fiksi tentang mereka, namun berubah secara dramatis ketika mereka berbicara tentang pernikahan; aturan-aturan serta tradisi dalam paduan kultur.
2. INTIONG|Indonesia – Tionghoa (Gabriella Dhillon|7 min|2013|Indonesia|Dokumenter)
Kisah cerita Gabriella Dhillon yang lahir dari ayah (India) dan ibu (China) dengan latar belakang budaya yang berbeda. Bagaimana pencarian identitasnya dalam dua keluarga yang konservatif?.
3. Wan An (Yandy Laurens|20 min, 30 sec|2012|Indonesia|Fiksi)
Tji dan Ing adalah sepasang kakek nenek yang hidup bahagia, setiap hari mereka menjalani rutinitas yang sama. Hingga suatu hari Ing mengutarakan ketakutannya, jika suatu pagi salah satu diantara mereka tidak bisa bangun untuk selamanya.
4. Kamu di Kanan Aku Senang (B.W Purbanegara|6 min|2013|Indonesia|Fiksi)
Perempuan itu akan senang ketika sang lelaki duduk di sebelah kanannya. Tetapi, sang lelaki selalu memilih berada di sebelah kirinya.
5. It’s Not Raining Outside|HujanTak Jadi Datang (Yosef Anggi Noen|16 min|2010|Indonesia|Fiksi)
Pada dasarnya, adegan memiliki unsure komedi. Mereka membawa sofa dalam ruangan yang terlalu kecil dan tidak tahu di mana harus berpaling. Tapi pria dan wanita yang bekerja untuk perusahaan furniture tidak memilih kamar hotel sebagai lelucon. Mereka ingin tahu, apa yang mereka pikirkan satu sama lain. Sebuah pertanyaan yang serius.
6. Dance of Life (Iin Purwanti|8 min|2008|Indonesia|Dokumenter)
Di usia 51 tahun, Marie Christine Mouis di diagnose mengidap penyakit Ataxia, yang menyerang saraf-saraf motoriknya, di kesehariannya dia berjuang keras untuk bertahan dengan tetap melakukan kegiatan sehari-hari.
7. Nostalgia for The Light (Patricio Guzman|90 min|2011|USA|Dokumenter)
Gurun Atacama di Cile penuh dengan situs yang misterius. Potret bagaimana para astronom mengamati angkasa, sementara panasnya tanah menyimpan dan mengawetkan jasad manusia: jejak penambang abad ke-19 dan sisa jasad korban rezim Pinochet di Cile, serta keluarga-keluarga korban mencari sisa jasad orang-orang yang dicintainya.
8. The Cat of Mirikitani (Linda Hattendorf|74 min| 2006|USA|Dokumenter)
Jimmy Mirikitani, seorang pelukis Jepang kelahiran California dan dibesarkan di Hiroshima, yang akhirnya hidup di jalanan kota New York. Mirikitani dimasukkan ke kamp konsentrasi di Tule Lake tahun 1942-1946, Mirikitani dan keluarganya yang menjadi korban tragedy Hiroshima, dipaksa menghapus kewarganegaraan Amerika-nya. Linda mulai kerap merekam pertemuannya dengan Mirikitani setelah tragedy WTC.
9. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (Michael Gondry|108 min|2004|Fiksi)
Sepasang relasi yang menjalani prosedur untuk menghapus memori satu sama lain. Namun keterlibatan hal-hal romantic ternyata memiliki efek penting pada alur cerita utama hubungan antara Joel dan Climentine.
Jadwal pemutaran film
Minggu, 18 Mei 2014
Pukul 17.00 – 17.10 Kamu di Kanan Aku Senang
Pukul 17.10 – 17.26 It’s Not Raining Outside
Pukul 17.26 – 17.35 Dance of Life
Pukul 17.35 – 18.00 Break
Pukul 18.00 – 19.30 Nostalgia for The Light
Pukul 19.30 – 21.30 Eternal Sunshine of The Spotless Mind

Senin, 19 Mei 2014
Pukul 17.00 – 17.15 400 Kata
Pukul 17.15 – 17.25 Intiong
Pukul 17.25 – 17.50 Wan An
Pukul 17.50 – 18.15 Break
Pukul 18.15 – 19.30 Diskusi Film
Pukul 19.30 – 20.45 The Cat of Mirikitani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s