PameranSeni Rupa ERAWAN VS PERUPA CAHAYA SEJATI “BEYOND A LIGHT”

PameranSeni Rupa

ERAWAN VS PERUPA CAHAYA SEJATI “BEYOND A LIGHT”

Pembukaan       : Sabtu, 10 Mei 2014, pukul 18.30 Wita

Pameran untuk umum : 11 – 17 Mei 2014, pukul 10.00- 18.00 Wita

 

Pameran kali ini  merupakan rangkaian peristiwa  yang bermula dari acara peluncuran buku Salvation of the Soul Nyoman Erawan dua tahun silam di Tony Raka Gallery, yang juga melibatkan para penyair Bali terpilih. Tanpa disadari ternyata kehadiran bidikan lensa para fotografer dan kamerawan (perupa cahaya) yang merespon secara spontan, telah berperan penting mengabadikan moment-moment yang tak terulang itu. Peristiwa itu kemudian berlanjut, mengawali tahun 2014, Erawan secara khusus mengundang para penyair tersebut antara lain Mas Ruscitadewi, Cok Sawitri, Oka Rusmini, Tan Lioe Ie, W. Wisatsana dan Wayan Jengki Sunarta guna berkolaborasi  dalam Erawan vs. Penyair Sejati, dengan tajuk “Salvation of The Soul, Ritus Bunyi Kata Rupa” di Antida Denpasar, berlangsung tanggal 15 Maret 2014 dengan mendapat sambutan antusias pemirsa dan media massa. Pada peristiwa kolaborasi tersebut, diundang para perupa cahaya untuk mendokumentasikan moment ritus itu.  Erawan kembali terusik ide-ide kreatifnya setelah menyaksikan rekaman-rekaman peristiwa tersebut, sehingga muncullah gagasan untuk melanjutkan proses cipta itu menjadi representasi “baru”. Maka hadirlah pameran bertajuk  Erawan vs. Perupa Cahaya Sejati dengan subtema “Beyond a Light”.

Proyek ini dimaksudkan untuk menjaga daya kreativitas dan proses penciptaan, di mana dokumen-dokumen foto dan rekaman peristiwa ritus seni dimaksud disikapi secara kreatif oleh Nyoman Erawan dalam sebentuk kolaborasi yang bersama para perupa cahaya: Ida Bagus Darmasuta, Komang Parwata “Totok”, Agus Wiryadhi Saidi, Dewa Gede Purwita, Komang Purnama Santi “Asok”, dan Raden Cahyoko “Kokok”. Mereka tidak hanya menghadirkan rangkaian dokumentasi peristiwa, namun juga menginterpretasikannya kembali melalui sebentuk representasi dan persepsi “baru”. Dalam ruang dan waktu penciptaan tersebut, mereka berkolaborasi menggali dan melampaui batas-batas konvensi pemahaman terhadap foto-dokumentasi, serta masing-masing dengan caranya yang otentik dan unik mendayagunakan kekuatan cahaya yang penuh ketakterdugaan itu.

Kolaborasi ini berangkat dari pemanfaatan secara kreatif trik-trik sederhana dalam fotografi, hingga kecanggihan teknologi di dalam mengelola kemungkinan-kemungkinan visual, termasuk juga bagaimana mendayagunakan imajinasi dan fantasi seluas dan sebebas mungkin melalui video mapping, tak ketinggalan respon langsung perupa Erawan terhadap karya-karya tersebut guna dihidupkan kembali menjadi peristiwa seni yang mengedepankan sebentuk representasi “baru”. Bertindak sebagai kurator adalah I Wayan Seriyoga Parta, MSn.

Serangkaian pameran akan dihadirkan pula satu sesi diskusi dan pemutaran film dokumenter seputar proses kreatif di balik peristiwa ini. Sebagai narasumber adalah para seniman dan kurator pameran.

_DSC0360aiAgus Wiryadhi Saidi, lahir di Denpasar, 23 November 1960. Menyelesaikan S1 di Jurusan Arsitektur ITS  (1986) dan Program Magister Kajian Budaya Unud (2001). Sejak tahun mengajar di  Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai dan Pemimpin redaksi jurnal kampus “Akses” (2009-2013). Minat pada fotografi telah ditekuninya sejak menjadi mahasiswa di Surabaya, belakangan mulai memperdalam kamera digital. Aktif mengikuti pameran foto bersama di Surabaya, Singaraja dan Denpasar. Karya fotonya pernah dimuat di berbagai media cetak di Bali, Kompas (Jakarta), majalah ipad (online) “The B Side” di Malaysia (2012) dan menghiasi sampul depan buku “Performing Arts in Postmodern Bali” yang terbit di Jerman (2013). Meraih penghargaan pada lomba foto Sanur Village Festival (2013).

 

Asok Nagara 1Asok Nagara atau I Komang Agus Purnama Santi, SSn, lahir di Jembrana, 1 Agustus 1981. Telah mengikuti berbagai pameran bersama seperti Pameran Lukisan  angkatan 99 di kampus ISI Denpasar, Bali (2000),  Students Art Week, Indonesian Art College, Denpasar, Bali (2000), Pameran lukisan ”Loose,” di gedung Titik Dua, Denpasar (2001), Pameran multimedia ,”Hati-hati ada upacara”  Klinik Seni (Art Clinic) Taxu, Bali (2003), Pameran Multimedia cARTe blanche # 4 Alete!!! [Waspada!], CCF ( Centre Culturel Français), Jakarta (2005), “Urban Culture” CP Biennale II 2005, Museum Bank Indonesia, Jakarta (2005), Consciousness of Here and Now”, Biennale Jogja VIII 2005,  Yogyakarta (2005). Pernah menjadi editor dan videografer maupun sutradara beberapa produksi video art, seperti videoHalo Malaysia(2008), I Feel Good(2008), Di Jantung Maya, Raja Ampat Papua(2009), Wisata Maluku Tengah(2009), dll.

 

foto profil DGPurwitaDewa Gede Purwita, lahir di Denpasar, 27 November 1989. Alumni Jurusan Pendidikan Seni Rupa, UNDIKSHA Singaraja. Pernah berpameran, di antaranya : PASSION Printmaking Exhibition, B-Tjap printmaking community di Griya Santrian Gallery, Sanur (2014), ”Situs Daun”, Cuci Otak #5, GSRBT, Unsung Hero House, Tabanan (2014), (Un)detection on Gang Art, Cuci Otak#4, GSRBT vs Putu Bonuz (2013), Pameran”Ruang Waktu” di Neka Art Museum (2013), Pameran fotografi bersama “Landscape Bali” di Mall Kuta Bex, Badung (2012), Pameran bersama, “ekstra(versi)” di Sika Contemporary Gallery, Ubud (2011), Pameran Fotografi bersama PFB (Perhimpunan Fotografer Bali) “Soul of Bali” di Hypermart, Mall Bali Galleria, Denpasar (2011), Pameran Foto dalam HUT Persma Akademika UNUD “Bali Masa Kini” di Bentara Budaya Bali (2011), dll.

foto BiografiIda Bagus Darmasuta lahir di Denpasar, 10 April 1962. Selaku Ketua Senat Mahasiswa, pada era tahun 80-an Darmasuta bersama kawan-kawan di kampus rutin menggelar Lomba Drama Modern dan Lomba Cipta Naskah Drama Modern Se-Bali. Pada tahun 2007, Ida Bagus Darmasuta diberikan Penghargaan Sastra Rancage. Aktif menghadiri berbagai kegiatan sastra, dan fotografi yang diselenggarakan di Bali maupun  di luar Bali. Ia juga kerap diminta sebagai pembicara, pemandu, maupun sebagai juri untuk berbagai kegiatan kesenian. Karya Fotografinya pernah dipamerkan di Griya Santrian Gallery Sanur dalam rangka pameran bersama  dalam rangka Sanur Village Festival 2013. Beberapa karya fotonya pernah dimuat di Majalah Tempo, Bali Post, Bali Arts. Surat Kabar Seni, Buku Kamus Istilah. Di penghujung tahun 2013, Darmasuta telah menerbitkan  buku berjudul Jejak Kanvas: Puisi –
Fotografi.

Komang-'totok'-ParwataKomang Parwata SSn “Totok”, lahir di Singaraja, 10 Maret 1966. Menamatkan pendidikan di PSSRD (Program Studi Seni Rupa Dan Desain) Universitas Udayana. Pernah menjadi freelancer fotografer di koran Bali Post (1988-1990), meraih juara I Lomba Foto PAM, Bali (1989), Juara I Lomba Desain Logo TAHURA (1990), dll. Pernah berpameran di antaranya : Pameran Foto Bersama di Kartika Plaza Hotel Kuta (2000), Pameran Foto Bersama di Grand Hyatt Nusa Dua (2001), Pameran foto bersama PFB di Monumen Bajra Sandi Renon, Denpasar (2003), Pameran Foto Bersama Lingkara Community Bali –Make-up Orthipedia- Bali Creative Festival di Art Centre, Bali (2010), Foto bersama Komunitas Semut Ireng Bali ( kamera Lubang Jarum ) di Art Centre, Bali (2010), Pameran Foto Bersama Lingkar Community Bali – HypomaniCam di Tonyraka Art Gallery Ubud – Bali (2011), Pameran Foto bersama LingkaraPhotoArt, Ganesha gallery, Four Season, Jimbaran (2013), Pameran bersama“ Bali on the Move ” Bali Art Society Tony Raka Gallery Ubud, Popo danes Gallery, Denpasar, Bali (2013), Pameran bersama 29 perupa foto Indonesia“ The Age of Photography “ di Tony Raka Gallery, Mas Ubud, Bali (2013), dll.

kokoksaja 1Raden Cahyoko aka Kokok. Lahir di Semarang dan menamatkan pendidikan di Institut Seni Indonesia tahun 1989. Sejak tahun 1992  mendirikan komunitas desain  “multimedia sindikat” di Yogyakarta. Beberapa karya yang dihasilkan komunitas ini seperti Interactive Multimedia System atau sering disebut KIOSK yang telah tersebar di beberapa daerah. Pada tahun 1993-1995 menjadi creative director di Computa Jogja. Sejak tahun 1998 hijrah dan menetap di Bali, mengembangkan sebuah bengkel multimedia yang mencoba bergerak di bidang desain. Tahun 2002 berubah haluan menjadi seorang movie director, bergabung dengan Air Diving Course untuk mengerjakan beberapa project underwater video untuk departemen kelautan dan film dokumenter, serta aktif menggarap berbagai artvideo. Mulai tahun 2005 mencoba menjajaki seni fotografi dan kemudian memfokuskan diri menggeluti video mapping, salah satu bidang di dalam berkesenian yang lebih mengutamakan motion graphic atau animasi, baik 2 dimensi atau 3 dimensi (2009).

Nyoman Erawan, lahir di Sukawati, Gianyar, 27 Mei 1958. Ia merupakan lulusan STSRI Yogyakarta. Pameran tunggalnya antara lain; “Penciptaan dan Penghancuran”, Natayu Contemporary Art Gallery, Sanur, Bali (1995), Pameran tunggal lukisan & instalasi “Keindahan dalam Kehancuran”, Komaneka Gallery, Ubud Bali (1999), Pameran tunggal lukisan di The Gallery, Chedi, Kedewatan, Bali (2000), Pameran tunggal “Pralaya: Prosesi Kehancuran dan Kebangkitan”, Gedung Bentara Budaya Jakarta (2003), dll. Turut dalam pameran bersama di antaranya: “Reading Multi Sub Culture”, Two Demension Indonesian Fine Art, Berlin Jerman (2004), Pameran Ilustrsi Cerpen Kompas, Bentara Budaya Yogyakarta (2006); “Bali Biennale Astra Otoports Award 2005”, Sika Contemporary Art Gallery, Ubud Bali, Biennale Jakarta XII 2005 “Beyond The Limit and its Challenges”, Galeri Nasional Jakarta (2006); “The Gate: Pre Discourse” Semar Art Gallery Malang dan Hu Bei Art College Wu Han, China (2006), “Imagined Affandi” Peringatan 100 tahun Affandi, Gedung Arsip Jakarta 92007), dll. Meraih penghargaan dari Winsor & Newton Inggris (1992), First Prize “The Philip Morris Group of Companies Indonesia Art Award” (1994), “Astra Otoparts Art Award 2005” sebagai Life Time Achievement, Bali Biennale 2005.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s