Sandyakala Sastra #40 PUISI-PUISI DAN KISAH PENYAIR DARI PESANTREN

Sandyakala Sastra #40

PUISI-PUISI DAN KISAH PENYAIR DARI PESANTREN

Sabtu, 26 April 2014, Pukul 18.30 – 22.00 Wita

 

Sandyakala_Jimat MiringSelain pembacaan puisi, diskusi dan pemutaran film dokumenter, berikut pembahasan buku, Sandyakala Sastra kali ini akan memperbincangkan fenomena karya sastra yang terlahir dari dunia pesantren. Menyebut dirinya sebagai Jamaah “NU Miring”, para sastrawan dan seniman yang terlibat di dalam acara ini menyatakan kegiatan mereka adalah murni satu ekspresi akan keindahan. Mereka mencipta dan berekspresi sambil mengelak dari bentuk organisasi yang mapan maupun pengaruh ideologi yang seringkali dianggap hanya sekadar alat yang mengaburkan tujuan. Jamaah “NU Miring” mengedepankan ekspresi kejujuran dan ketulusan (zhauq); dan bukan taklid kepada rasionalisme (‘aql). Bagi mereka, rasio bukan satu-satunya alat untuk memahami realitas. Rasionalisme terlampau mengedepankan doktrin yang dinilai justru akan mengaburkan atau menyusutkan realitas sebagai keniscayaan kenyataan. Bagi Jamaah seniman ini, intuisi dan pancaindera juga terbukti melengkapi pemahaman terhadap apa yang disebut sebagai realitas. Berangkat dari kesadaran itulah, mereka berkreasi dan berhimpun dalam laku penciptaan.

Didirikan pada tahun 2010, Jamaah “NU Miring” bermula dari Jamaah para pencinta sastra yang berasal dari sejumlah kota (Lampung, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Banten, Jakarta, Surabaya, Jombang, Jember, Sumenep, Makassar, Samarinda, dll). Digerakkan oleh para penulis, sastrawan dan sineas yang memiliki latar belakang pesantren NU (Nahdatul Ulama), namun masing-masing memiliki sudut pandang dan cara ekspresi yang bebas sesuai dengan pilihan sendiri. Binhad Nurrohmat, Nurman Hakim, Mashuri, M. Faizi, Ahmad Syubbanuddin Alwy, Acep Zamzam Noor, Soffa Ihsan, Sahlul Fuad adalah beberapa nama yang bergabung dalam Jamaah ini. Mereka adalah seniman-seniman dengan reputasi nasional, bahkan internasional, terpanggil memperjuangkan kebhinekaan/penghormatan pada keragaman, serta nilai-nilai toleransi dan solidaritas.

Sebagaimana karya-karya mereka yang terangkum dalam bunga rampai sebelumnya, kali ini dengan mengambil tajuk JIMAT NU, para seniman tersebut mengadakan roadshow ke sejumlah kota, mengagendakan dialog buku, pementasan sastra, musik dan karya visual yang berisi kegiatan-kegiatan kesenian dan juga karya-karya pribadi yang bersangkutan.

Di Bentara Budaya Bali akan hadir sastrawan Binhad Nurohmat, Ahmad Syubbanuddin Alwy, Sahlul Fuad dan M. Faizi. Tajuk acara merujuk pada buku JIMAT NU (2014), buku ketiga yang menghimpun tulisan Jamaah NU Miring ini. Buku yang sebelumnya adalah Dari Kiai Kampung ke NU Miring (2010) dan NUhammadiyah Bicara Nasionalisme (2012).

Binhad Nurrohmat, lahir di pedalaman Lampung, 1 Januari 1976. Sejak 1996 menulis puisi, esai, dan ragam tulisan lain untuk koran, majalah, dan jurnal. Buku puisinya adalah Kuda Ranjang (2004), Bau Betina (2007), dan DemonstranSexy (2008). Ia menulis buku esai Sastra Perkelaminan (2007). Puisinya diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah dari universitas di Australia dan Amerika Serikat. Ia kerap diundang untuk membacakan puisinya dan menjadi pembicara di forum sastra antara lain di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Teater Utan Kayu (TUK) Jakarta, dan Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) XIII di Surabaya. Pada 2008 ia memenuhi undangan program Visiting Writer of Overseas dari Korea Literature Translation Institute (KLTI). Ia juga mengelola Kuburan Institute yang bergiat mengamati dan mencatat hal-ihwal kuburan beserta arus tradisinya dan menuangkan pandangan kultural mengenai hal-ihwal ini.

 

Sahlul Fuad, pendiri dan pengelola situs http://www.miring.net dan Penerbit Miring ini lahir di Sungonlegowo Bungah Gresik pada 22 Rajab 1395 H. Tulisannya terhimpun dalam bunga rampai Dari Kiai Kampung ke NU Miring (2010) dan NU-hammadiyah Bicara Nasionalisme (2012). Ia menerbitkan buku puisi 33 Puisi Dusta (Penerbit Miring, 2011). Pernah menjabat Sekretaris Umum Jam’iyah Mudarasah Al-Qur’an, Ketua Lembaga Kajian Strategis PB PMII, Sekretris Pengurus Pusat Jamiyatul Qurra wal Huffadz PBNU, dan beberapa organisasi lainnya. Pernah bekerja di Bappenas, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan beberapa tempat lainnya. Kini tinggal di Tangerang, dan menjadikan Mushala Al-Abshor sebagai salah satu tempat mengaktualisasikan ide-ide pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

M. Faizi lahir di Sumenep, 27 Juli 1975. Menulis kira-kira 11 buku, empat di antaranya adalah buku puisi, antara lain Delapanbelas Plus, 2003, Sareyang, 2005, Rumah Bersama, 2007 dan Permaisuri Malamku, 2011. Beberapa kali memenangkan sejumlah lomba penulisan karya sastra tingkat nasional;mengikuti dua kegiatan sastra nasional, yakni Temu Sastrawan Indonesia ke-IV di Ternate, Maluku Utara (2011); dan Pertemuan Penyair Nusantara ke-6 di Jambi. Mengikuti dua kegiatan sastra internasional; “Ubud Writers and Readers Festival” di Ubud, Bali, tahun 2008, dan “Jakarta-Berlin Arts Festival” di Berlin, Jerman, 2011.

Ahmad Syubbanuddin Alwy, lahir di Cirebon, 26 Agustus 1962. Buku puisinya: Bentangan Sunyi (1996). Menulis di berbagai media massa lokal dan nasional. Pernah diundang dan menjadi pembicara dalam PSN IX 1997 di Kayutanam, Sumatera Barat. Pertemuan Sastrawan Negeri Serumpun, Ipoh Arts Festival II (Malaysia) tahun 1998. PSN di Johor Bahru. Pertemuan Penyair Nusantara di Brunai. Pertemuan seni pertunjukan tradisi se-Asia Pasifik di Taiwan. Menerima Anugerah Seni dari Gubernur Jawa Barat tahun 2009 sebagai pengembang dan pelestari Bahasa Daerah Cirebon.Menerima Anugerah Seni dari dan Persaudaraan dari Keraton Kanoman Cirebon pada 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s