Sinema Bentara TAYANG FILM LIVE MUSIC, TARI, DAN TEATER

Sabtu – Minggu, 22 – 23 Maret 2014, Pukul 17.00 – 22.00 Wita

Sinema_dokumentasi vancouverobserver_comSinema Bentara pada bulan Maret ini terbilang berbeda, bukan hanya menayangkan film-film cerita atau dokumenter seperti biasanya, melainkan menghadirkan sejumlah karya yang secara khusus mengabadikan pertunjukkan musik, tari, teater secara live, termasuk di dalamnya video art. Di samping itu, acara juga akan dirangkai hingga bulan berikutnya dengan sejumlah workshop yang akan menelisik bagaimana proses pembuatan film untuk pertunjukkan musik, teater serta tari secara live, berikut problematik dan tantangan yang menyertainya.

Agenda sinema kali ini mengacu kepada kenyataan bahwa sering kali video-video pertunjukkan tari, pentas teater atau pun musik secara live cenderung tergelincir menjadi sekadar dokumentasi, sehingga yang terekspresikan di dalamnya hanya sejumlah informasi umum saja, dan kehilangan kekuatan estetik atau sukma dari peristiwa tari, musik, juga teater dimaksud. Kegagalan untuk menghadirkan kekuatan tari, musik dan teater di dalam bentuk kreasi sinema tersebut bukan semata disebabkan oleh kekurang-piawian juru kamera atau sutradara sebagai pengarah, melainkan juga disebabkan kurangnya pemahaman mendalam terhadap disiplin bentuk pertunjukkan yang akan diabadikan.

Sebagai acuan dari diskusi dan workshop tersebut, akan ditayangkan sejumlah film terpilih yang menghadirkan pertunjukkan live dimaksud, antara lain : film pertunjukkan musikal Chris Botti, Celine Dion, David Foster, Josh Groban, juga film-film dari pertunjukkan yang berangkat dari musik tradisi, semisal live performing gamelan atau musik etnik lainnya.

Akan ditampilkan pula sejumlah film yang merangkum secara penuh kedalaman pertunjukan –pertunjukan teater atau tari, semisal garapan dari teater di Jerman, Pina Bausch (sutradara Anne Linsel), Café Mϋller (sutradara Peter Schäfer), Mary Wigman – Mein Leben ist Tanz (sutradara Ulrich Tegeder), Neunte, Die (sutradara Pierre-Henry Salfati), Rhythm Is It !(sutradara Thomas Grube, Enrique Sánchez Lansch).

Cafe Müller (55 menit, 1985) – Kerjasama dengan Goethe Institut

Film ini adalah catatan sebuah pementasan teater tari Wuppertal. Tak ada formulasi tema inti Pina Bausch yang lebih pribadi dan lebih mengharukan di karya mana pun daripada dalam “Café Müller“ dari tahun 1978, pencarian yang begitu manusiawi akan kehangatan dan cinta. Pada saat yang bersamaan di dalam ketidakraguan pencarian ini selalu ada kekuatan, keinginan, untuk tidak menyerah, untuk tidak dihalangi oleh keputusasaan yang muncul begitu kuat yang menghadang jalan.

Mary Wigman – Mein Leben ist Tanz (29 menit, 1986) –Kerjasama dengan Goethe Institut

Film ini bukanlah biografi biasa, tapi lebih pada pendekatan pada karya penari dan koregrafer Mary Wigman (1886-1973), sebagai symbol “Tari Jerman” dan teater tari. Film ini menunjukkan cuplikan-cuplikan tari dari Mary Wigman dan murid-muridnya, yaitu Harald Kreutzberg, Dore Hoyer dan Susanne Linke.

Pina Bausch (43 menit, 2006) –Kerjasama dengan Goethe Institut

Tiga tahun sebelum kematiannya, Pina Bausch dan kelompoknya (Tanztheater Wuppertal) berusaha mengungkap rahasia keberhasilan grupnya ini di panggung dunia. Film ini memperlihatkan potongan-potongan pertunjukan dan wawancara yang menunjukan bagaimana ketekunan mereka membawa mereka menjadi terkenal dan film ini juga menerangkan dengan jelas cara kerja koreografer besar Jerman ini.

Neunte, Die (Yang Kesembilan) [dari „die 9. Sinfonie“ – „Sinfonie kesembilan“ karya Ludwig van Beethoven] (80 menit, 2004) – Kerjasama Goethe Institut

Pada tahun 1824 DIE 9. SINFONIE (simfoni kesembilan) karya Ludwig van Beethoven dipentaskan untuk pertama kali. Mendapatkan respon yang menggembirakan, sejak saat itu karya ini diakui sebagai sebagai warisan musikalis Beethoven. Bersama dengan karya tersebut, karya Schiller „die Ode an die Freude“ pun menjadi abadi. Namun khususnya komposisi keempat memiliki prestasi politis yang berubah-ubah: dalam hymne tentang masyarakat baru ini keragaman ideologinya memandang inkarnasi utopia dan sekaligus menuntut inkarnasi tersebut. Dalam filmnya Pierre-Henri Salfati mendokumentasikan lahirnya DIE 9. SINFONIE serta resepsinya. Dalam sebuah kolase yang terbuat dari dokumen historis dan sekuen film yang dikumpulkan dari seluruh dunia dan dihias dengan musik Beethoven, Pierre-Henri Salfati menandai jejak-jejak sang maestro dalam sejarah dunia.

Rhythm Is It! (104 menit, 2004) –Kerjasama Goethe Institut

Film ini merupakan “Education-Project” besar pertama dari der Berliner Philharmoniker: Di bawah pimpinan seorang Inggris Royston Maldoom 250 anak dan remaja dari berbagai latar belakang status sosial dan geografis mempelajari koreografi Royston Maldoom untuk karya Strawinskys “Le Sacre du Printemps”. Pada waktu yang paralel Berliner Philharmoniker di bawah pimpinan Sir Simon Rattle melatih komposisi Strawinsky tersebut. Pada
akhir film dokumentasi luar biasa ini ini ada pertunjukkannya di Treptow-Arena yang mendapat sambutan luar biasa.

Rincian tentang film dan jadwal pemutaran dapat disimak di situs: http://www.bentarabudayabali.wordpress.com.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s