Pustaka Bentara SASTRA DI MATA GURU

Jumat, 7 Maret 2014, Pukul 18.30 – 22.00 Wita

Pustaka Bentara kali inisastra dimata guru akan memperbincangkan buku “Sastra di Mata Guru”, rangkuman tulisan karya I Nyoman Tingkat. Buku ini memuat 31 artikel, terdiri 3 bagian yakni analisis sastra, perkara guru, dan timbangan buku. Tema sastra menjadi bahasan utama dengan fokus kajian terkait perlunya sastra dipahami oleh guru apapun bidang spesialisasinya. Dengan kata lain, pengetahuan tentang sastra serta upaya apresiasi dan pengembangan menulis kreatif haruslah menjadi bagian pengetahuan dasar bagi para guru. Tema kedua buku ini mempersoalkan perihal guru, menyajikan sikap kritis terhadap peran dan pengabdian guru tempo kini sekaligus apresiasi terhadap profesi guru yang memang mulia tersebut. Dalam ragam tema ini, tulisan-tulisan juga bersifat autokritik sebagai upaya introspeksi dan kontemplasi berdasarkan pengalaman langsung penulis.

Buku ini diperkaya pula dengan sejumlah resensi, yang ditulis dalam rentang waktu berbeda, sebagian telah dipublikasikan melalui Koran Bali Post, Majalah Bijak, Jurnal Kajian Budaya Unud, dan beberapa di antaranya telah memenangkan Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Tingkat Nasional antarguru SMA/SMK se-Indonesia serta telah dibukukan oleh Depdiknas (2005, 2006, dan 2007) dalam Kumpulan Karya Pemenang Lomba Mengulas Karya Sastra. Buku terbitan Pustaka Larasan ini akan dibahas oleh I Made Sujaya, seorang dosen, jurnalis dan juga sastrawan.

I Nyoman Tingkat lahir di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, 7 Oktober 1966. Menyelesaikan S-1 Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unud (1992) dan S-2 Linguistik konsentrasi Wacana Sastra Unud (2007). Menekuni profesi guru bermula di SMP Bhaktiyasa Sukasada Buleleng (1990—1992), SMP Sunari Loka Kuta Badung (1993—2002). Sejak 2002 mengabdikan diri di SMA Negeri 1 Kuta Selatan, dan mulai 2006 dipercaya sebagai Kepala SMA Negeri 2 Kuta Badung. Prestasinya antara lain juara III Guru Berprestasi Tingkat Nasional (2004), Juara Harapan 2 Lomba Mengulas Karya Sastra Program Reguler Tingkat Nasional (2005), Pemenang ke-5 Lomba Mengulas Karya Sastra Program Khusus Tingkat Nasional (2006), Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah antarguru SMA se-Bali (2006) di IKIP Negeri Singaraja, Juara 2 Lomba Mengulas Karya Sastra Program Khusus Tingkat Nasional (2007) dan Juara 3 Lomba Menulis Esai antarguru SMA se-Bali di Undiksha Singaraja (2008). Pada 2005, dinobatkan sebagai Guru Ajeg Bali oleh Kelompok Media Bali Post. Pada 2007 mendapat Penghargaan Widya Pataka dari Gubernur Bali atas bukunya berjudul, “Berguru dalam Jejak Sastra”.

I Made Sujaya terjun ke dunia jurnalistik semasa di bangku SMP menjadi koresponden tabloid pelajar Wiyata Mandala. Tulisan-tulisannya juga dimuat di Bali Post serta The Jakarta Post. Tahun 2006—2012, Sujaya menjadi staf redaksi Bali Orti, lembaran berbahasa Bali di Bali Post Minggu. Buku pertamanya, Sepotong Nurani Kuta: Catatan Seputar Sikap Warga Kuta dalam Tragedi 12 Oktober 2002 terbit tahun 2004 menjadi satu di antara sedikit buku mengenai Tragedi Bom Bali yang ditulis jurnalis Bali. Tahun 2007, Sujaya menerima penghargaan Widya Pataka dari Gubernur Bali untuk buku kedua, Perkawinan Terlarang: Pantangan Berpoligami di Desa-desa Bali Kuno. Sujaya telah menyelasaikan Magisternya di Program Pascasarjana Universitas Udayana, kini mengajar jurnalistik, penulisan kreatif, penyuntingan, dan sastra di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s