Pameran Seni Rupa Tiga Sekawan TANDUR : MENYEMAI DIRI

Pembukaan : Selasa, 25 Maret 2014, Pukul 18.30 Wita
Pameran untuk umum : Rabu, 26 Maret – 3 April 2014, Pukul 10.00-18.00 Wita

Pameran Tandur Menyamai Diri_1Peralihan dari masyarakat agraris menuju industri pariwisata yang modern dan cenderung individual, tidak dengan sendirinya mengubah laku kultural dan kesenian setempat. Tidak sedikit seniman, baik yang mengenyam pendidikan akademis maupun yang tumbuh alami di sekaa-sekaa atau kelompok seni pedesaan pulau ini bersitahan melestarikan seni-seni tradisi serta mengembangkannya dengan tetap berpijak pada akar kulturnya. Tidak sedikit pula lahir seniman-seniman modern yang meramu kekayaan seni tradisi serta mengekpresikannya secara kontekstual dengan kekinian, baik di bidang seni musik, pertunjukkan, tari, maupun seni rupa.

Terkait dinamika tersebut, tiga perupa yakni Putu Sudiana Bonuz, Gede Suanda ‘Sayur’, dan I Wayan Sudarna Putra mencoba merespon secara kreatif segala problematik yang menyertai proses peralihan tersebut. Ketiga seniman itu akan mengeksplorasi, melalui karya 2 dimensi atau 3 dimensi, termasuk instalasi dan performing art, apa yang dirumuskan tajuk pameran yaitu “Tandur: Menyemai Diri”. Masing-masing mencoba merunut kembali nilai-nilai luhur dari tradisi atau local wisdom, serta mengkontekstualkannya dengan percepatan perubahan yang terjadi di pulau Bali, termasuk alih lahan besar-besaran dari pertanian ke bangunan-bangunan pariwisata. Kata “Tandur” yang lahir dari budaya menanam setempat dengan ragam kulturalnya yang guyub dan komunal, direfleksikan dalam seni rupa modern atau kontemporer, proses ini menjadi sebentuk upaya Penyemaian Diri, penemuan jati diri sebagai Sang Seniman sekaligus sebagai Sang Diri kultural Bali yang diidamkan dan diangankan. Pameran akan dimaknai dengan performing art, diskusi, workshop dan pemutaran video art.

I Putu Sudiana Bonuz lahir di Nusa Penida, 30 Desember 1972. Menamatkan pendidikannya di SMSR dan ISI Denpasar. Meraih penghargaan Semi Final of The Philip Morris Art Award VI From YSRI , Jakarta (1999) dan The Best Artwork from Kamasra, STSI Denpasar (1995, 1997, 1998). Berpameran tunggal HARMONY, di Rumah Seni Maestro Art Space, Sanur-Bali (2012), Inside of Bonuz di TonyRaka Gallery, Mas,Ubud-Bali (2011), Pleading Life’s Tenacity, di Kemang Village, Jakarta (2008), dll, serta pameran bersama antara lain : “Encore” at Maya Galerry, Singapore (2013), ASIA Contemporary Art Fair, di Luxe Art Musium, Singapore (2013), An Artistic Journey, di Sudamala art space, Sanur-Bali (2012), Dialogue, di G-13 Gallery, Kuala Lumpur-Malaysia (2011), Gerakan Abstrak Indonesia, di Taman Budaya Yogyakarta (2010), Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas, Bentara Budaya Jakarta, Jogja dan Bali (2009), dll. Ia juga kerap melakukan performing art semisal dalam pameran The Gaze of Ritual” Meh..Peh..Yeh”, di Bentara Budaya Bali (2012), Meditasi Hati, di BatuBelah art space-Klungkung, Bali (2012), dll.

I Wayan Sudarna Putra, lahir 15 April 1976, di Ubud, Bali. Menamatkan di FSR ISI Yogyakarta. Pernah berpameran tunggal diantaranya : Pameran “Unsung Hero” di Komaneka Fine Art Gallery, Ubud Bali (2010), Pameran “API” di SIKA Contemporary Art Gallery, Ubud, Bali (2001), Pameran “Bermain Api” di Edwin Gallery, Jakarta (2001), serta pameran bersama antara lain : Pameran “ Silence Celebration” di Toni Raka Gallery Mas Ubud Bali (2008), Pameran “ think + Think = Everrythink “di Gracia Art Gallery Surabaya (2008), Pameran “GREENZONE” di Green House Pertiwi Resort & Spa, Monkey Forest St, Ubud (2006), Pameran “ART FOR ACEH” di Societet Taman Budaya Yogyakarta (2005), Pameran Kelompok Incarnation, “LIMA” di Bentara Budaya Yogyakarta (2005), Pameran Summit Event Bali Biannale “SPACE AND SCAPE” di Museum Nyoman Gunarsa Klungkung Bali (2005), dll. Ia juga sempat meraih berbagai penghargaan di bidang seni rupa seperti : 10 Pemenang Philip Morris Indonesia Art Award VI (1999), Karya Terbaik Pratisara Affandi Adi Karya (1999), Finalis Philip Morris Indonesia Art Award V (1998) dan Seni Lukis Cat Minyak Terbaik dari FSR ISI Yogyakarta (1997).
I Wayan Gede Suanda Sayur, lahir di Ubud, 4 Oktober 1980. Menamatkan S-1 di Fakultas Seni Rupa Murni (Lukis) ISI Yogyakarta 2006. Pada tahun 2000 meraih penghargaan Sketsa Terbaik FSR ISI Jogjakarta . Beberapa pameran yang pernah digelarnya antara lain : Pameran bersama Sanggar Caping di Solo (2000), Pameran bersama SDI ”30 Tahun SDI” di Gallery Nasional, Jakarta (2001), Pameran bersama kelompok Dandang Guling “Pencarian” di Benteng Vredebrug, Jogjakarta (2001), Pameran bersama SDI “Termogram” di Museum Neka Ubud, Bali (2002), Ambassador Tribe Art Julian Oppie di Museum Nasional Jakarta (2004), Pameran “New Spirit” di V Art Gallery Yogyakarta (2006), Pameran Seni rupa “S D I Now “ di Tony Raka Gallery Ubud Bali (2008), Pameran Seni Rupa “Erawan VS Pelukis Sejati” di Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta (2009), Pameran Seni Rupa “ Bali Beyond “ di Bentara Budaya Bali (2010), Pameran Instalasi “Happy New Year 2010-2011” di Bentara Budaya Bali (2011), dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s