Diskusi Alih Kreasi PUISI FOTOGRAFI IDA BAGUS DARMASUTA

Minggu, 16 Maret 2014, Pukul 18.30 – 22.00 Wita

Diskusi Alih KreasiMempertemukan dua genre yang berbeda, puisi dan fotografi, Ida Bagus Darmasuta bukan hanya menjadikan peristiwa memotret sebagai upaya dokumentasi belaka, melainkan melakukan ekplorasi lebih jauh agar dapat disandingkan dengan genre lainnya, Puisi.

Diskusi kali ini akan membahas perihal pertemuan antara puisi dan fotografi karya Ida Bagus Darmasuta yang belum lama ini menerbitkan sebuah buku berjudul ‘Jejak Kanvas: Puisi-Fotografi’. Foto yang ‘dijepret’ oleh Ida Bagus Darmasuta di berbagai tempat di Bali dan luar Bali direspon secara kreatif, melahirkan karya puisi. Peristiwa itu tentu saja sebentuk alih kreasi yang membuka kemungkinan baru di dalam penciptaan.

Darmasuta sadar bahwa sebuah foto mempunyai caranya sendiri untuk “berbicara”, seperti juga ia percaya bahwa puisi pun mempunyai jalan sendiri untuk “mengatakan” sesuatu. Namun demikian, Darmasuta tetap punya keyakinan bahwa di antara sifat otonom itu justru ada celah estetik antara puisi dan fotografi yang memberikan peluang kepada kita untuk “berucap”, setidaknya sebuah kegairahan baru yang muncul di ruang verbal dan visual itu. Jejak Kanvas: Puisi Fotografi merupakan genre yang unik, sebuah genre penuh tantangan dan petualangan, bukan semata soal estetika verbal-visual, namun lebih dari itu, adalah upaya mencatat segala peristiwa dalam perenungan yang kontemplatif.

Ida Bagus Darmasuta lahir di Denpasar, 10 April 1962. Sejak mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Udayana, aktif mengikuti kegiatan sastra. Selaku Ketua Senat Mahasiswa, pada era tahun 80-an, bersama kawan-kawan menggelar Lomba Cipta Naskah dan Drama Modern Se-Bali. Ia menulis naskah drama Bunga Layu Mekar Kembali [1989], Jika Tangan Telah Menyatu [1990], dan Bondar [1990], telah ditayangkan oleh TVRI Denpasar. Darmasuta juga menulis puluhan naskah pendek untuk kepentingan Lomba Calon Bintang Film dan Sinetron yang diselenggarakan oleh Kofina [Koperasi Film Nasional] Cabang Bali bekerja sama dengan TVRI Denpasar [1989—1990]. Ia pernah menjabat Kepala Balai Bahasa [2000—2005], aktif mengadakan kegiatan kesastraan dan kebahasaan, serta memfasilitasi penerbitan buku sastra dan bahasa. Pada tahun 2007, ia memperoleh Penghargaan Sastra Rancage atas jasanya membina dan memfasilitasi penerbitan buku sastra Bali modern. Ia juga kerap diminta sebagai pembicara, maupun sebagai juri untuk berbagai kegiatan sastra. Karya Fotografinya pernah dipamerkan di Griya Santrian Gallery Sanur dalam rangka Sanur Village Festival 2013. Beberapa karya fotonya pernah dimuat di Majalah Tempo, Bali Post dan Majalah Bali Arts. Surat Kabar Seni, dan sebagainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s