Sinema Bentara SEPUTAR DUNIA REMAJA DAN PENDIDIKAN

Rabu – Kamis, 20 – 21 November 2013, Pukul 17.00 Wita – selesai

Sinema BentaraSetelah pada bulan Oktober lalu menghadirkan film-film cerita tentang anak dan remaja, kali ini Sinema Bentara secara khusus memutar 6 film dokumenter karya sejumlah remaja Indonesia dari beberapa wilayah yang membahas topik pendidikan dari kacamata para remaja. Para remaja ini menampilkan ragam persoalan pendidikan yang aktual dan berhubungan langsung dengan realitas dunia pendidikan mereka.

Misalnya seperti yang dihadirkan dalam film Cheat Chat Bingo dan Sop Buntut yang coba mengkritisi seputar nyontek di kalangan siswa. Di film lainnya, sejumlah remaja berupaya menyorot  diskriminasi yang terjadi di sekolah di tanah Papua (Ada Apa Dengan Kitorang Pu Sekolah?). Mereka melihat pembedaan yang diberlakukan antara siswa asli Papua dan non Papua semakin memperlebar jurang ketertinggalan anak-anak Papua.

Sementara film lainnya memotret persoalan putus sekolah yang dialami para remaja di Purbalingga (Bangku Untuk Remaja) dan upaya keras seorang remaja di Malang untuk bisa terus sekolah (Aku Harus Sekolah).  Ada pula karya seorang remaja yang merekam berbagai karakter teman-teman belajarnya di sebuah SMA di Yogyakarta (Teladan Totem Pro Parte). Ia mencoba memetakan siapa saja mereka, kebiasaan-kebiasaan mereka dan apa saja yang bisa membuat mereka terpecah atau sebaliknya tetap kompak.

Selain film-film karya anak bangsa, diputar pula film dokumenter yang memotret berbagai persoalan yang dihadapi remaja dari kelas sosial menengah bawah dan umumya kaum migran (Iran, Negara-negara Afrika, Eropa Timur) di sebuah sekolah menengah. Mereka bergulat dengan persoalan ekonomi, pergaulan sosial hingga masalah keluarga  yang sangat mempengaruhi keberlangsungan studi mereka. Film lainnya yang juga menarik adalah sebuah film cerita yang menampilkan narasi kehidupan remaja Turki yang berasal dari Yunani dan bermigrasi ke Jerman untuk memperbaiki kehidupan (Ghetto Kids). Mimpi untuk kehidupan yang lebih baik sangat sulit diwujudkan dan seberapa kuatnya upaya yang dilakukan, mereka tak mampu menolak tragedi.

Program ini merupakan kerjasama dengan Festival Film Dokumenter Yogyakarta dan Goethe Institut Jakarta.

Film-film yang akan diputar  sebagai berikut:

1.      Bangku Untuk Remaja (Dwi Astuti, 2012, 9 menit)

Putus sekolah adalah persoalan yang dialami sebagian remaja Purbalingga. Kesulitan biaya merupakan penyebab mereka tak dapat melanjutkan pendidikan setelah menamatkan Sekolah Dasar. Kebanyakan dari mereka harus menerima suratan nasib menjadi buruh anak di industri bulu mata dan rambut palsu yang menjadi primadona di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

2.      Aku Harus Sekolah (Reza Prananta, 2010, 30 menit)

Seorang remaja SMP yang rajin dan pandai terpaksa mengurungkan niatnya melanjutkan sekolah karena penghasilan orang tuanya yang hanya buruh tani tak cukup untuk biaya sekolah. Ia pun mendapat kesempatan bekerja di sebuah biara suster-suster Katolik. Kesempatan bekerja itu sekaligus membuka jalan bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikannya.

3.      Sop Buntut (Deden Ramadani, 2009, 14 menit)

Sejumlah siswa kelas terakhir sebuah SMA Negeri di Jakarta mengungkap  praktik pembocoran soal Ujian Nasional. Mereka mewawancarai beberapa siswa yang menjadi  pemasok jawaban soal ujian nasional maupun sejumlah siswa yang menjadi konsumen serta alasan-alasan mereka melakukan praktik tersebut.  Sop buntut adalah kata sandi untuk bocoran jawaban tersebut.

4.      Cheat Chat Bingo (Jason Iskandar, 2009, 29 menit)

Praktik nyontek di sebuah sekolah bisa menjadi malapetaka. Seorang siswa diduga menyontek dan diberi sanksi keras dikeluarkan dari sekolah. Tindakan ini menimbulkan kekecewaan siswa karena mereka menilai  sang siswa patut diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Upaya pembuat film untuk mendapatkan keterangan dari pihak sekolah tak membuahkan hasil.

5.      Ada Apa Dengan Kitorang Pu Sekolah (Yayasan Kampung Halaman, 2012, 10 menit)

Beberapa siswa di sebuah sekolah di tanah Papua menyoroti sistem pemisahan belajar antara siswa asli Papua dengan yang non Papua. Tujuan awal sistem tersebut untuk mengangkat siswa Papua dinilai tidak tepat sasaran karena yang tercipta adalah diskriminasi dan memperlebar jurang kemampuan siswa asli Papua dan non Papua.

6.      Teladan Totem Pro Parte (Suryo Buwono, 2012, 30 menit)

Potret karakter-karakter siswa di sebuah SMA Negeri di Yogyakarta. Pembuat film menampilkan aspek positif dan negatif tiap karakter siswa dan bagaimana karakter-karakter tersebut memberi warna pada pergaulan sosial di sekolah mereka.

7.      Klassenkampf (Perjuangan Kelas, Uli Kick, 2009, 97 menit)

Seorang sutradara film dokumenter memotret kisah-kisah siswa kelas terakhir di sebuah sekolah menengah di Jerman. Para siswa itu adalah anak-anak kaum imigran di Jerman yang berasal dari kelas sosial rendah. Berbagai persoalan yang mereka alami seperti kesulitan ekonomi, pertengkaran orang tua, kekerasan dalam rumah tangga maupun pergaulan sosial mereka sendiri ikut mempengaruhi kelanjutan studi mereka.

8.      Ghetto Kids (Christian Wagner, 2002, 96 menit)

Film ini memfokuskan cerita pada kehidupan dua kakak beradik keturunan Turki yang berasal dari Yunani. Demi memperbaiki hidup, keluarga mereka pindah dari Yunani ke Jerman. Harapan akan kehidupan yang lebih baik sulit sekali diwujudkan.  Keluarga mereka tinggal di apartemen sempit dan ibu serta kakak tertua tidak memperoleh pekerjaan dengan penghasilan memadai. Mereka menjalani pendidikan di sekolah khusus yang kebanyakan siswa berasal dari keluarga imigran dengan beragam masalah. Keduanya terpaksa terlibat dalam pencurian, narkoba dan bahkan terpaksa ‘melacurkan diri’. Perhatian lebih dari pendamping atau pun guru baru tak bisa menghindarkan kakak beradik ini dari tragedi.

Rabu, 20 November 2013

Pukul 17.00 – 17.10 Bangku Untuk Remaja

Pukul 17.15 – 17.45 Aku Harus Sekolah

Pukul 17.50 – 18.05 Sop Buntut

Pukul 18.10 – 19.00 Diskusi

Pukul 19.00 – 19.30 Cheat Chat Bingo

Pukul 19.30 – 19.40 Ada Apa Dengan Kitorang Pu Sekolah

Pukul 19.40 – 20.10 Teladan Totem Pro Parte

Kamis, 21 November 2013

Pukul 17.00 –  18.40 Klassenkampf

Pukul 18.45 – 19.30 Diskusi

Pukul 19.30 – 21.00 Ghetto Kids

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s