Sinema Bentara PUTAR FILM ANAK DAN REMAJA

Rabu – Kamis, 30 – 31 Oktober 2013, pukul 17.00 WITA – selesai

Sinema Bentara_Totoro

Setelah menggelar Festival Film Internasional Bentara Budaya Bali 2013 bertemakan ‘Kebangsaaan’ dalam bingkai cerita ‘Ibu dan Anak’, kali ini program Sinema Bentara kembali menghadirkan film-film tentang anak-anak dan remaja.

Film anak Ratatouille (2007) misalnya, berhasil memperoleh predikat “Film Cerita Animasi Terbaik 2007” dari Academy Award of Motion Picture of Arts and Sciences di Amerika Serikat. Film produksi Pixar Studio itu bukan saja menampilkan karya artistik visual yang luar biasa, tetapi juga dinilai mampu menginspirasi anak-anak (maupun dewasa) untuk mengeksplorasi pengetahuan mengenai makanan dan cara memasaknya yang baik.

Kisah persahabatan dan kesetiakawanan dapat dilihat dalam film 5 Elang (2011),  juga ajakan mengenal kehidupan suku yang tinggal di laut lewat film The Mirror Never Lies (2011). Film terakhir ini merupakan film cerita pertama di Indonesia yang menyuguhkan kehidupan anak suku Bajo di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, sang sutradara, Kamila Andini, baru-baru ini juga meraih penghargaan Best Director dalam The 12th China International Children’s Film Festival. Sedangkan film Cita-Citaku Setinggi Tanah (2012) menyajikan hal sederhana yang biasa dimiliki anak-anak yaitu cita-cita dan upaya keras untuk mencapainya.

Beberapa film yang diputar antara lain :

      1.  Cita-Citaku Setinggi Tanah (Eugene Panji, 2012, 78 menit)

Film berkisah tentang 4 anak SD yang bersahabat. Mereka harus mengerjakan tugas sekolah membuat karangan tentang cita-cita mereka. Ada yang ingin menjadi aktor, tentara dan ada yang bercita-cita sekedar ingin membahagiakan orang lain. Agus, salah satu di antara mereka, memiliki cita-cita bisa makan di restoran Padang. Cita-cita ini muncul karena setiap hari ia selalu disuguhi tahu bacem masakan ibunya. Meskipun teman-temannya mengejek cita-citanya sebagai yang paling aneh, Agus berusaha keras mewujudkannya. Untuk bisa mewujudkan cita-cita itu, Agus menabung serupiah demi serupiah bahkan bekerja sebagai pengantar tahu dan ayam potong ke restoran Padang. Dalam proses mewujudkan keinginannya itu, Agus akhirnya mengetahui bahwa cita-cita dirinya sesungguhnya adalah menjadi penyanyi.

    2.  5 Elang (Rudy Soedjarwo, 2011, 88 menit)          

Narasi film berkisah tentang petualangan 5 anak dalam ajang perkemahan kegiatan Pramuka. Salah seorang anak, Baron sebenarnya lebih suka menutup diri dan asyik bermain mobil RC. Tetapi pada akhirnya ia harus bergabung dalam Pramuka. Dalam salah satu permainan selama perkemahan, mereka harus menjelajahi hutan lebat dan bertemu komplotan penebang hutan liar pimpinan Arip Jagau. Situasi semakin menegangkan ketika dua sahabat mereka diculik oleh kelompok Jagau. Baron, Aldi dan Sindai yang semula ingin kabur dari perkemahan memutuskan kembali untuk menolong sahabat mereka.

 

    3. The Mirror Never Lies (Kamila Andini, 2011, 100 menit)

Panorama indah laut kepulauan Wakatobi menjadi latarbelakang cerita ini. Pakis, seorang gadis suku Bajo, berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di laut. Pakis melakukan ritual suku Bajo dimana mereka percaya melalui cermin bisa melihat bayangan orang yang dicari. Harapan Pakis dihancurkan oleh ibunya yang menutupi kejadian sebenarnya. Bersama sahabatnya Pakis terus mencari di laut Wakatobi.

     4.  My Neighbour Totoro (Hayao Miyazaki, 1988, 88 menit)

Film animasi produksi studio Ghibli dari Jepang ini berkisah tentang keluarga seorang professor, Tatsuo Kusukabe dan dua anak perempuannya, Satsuki dan Mei. Mereka pindah ke rumah tua di desa agar lebih dekat ke rumah sakit tempat ibu mereka dirawat. Di tempat baru tersebut keduanya melihat dan bertemu dengan mahluk seperti kucing besar, Totoro. Mahluk ini sebenarnya semacam spirit/roh yang hanya bisa dilihat oleh anak-anak. Pengalaman Satsuki dan Mei bertemu Totoro membuat mereka senang. Mereka mulai berkebun dan pada suatu malam mereka terbangun, menyaksikan tanaman mereka tumbuh menjadi pohon besar. Totoro muncul dan melakukan semacam tarian indah di atas pohon besar tersebut. Totoro mengajak Satsuki dan Mei terbang bersamanya. Rencana mereka untuk menjenguk sang ibu harus tertunda karena sakit ibunya yang semakin parah. Satsuki marah dan berteriak ke Mei. Mei sedih dan memutuskan pergi ke rumah sakit sendirian untuk memberikan jagung segar kepada ibunya. Bagaiamana yang terjadi, dan akhir kisah ini? Simak dan sikan langsung.

       5.  Ratatouille (Brad Bird, 2007, 111 menit)

Remy adalah seekor tikus yang bisa merasakan secara detil rasa makanan. Ia juga memiliki cita rasa masakan yang tinggi sesuai dengan cita rasa chef idolanya yang baru saja meninggal yaitu chef Gusteau. Remy bermimpi bisa menjadi ahli masak hebat. Ketika keluarga tikusnya terusir dari rumah di mana mereka selama ini tinggal, Remy terpisah dari keluarganya dan terdampar di Paris, di dapur restoran Gusteau. Di dapur restoran itu, terlihat kesibukan para chef. Linguini adalah calon pegawai bagian bersih-bersih. Tanpa sengaja ia menumpahkan sup yang sudah siap dihidangkan. Linguini pun berusaha untuk membuatnya lagi supaya tidak dipecat. Remy menyaksikan dari jauh dan tahu bahwa sup itu pasti tidak enak. Secara diam-diam Remy memasukkan bahan-bahan masakan yang membuat sup itu terasa enak. Semua orang mengira sup itu buatan Linguini sehingga tak jadi dipecat. Remy mengetahui bahwa ia bisa mengontrol langkah laku Linguini dengan menarik helai-helai rambutnya dan bersembunyi di balik topi koki di atas kepala Linguini. Remy dan Linguini pun mulai berupaya membuat makanan yang enak dan berjibaku menghindar agar aksi mereka tidak diketahui Skinner, kepala koki dan pemilik restoran Gusteau.

     6.  Les Choristes/The Chorus (Christophe Barratier, 2004, 96 menit)

Film ini berkisah tentang pergulatan seorang guru musik Clement Mathieu mendidik murid-muridnya di sebuah sekolah tempat anak-anak “nakal” belajar. Di samping menghadapi murid-murid yang “nakal”, Mathieu juga harus menghadapi sistem belajar yang mengutamakan kekerasan sebagai cara untuk mendidik. Dengan pendekatan musiknya, Mathieu perlahan-lahan mengubah sistem belajar di sekolah itu. Namun, ia pun harus berhadapan dengan kepala sekolah yang tak mau berubah.

Jadwal Pemutaran :

Rabu, 30 Oktober 2013

Pukul 17.00 Wita         Cita-Citaku Setinggi Tanah

Pukul 18.30 Wita         5 Elang

Pukul 20.00 Wita         The Mirror Never Lies

Kamis, 31 Oktober 2013

Pukul 17.00 Wita         My Neighbour Totoro

Pukul 18.30 Wita         Ratatouille

Pukul 20.30 Wita         The Chorus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s