Obituari LIUK GERAK TERAKHIR NYOMAN SURA

Obituari
LIUK GERAK TERAKHIR NYOMAN SURA
Rabu, 18 September 2013, pukul 18.30 WITA – selesai

nyoman sura di BBB_pagelaran svara semestaSalah satu maestro koreografi tari penuh prestasi asal Bali, Nyoman Sura (37), telah berpulang pada Jumat, 9 Agustus 2013. Karya-karyanya terbilang gemilang, menuai apresiasi hingga ke mancanegara dan tampil dalam berbagai festival kebudayaan di dalam maupun luar negeri. Bentara Budaya Bali secara khusus menghadirkan obituari bagi sosok kaya talenta ini, sebagai upaya memaknai kiprah dan capaian bekeseniannya selama ini. Acara yang bertepatan dengan 40 hari kepergiannya ini akan dipadukan dengan pemutaran video, dokumentasi foto serta juga diskusi bersama seniman, budayawan serta para sahabat yang berkarib erat dengan dirinya.

Nyoman Sura, lahir di Kesiman, 10 April 1976. Sepanjang tahun 1995-2000, Sura memenangkan The Best Choreography dalam Lomba Karya Cipta Gerak (LCKG) Se Jawa-Bali. Ajang Indonesian Dance Festival (IDF) 2004 di Taman Ismail Marzuki Jakarta, menjadi gerbang yang membukakan mata publik untuk melirik penari berkulit hitam satu ini. Selain itu ia juga pernah membawakan tari untuk pembukaan pameran Matahari di Nepal yang memamerkan lukisan Wayan Sujana Suklu, atau juga Oka Rusmini yang memintanya menari dengan iringan puisi Oka Rusmini pada Pesta Sastra Internasional. Dengan ketrampilannya mengolah gerak pula yang mengundang Garin Nugroho, Sutradara Film, untuk menyertakannya bersanding dengan Miroto, Retno Maruti dalam film Opera Jawa. Sejumlah penari yang pernah berkolaborasi dengannya antara lain Marcia Hydee, penari balet asal Jerman dalam Rama-Sinta (2000), Gary Molking dari California dalam Guest Global Healing Conference, Japanese Dancer dalam International Umbul-umbul Festival, berpartisipasi di Singapore Art Festival bersama Arti Foundation mempersembahkan Ritus Legong yang dikoreografi sendiri olehnya (2001), tampil pada acara Indonesian Dance Festival (2004).
Nyoman Sura kerap kali dalam acara-acara internasional, seperti di Washington, New York dan California (USA) untuk adaptasi film Opera Jawa karya sutradara Garin Nugroho. Berkolaborasi dengan Robert Brown, maestro biola dari Jerman, tampil di Adelaide, Australia. Tahun 2011, tampil di Solo International Performing Art (SIPA) dan Jogja International Performing Art (JIPA). Pada pertengahan Mei 2013 lalu, ia sempat menghadiri festival kesenian di Belanda. Karya-karya tari Nyoman Sura antara lain Manusia dan Koper, Bulan Mati, Waktu Itu, Sembah Sang Dewi, Swandewi, Lakuku, Lenda-Lendi, Kuak, Cak Sunda Upasuda bersama Wayan Dibia, Ritus Legong, Tajen, Dua-1, Daku, dll.

Sebelumnya, Bentara Budaya Bali juga menggelar Obituari bagi penyair Wayan Arthawa, pelukis Wahyoe Wijaya dan kurator seni rupa Thomas Freitag.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s