Diskusi Seni Rupa ART MAKING: POTENSI SERTA TANTANGAN SENI RUPA BALI KINI

Diskusi Seni Rupa
ART MAKING: POTENSI SERTA TANTANGAN SENI RUPA BALI KINI
Senin, 30 September 2013, pukul 18.30 WITA – selesai

Serangkaian event perdana pameran seni rupa Bali Art Fair (BAF) 2013 yang mengusung judul BALI ON THE MOVE, Bali Art Society (BAS) menggelar Diskusi Seni Rupa yang menyoal hal yang mendasar tentang pembuatan karya seni rupa (art making). Sebagai pembicara adalah Wayan Seriyoga Parta (kurator/penulis seni), Arif Bagus Prasetyo (kurator Bali Art Fair 2013), Wayan Sunarta (kurator Bali Art Fair 2013), Wayan Adimawan (peneliti Katarupa Institute).

Keempatnya akan membincangkan perihal posisi seni rupa Bali kini di era global. Perupa Bali dikenal mumpuni dalam hal keahlian dan kerajinan (craftsmanship) membuat karya seni rupa. Pengetahuan art making yang telah dipraktekan para seniman dari masa ke masa, melahirkan keanekaragaman gagasan dan bentuk pencapaian Seni Rupa Bali seperti dalam lukisan gaya Batuan, gaya Kamasan, gaya Ubud, gaya Sanur, gaya Pengosekan, dan penerusnya.

Khazanah Seni Rupa Bali, sedari pra-modern hingga seni rupa kontemporer (contemporary art), menunjukkan bahwa Seni Rupa Bali bergerak, berkembang secara luas dan berkesinambungan. Potensi pembuatan karya seni (art making) ini menyadarkan kita betapa Bali mempunyai potensi baik dari sudut demografi seniman dan geo-budaya, serta memungkinkan menjadi ruang tumbuhkembangnya seni rupa global.

Bali juga tidak luput oleh aneka bentuk pembaruan, termasuk dalam bidang seni rupa di mana arus kontemporer kian berpengaruh dalam penciptaan para kreator pulau ini. Hal ini membawa perkembangan bagi wujud kreasi seniman, namun juga bereksplorasi dengan medium-medium baru untuk memunculkan gagasan segar atau atas dasar kepraktisan belaka.

Lalu bagaimanakah kalangan seni rupa (art scene) melihat dan memaknai perubahan yang dibawa globalisasi yang datang ke Bali kian deras sekarang ini? Bagaimana sikap kalangan seni rupa memandang Seni Rupa Bali yang telah mempunyai sejarah dan tradisi yang panjang itu ketika terkait dengan seni rupa kontemporer (contemporary art) dan seni rupa global (global art). Bagaimanakan posisi Seni Rupa Bali dalam percaturan nasional, regional dan global art ? Apakah peluang dan tantangan Seni Rupa Bali sekarang ini?

Persoalan di atas akan dikupas dalam gelaran Diskusi Seni Rupa yang akan melibatkan kalangan seni rupa (art secene) di Bali: perupa, penulis seni, art dealer, art management, jurnalis seni dan pemangku kebijakan (stakeholder) kebudayaan.

Arif Bagus PrasetyoArif Bagus Prasetyo, lahir di Madiun, 1971. Penulis, kurator seni rupa dan penerjemah. Alumnus International Writing Program, University of Iowa, Amerika Serikat. Ia meraih berbagai penghargaan, antara lain: Pemenang II Kritik Seni Rupa 2005, Dewan Kesenian Jakarta, Pemenang I Kritik Sastra 2007, Dewan Kesenian Jakarta, Anugerah “Widya Pataka” 2009 Pemerintah Provinsi Bali, serta Anugerah Puisi CSH 2009.

Wayan YogapartaWayan Seriyoga Parta, memulai karir seni rupanya sebagai Program Manajer Art Space dan Pusat Dokumentasi Klinik Seni Taxu tahun 2004-2005, Yogaparta yang juga Ketua Redaksi Buletin Seni Rupa “Kitsch” ini aktif menulis ulasan seni rupa, dimuat di Majalah Visual Art, Majalah Arti, Majalah Seni Suardi, Harian Bali Post dan di beberapa Jurnal Seni. Aktif menjadi kurator pameran seni rupa diantaranya; Tim Kurator pameran Pra Bali Bienale 2005, Kurator Pameran REAL[I]TI, Juli 2009 di Vannesa Art Link Jakarta, Kurator Pameran Tunggal Dolorosa Sinaga, The Power of Shape Oktober 2009 di Kendra Gallery Seminyak Bali, Kurator Pameran Tunggal I Wayan Sujana Suklu Line-Talk, April-Mei 2010 di Art Sphere Jakarta. Selain kegiatan kurasi, penulis juga telah menulis buku Arie Smit a Living Legend, Penerbit Rudolf Studio Jakarta (2011), tengah menyusun buku pematung I Ketut Muja.

Wayan SunartaWayan Sunarta, lulusan Antropologi Budaya di Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Bali. Ini sempat kuliah seni rupa di ISI Denpasar. Menulis puisi sejak awal 1990-an, lalu merambah ke penulisan prosa liris, cerpen, feature, esai/artikel seni budaya, kritik/ulasan seni rupa, dan novel. Tulisan-tulisannya dimuat di media massa lokal dan nasional, di antaranya Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jawa Post, Republika, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Bali Post, The Jakarta Post, Lampung Post, Nova, Jurnal Nasional, Jurnal Kebudayaan Kalam, Majalah Sastra Horison, Majalah Gong, Majalah Visual Art, Majalah Arti, Majalah Warisan Indonesia. Buku kumpulan cerpennya yang telah terbit adalah Cakra Punarbhawa (Gramedia, 2005), Purnama di Atas Pura (Grasindo, 2005), Perempuan yang Mengawini Keris (Jalasutra, Oktober 2011). Sedangkan buku kumpulan puisinya adalah Pada Lingkar Puting
mu (Bukupop, 2005), Impian Usai (Kubu Sastra, 2007), Malam Cinta (Bukupop, 2007), dan Pekarangan Tubuhku (Bejana, 2010). Sejak Juli 2006 hingga Juli 2011, dia bekerja sebagai Manager Program Seni dan Budaya Yayasan Metropoli Indonesia di Desa Ababi, Karangasem, Bali. Kini, dia menetap di Denpasar sebagai penulis freelance.
Wayan AdimawanI Wayan Adimawan, SH, lahir di desa Asahduren, 23 Juni 1983, Jembrana-Bali. Akrab dipanggil Tang Adimawan, mengenyam pendidikan seni rupa, jurusan seni lukis tradisional di SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) yang kini berubah menjadi SMK Negeri 1 Sukawati-Gianyar. Kemudian melanjutkan ke bangku kuliah di ISI Denpasar jurusan Seni Rupa, angkatan 2002 dan sempat menjadi Ketua Senat Mahasiswa ISI Denpasar, namun tidak selesai kuliahnya di ISI Denpasar. Kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Warmadewa hingga tamat. Kini sedang menempuh kuliah di program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Warmadewa dengan ilmu konsentrasi hukum investasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s