Workshop Menulis Lontar AKSARA BALI DALAM PERSPEKTIF WAKTU

Minggu, 14 Juli 2013,

Dr. I Ketut SumadiAksara Bali memiliki fungsi dan makna yang sangat penting dalam kehidupan kultural masyarakat Bali. Tidak hanya sarana komunikasi sehari-hari dalam konteks bahasa ibu, tetapi juga dalam tatanan sosial, budaya, dan kehidupan religius.

Bentara Budaya Bali bekerjasama dengan Yayasan Tri Hita Karana Bali, Yayasan Sari Kahyangan, SMA PGRI 6 Denpasar, dan Komunitas Pengkajian Agama, Budaya, dan Pariwisata menggelar Workshop Menulis Lontar bertajuk ‘Aksara Bali Dalam Perspektif Waktu’. Sebagai narasumber adalah I Made Arista, S.Ag dan Dr. Ketut Sumadi, M.Par.

I Made Arista, S.Ag, lebih dikenal dengan nama Jero Mangku Alit Bangah, sejak usia dini telah bergelut dengan upaya mengembangkan apresiasi terhadap aksara Bali. Kini, di tengah kesibukannya menyelesaikan tesis S2 Ilmu Agama di Unhi (Universitas Hindu) Denpasar, ia tekun melakukan aktivitas melestarikan dan mendokumentasikan lontar-lontar yang semua ditulis dalam aksara Bali. Ia juga mengajari anak-anak di desanya, Pacung Baturiti, berlatih menyurat aksara Bali di atas daun lontar. Bersama para pengelola objek wisata Danau Beratan, Mangku Alit Bangah sedang merintis pendirian perpustakaan umum di objek wisata Danau Beratan, sekaligus merintis perpustakaan pribadi di rumahnya. Kali ini, dia akan mengupas eksistensi aksara Bali dalam kebudayaan Bali dulu, kini dan masa depan.

Dr. Ketut Sumadi, M.Par, Dosen IHDN Denpasar, sedini remaja senang menulis puisi, cerpen, esai sastra di Mingguan “Bali Post”. Sejak tahun 1980 dan sampai kini tetap menjadi wartawan, kontributor Bali Travel Newspaper. Tahun 2003 ia menyelesaikan pendidikan Magister (S2) Bidang Kajian Pariwisata Budaya di Universitas Udayana Denpasar. Tahun 2010 meraih gelar doktor dalam Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana. Ia sekaligus terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana Periode 2004 – 2008. Beberapa bukunya yang sudah terbit, “Menimba Mata Air Keabadian Pahlawan Bangsa”, “Tuhan Di Sarang Narkoba, Weda Di Ruang Tamu”, “Bali Island Of God”, “Desa Adat Kuta dan Pariwisata Budaya”. Ia juga anggota tim Assesor Tri Hita Karana Award and Acreditation, Ketua Redaksi Pangkaja, Jurnal Ilmiah Pascasarjana IHDN Denpasar, Ketua Redaksi Vidya Duta, jurnal Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar, dan Ketua Redaksi Hitangkarah, jurnal terbitan Yayasan Sari Kahyangan bekerjasama dengan Komunitas Pengkajian Agama, Budaya, dan Pariwisata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s