Pentas Monolog Didon Kajeng ‘MENGGAMBAR AYAH’ Adaptasi cerpen AS Laksana

Minggu, 21 Juli 2013

Didon Kajeng Baca PuisiSebuah lakon monolog berjudul ‘Menggambar Ayah’, adaptasi dari cerpen AS Laksana akan dimainkan aktor Didon Kajeng yang sekaligus bertindak sebagai sutradara, didukung tim produksi dari Komunitas TIS; tata lampu Rio Simatupang, tata artistik Yoga Fitrana, adapun stage manager adalah Julius de Matta.

Didon Kajeng, pelakon terbaik dalam festival monolog nasional di Solo tahun lalu. Aktor teater ini pertama kali terjun ke sastra dan teater sejak pertemuannya dengan ibu Dhenok Kristianti, penyair dan sastrawan yang juga merupakan guru Bahasa Indonesianya saat duduk di bangku SMP. Didon yang kala itu masih kelas satu SMP diajak mengikuti lomba Sastra Lisan Pekan Seni Remaja Denpasar dan berhasil meraih juara dua untuk tingkat umum tahun 1988. Sejak saat itu Didon Kajeng kerap menjuarai berbagai lomba baca puisi, mendongeng, dan berpidato baik tingkat propinsi dan nasional. Mulai tahun 2008 Didon Kajeng kembali aktif dalam dunia teater terutama pentas monolog, dimulai dengan menjadi juara pertama lomba monolog KDRT yang diadakan Himpunan Wanita Penulis Indonesia Bali dalam rangka Pesta Kesenian Bali. Kala itu Didon berkesempatan berkenalan dengan Abu Bakar, dramawan dan penggiat teater di Bali. Bersama Abu Bakar Didon mementaskan beberapa naskah monolog dan drama, di antaranya monolog ‘Adik Kecilku’ dan lakon ‘Malam Jahanam’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s