Diskusi & Putar Film BALI TEMPO DOELOE #2

Rabu, 31 Juli 2013

Bali Tempo Doeloe kali ini akan menampilkan seputar perkembangan seni tari di Bali. Semenjak awal abad ke-20, tari Bali dipandang sebagai warisan budaya yang terpujikan, bahkan juga menjadi ikonik dunia pariwisata. Muncul pada masa itu sederetan nama maestro seperti I Maria, Ni Reneng, Ni Polok, I Geruh, Oka Blangsinga serta seniman-seniman lain dari kawasan Ubud, Peliatan, maupun daerah lain di Bali yang mewarnai kreativitas seni tari.

Akan tetapi kini, di tengah pandangan bahwa seni tradisi merupakan warisan kebudayaan adiluhung dengan muatan nilai dan makna spiritual serta estetik yang tinggi, tari Bali justru berhadapan dengan segala kontradiksinya; sebagian terkomodifikasi menjadi hiburan yang bersifat artifisial dan bahkan cenderung mengesampingkan nilai-nilai luhur tersebut. Di satu pihak kita dapat menjumpai tari Sanghyang yang disakralkan, namun pada sisi lainnya kita menemukan satu jenis tari pergaulan joged yang kerap kali bersinggungan dengan nilai-nilai kesusilaan.

Hal apakah yang menyebabkan munculnya dua kondisi yang bertolak belakang ini? Sejauh mana pula upaya para seniman dalam menjembatani kreasi khas Bali, antara pakem-pakem tradisi dengan wujud estetis kemodernan, namun sekaligus tidak mengesampingkan muatan nilai ataupun capaian keindahan tari khas Bali yang telah dikenal selama sekian waktu tersebut? Bagaimana pula dengan pemilahan seni tari Bali sebagai Tari Wali, Tari Bebalian, dan Tari Balih-balihan?

Bentara Budaya Bali kembali memutar seri-seri dokumenter tentang Bali Tempo Doeloe secara berkelanjutan setiap bulannya. Agenda akan dipadukan dengan diskusi bersama para pengamat dan pemerhati budaya, yang akan memaknai perubahan kondisi Bali dari masa ke masa. Dialog tidak hanya mengetengahkan sisi eksotika dari Bali masa silam, melainkan juga menyoroti problematik yang menyertai pulau ini selama aneka kurun waktu, termasuk kemungkinan refleksinya bagi masa depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s