Dialog Seni Rupa Pertunjukan FORGOTTEN VOICES; THE SPICE ISLAND THAT CHANGED THE WORLD

Minggu, 14 Juli 2013

ron jenkisDialog kali ini akan memperbincangkan perkembangan terkini seni rupa pertunjukan dan seni instalasi, merujuk pada upaya perupa Made Wianta yang akan menggelar seni instalasi berskala internasional. Seniman kelahiran Apuan Tabanan, Bali, beberapa tahun terakhir ini melakukan kajian serta penelitian terkait keberadaan Pulau Rhun dan Pulau Manhattan, di mana keduanya terjalin dalam proses sejarah yang panjang, era kolonialisasi Belanda di Nusantara. Pulau Rhun di wilayah Maluku, pada paruh abad 17-an itu, telah dikenal luas oleh dunia Barat sebagai penghasil rempah-rempah. Sebegitu pentingnya Pulau itu sampai-sampai kemudian terjadi “tukar guling” dengan pulau Manhattan (New York) di Amerika Serikat yang melibatkan pihak kolonial Belanda dan Inggris.
Mengambil tajuk, “ Forgotten Voices: The Spice Island That Changed The World”, Dr. Ronald S. Jenkins, akan menguraikan proses berkarya yang telah dan tengah digeluti Made Wianta, seraya membandingkannya dengan fenomena seni serupa yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Dr. Ronald S. Jenkins, penulis dan sutradara teater, juga pengajar teater di Wesleyan University. Ron Jenkins juga mempelajari teater dan visual art di Indonesia serta melakukan riset teater tradisi di Bali (1976-1977). Beberapa tulisannya telah dibukukan antara lain ; “Ruabineda in Bali: Counterfeit Justice in the Trial of Nyoman Gunarsa” (Jogja, 2010), “The Invisible Mirror: Balinese Literature in Performance” (Denpasar, 2008), “Essays on Comic Traditions in Italy, Japan, Bali, Lithuania, and South Africa, Acrobats of the Soul” (Theater Communications Group, New York, 1988), “Historical Memory as Theatrical Montage” in Body of State (FDU Press,Teaneck, 2011), “Sacred Laughter in Bali” Theater-Ritual-Religion(LitVerlag, Muenster, Germany, 2004), Invisible Training in Balinese Performance (with Nyoman Catra) in Performer Trainin, “Asian Masks” in International Dance Encyclopedia (Oxford Univ. Press, 1998), “Clown, Politica, e Miracoli” in Dario Fo: Fabulazzo (Kaos, Milano, 1992), dll. Ia juga aktif menulis artikel-artikel lepas antara lain ; “Heaven of the Senses” (Jakarta Post, Indonesia 2012), “Prison Theater: Dreams & Transformation in Milan”(Teatri Delle Diversita, Italy, 2011), “Living in the Landscape of a Balinese Painting” (Jakarta Post, Indonesia, 2011), “Subversive Laughter in Indonesia” (Superconsciousness, 2009), “ “Men are the Real Dolls in this House of Ibsen” (New York Times, 2003), dll. Biografi selengkapnya dapat diunduh di situs http://www.bentarabudayabali.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s