Pemutaran Film Dokumenter BALI TEMPO DOELOE#1

Minggu, 16 Juni 2013, Pukul 18.30 Wita – selesai

 

Berbagai perubahan melanda Bali, lebih-lebih sejak industri pariwisata digencarkan dan

menyentuh lapis demi lapis tatanan kehidupan masyarakat pulau ini. Aneka esai, catatan

perjalanan dan kajian sosial-budaya menyebutkan bahwa Bali juga mengalami sisi paradoksnya

sendiri: sebagai pulau dewata (island of Gods) atau pulau surga terakhir (the last paradise), dan

sebaliknya, pulau gelap (island of dark) juga surga yang hilang (the lost paradise).

Bagaimanakah rupa wajah Bali pada sekian masa lalu, ketika pariwisata belum merasuki Bali

sederas belakangan ini? Seperti apa pula keadaan masyarakat Bali di awal abad ke-20, ketika

masyarakat pulau ini masih hidup dalam nuansa pergaulan sosialnya yang belum bersentuhan

dengan kehidupan modern Barat? Bentara Budaya Bali akan memutar seri-seri dokumenter

tentang Bali Tempo Doeloe secara berkelanjutan setiap bulannya. Agenda akan dipadukan

dengan diskusi bersama para pengamat dan pemerhati budaya, yang akan memaknai perubahan

kondisi Bali dari masa ke masa. Dialog tidak hanya mengetengahkan sisi eksotika dari Bali masa

silam, melainkan juga menyoroti problematik yang menyertai pulau ini selama aneka kurun

waktu, termasuk kemungkinan refleksinya bagi masa depan.

Kali ini akan diputar film dokumenter dari Margaret Mead (1901-1978), antropolog asal

Amerika yang selama beberapa tahun melakukan riset di Bali. Selama 1936-1939, ia bersama

suaminya yang juga antropolog, Gregory Bateson, kerap kali mendokumentasikan kebudayaan

Bali dalam wujud visual film dokumenter yang sebagian besar telah dijadikan rujukan dalam

studi-studi antropologi tentang Bali. Film yang akan diputar adalah mengenai pola asuh anak

dalam keluarga-keluarga di Bali, yang ditengarai berpengaruh signifikan bagi pola interaksi

sosial dan kultural pulau ini.

Margaret Mead lahir di Philadelphia, Amerika Serikat pada 16 Desember 1901. Ia pernah

menjadi kurator etnologi di Museum of Natural History, New York (1946-1969). Selain

mengajar di berbagai universitas, ia juga melakukan penelitian di berbagai kawasan, seperti

Polinesia, Samoa, New Guinea dan sebagainya. Di Bali, ia meneliti tentang fenomena trans pada

ritual tradisi, pola pengasuhan anak, dan sebagainya, di samping juga menulis berbagai catatan

antropologis, ditambah dengan hampir 8000 hasil foto dan lebih dari 10.000 klip kamera.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s