Talkshow Budaya “PERAN PEMUDA DALAM TRANSFORMASI BUDAYA INDONESIA”

Sabtu, 8 Desember 2012, pukul 19.00 Wita

 

Kebudayaan nasional Indonfoto dewa palguna 1esia adalah suatu proses yang terus menjadi dan senantiasa berubah seiring perkembangan zaman. Kebudayaan nasional yang terdiri dari berbagai kultur daerah yang pada dasarnya memiliki kesamaan-kesamaan tertentu, bertemu dengan nilai-nilai budaya modern semisal multikulturalisme dan demokrasi sehingga mengalami pergeseran, dinamika, dan juga ketegangan.

 

Meski demikian, transformasi budaya di Indonesia selama ini cenderung berjalan tanpa adanya kontrol atau perencanaan yang terarah dan terukur. Akibatnya, proses tersebut mengalami sekian hambatan dan tegangan yang memicu paradoks serta alienasi kultural dalam diri manusia Indonesia. Mencermati realita ini, kontribusi apa yang dapat dilakukan oleh para pemuda untuk mengawal transformasi budaya yang telah dan tengah terjadi? Komitmen kebudayaan dan langkah strategis macam apa yang harus dijalankan generasi muda untuk dapat mendukunSg upaya demokratisasi sehingga dapat memupuk persatuan bangsa dan mampu bersaing di ranah global?

 

Bentara Budaya Bali bekerjasama dengan BEM PM Universitas Udayana menyelenggarakan Talkshow Budaya yang mencoba mengulas hal di atas secara mendalam. Kegiatan yang merupakan rangkaian terakhir dari Konferensi Budaya Nasional 2012 dengan peserta mahasiswa se-Indonesia ini menghadirkan dua pembicara, yakni Yenny Wahid dan I Dewa Gede Palguna. Serangkaian itu diadakan pula  talkshow menampilkan budayawan Radhar Panca Dahana dan Romo Mudji Sutrisno.

 

Kegiatan ini juga akan diisi acara Sinema Bentara “Pemutaran Film Bertema Pendidikan dan Guru”, dengan sutradara peraih Oscar dan Academy Award, antara lain Peter Weir dan  Richard LaGravenese, yang diselenggarakan di Balai Diklat Provinsi Bali pada tanggal 7 Desember 2012, pukul 19.00 Wita. Acara ini juga akan dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber terpilih.

 

Yenny Wahid yang bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, lahir di JombangJawa Timur29 Oktober 1974. Aktivis Islam dan politisi Indonesia ini adalah lulusan Master dari Harvard University. Sempat menjadi reporter di Timor-Timur dan Aceh, sebagai koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) antara tahun 1997 dan 1999. Liputannya mengenai Timor Timur pasca referendum mendapatkan anugrah Walkley Award. Yenny Wahid menjabat Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik pada era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hingga kini aktif sebagai Direktur Eksekutif Wahid Institute, sebuah lembaga kajian Islam dan kebudayaan.

 

I Dewa Gede Palguna, kelahiran Bangli, 24 Desember 1961, merupakan Hakim Mahkamah Konstitusi Ri termuda, menjabat pada periode 2003-2008. Dosen hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Udayana yang juga pendiri Arti Foundation ini sangat aktif ketika membahas amandemen UUD 1945 di Panitia Ad Hoc I badan Pekerja MPR. Anggota Tim Penulisan Buku Ajar Hukum Humaniteir Internasional, kerjasama ICRC dengan Pusat Studi Hukum Humaniteir FH Universitas Trisakti dan Pengajar Hukum Humaniteir se-Indonesia (1999), Anggota Panwas Pemilu Daerah Tk.I Bali (1999), Anggota MPR Utusan Daerah Bali (1999-2004). Menulis berbagai buku perihal hukum dan budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s