Workshop Fotografi On The Spot MENELISIK BALI DARI LUBANG JARUM

Minggu, 25 November 2012 pukul 08.30 Wita

 

Bentara Budaya Bali  bersama Gramedia Printing Bali, Udayana Scientific Club (USC) Universitas Udayana, Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) dan Komunitas Semut Ireng, serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Udayana menggelar workshop dasar-dasar fotografi on the spot dan fotografi kreatif kamera lubang jarum. Kegiatan ini serangkaian acara Kompas Gramedia Fiesta 2012, diselenggarakan di Lapangan Niti Mandala Renon, menghadirkan fotografer Bali Dr. Ida Bagus Andi Sucirta, ketua Perhimpunan Fotografer Bali yang memiliki reputasi nasional dan internasional, serta penggiat fotografi kamera lubang jarum dari Komunitas Semut Ireng, Novi Tri M ‘Gogon’.

 

Workshop fotografi on the spot ini secara khusus hendak mengurai teknik-teknik kamera dan pengambilan gambar dengan objek sisi-sisi dan nilai kehidupan masyarakat Bali, termasuk  melalui fotografi kamera lubang jarum (KLJ). KLJ adalah kamera yang dapat dibuat dari kaleng atau dus yang dilubangi sebatang jarum. Fotografi ini memanfaatkan lubang kecil untuk menggantikan fungsi lensa, di mana cahaya melewati lubang yang kemudian membentuk suatu citra dalam kamera. KLJ merupakan kamera pertama yang digunakan dalam dunia fotografi, dulu dikenal dengan nama camera obscura yang kemudian disebut pinhole camera. Fotografi dengan KLJ menekankan pentingnya detil dan proses, tinimbang berorientasi pada hasil karya semata.

 

Dr. Ida Bagus Putu Andi Sucirta lahir tahun 1976 merupakan fotografer peraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, antara lain Best Asian Photografer of The Year 2006 oleh Federation of Asian Photografic Art di Taiwan, Documentary Awards Winners, Human Photography Awards 2009 & 2011 oleh UNESCO di China, Adam Malik Awards, Best Overall Garuda Indonesia Photo Competition 2011 dan lain-lain. Selain sebagai dokter, saat ini Andi menjadi Ketua Perhimpunan Fotografer Bali.

 

Komunitas Semut Ireng adalah komunitas fotografi non profit yang berdiri pada 9 Oktober 2009. Kelompok ini mencoba mewarnai dunia fotografi dengan aktif mengadakan workshop dan pameran foto di Bali dan kota lainnya di Indonesia, termasuk memperkenalkan kembali seni fotografi dengan teknik kamera lubang jarum. Selain KLJ, Semut Ireng juga berupaya mengeksplorasi fotografi alternatif lainnya, seperti foto eksperimentasi, lumen, scanografi, fotogram, dokumenter dan lain-lain.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s