IBU DALAM FILM, SENI RUPA DAN SASTRA

Minggu, 19 Februari 2012, pukul 19.00 Wita-selesai

Sebagai upaya mengelaborasi sosok Ibu sebagai sumber ilham penciptaan, Teater Sastra Welang bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali menyelenggarakan serangkaian acara apresiasi seni. Selain menampilkan pertunjukan teater dari Kelompok Autentik Denpasar, Teater Saet, Teater Orok, dan Teater Merah, akan digelar pula nomor-nomor dramatisasi dan musikalisasi serta pembacaan karya sastra yang masing-masing dipentaskan Dadi Reza Pujiadi, Yoga Fitrana Cahyadi dan Irwan Bajang, Ayu Winastri, Didon Kajeng, serta lainnya. Secara khusus, novelis yang juga penyair dan cerpenis, Oka Rusmini, akan memperbincangkan kehadiran figur Ibu sebagai tema utama yang mewarnai bidang-bidang seni seperti film, seni rupa, musik, tak terkecuali sastra.

Tema Ibu dalam berbagai variasi dan sudut pandangnya, terbukti tak kunjung surut dieksplorasi. Dari karya Ibunda ciptaan Maxim Gorky, sosok Madame Bovary karya Gustave Flaubert, atau Nyai Ontosoroh dalam Tetralogi Buru karya Pramoedya, hingga Ibunda dalam puisi Rendra dan Zawawi Imron. Di bidang film, layak dicatat garapan Teguh Karya bertajuk Ibunda, juga figur Ibu dalam Pengemis dan Tukang Becak karya Wim Umboh. Demikian pula halnya dalam seni rupa, sosok Ibu dan juga figur perempuan hadir menginspirasi hampir semua maestro Indonesia, seperti Affandi, Sudjojono, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, dan lain-lain. Sedangkan dalam karya-karya klasik, dapat disimak buah cipta dari Gusti Nyoman Lempad, Kobot, Ida Bagus Made Poleng, dan sebagainya. Acara ini diwujudkan sebagai respon kreatif atas terbitnya buku antologi puisi bertema Ibu, Karena Aku Tak Lahir dari Batu, merangkum 100 puisi dari para penyair Indonesia.

Oka Rusmini menulis puisi, novel dan cerita pendek. Meraih penghargaan “Penerima Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003” dari Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. Sering diundang dalam berbagai forum sastra nasional dan internasional, di antaranya Festival Sastra Winternachten di Den Haag dan Amsterdam, Belanda, sekaligus hadir sebagai penulis tamu di Universitas Hamburg, Jerman (2003), dan Singapura (2011). Bukunya yang telah terbit: Monolog Pohon (1997), Tarian Bumi (2000), Sagra (2001), Kenanga (2003), Patiwangi (2003), Warna Kita (2007), Erdentanz (novel Tarian Bumi edisi bahasa Jerman, 2007), Pandora (2008), Tempurung (2010) dan Earth Dance (novel Tarian Bumi edisi Inggris, 2011).

One response to “IBU DALAM FILM, SENI RUPA DAN SASTRA

  1. Saya bangga dengan prestasi yang dimiliki bunda Oka Rusmini, dan saya ingin sekali mengikuti jejak beliau yang sukses dalam seni sastra. 🙂 kalau punya alamat email bunda Oka, mohon email saya di dwisuriantini@gmail.com ya, saya ingin sharing dengan beliau mengenai sastra. trims 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s