Workshop dan Ekspresimentasi Tari Sanggar Lokananta

Selasa, 24 Januari 2011, pukul 15.30 Wita-selesai

Sanggar Lokananta bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali menggelar Workshop Tari Bali yang mencoba memperbincangkan keberadaan dan masa depan tarian-tarian tradisi Bali, termasuk upaya-upaya konservasi berikut pengembangannya dalam merespon perubahan zaman. Akan didialogkan pula program-program yang mencoba merekonstruksi tarian-tarian Bali klasik yang dianggap nyaris punah. Workshop ini menghadirkan pakar-pakar tari mumpuni yang juga kaum akademisi, pemerhati kesenian Bali antara lain ; I Kadek Suartaya, S.Sn.(dosen ISI Denpasar, kritikus seni tari, dan kandidat Doktor kajian Budaya Universitas Udayana), M.Si, Dr. Drs. I Wayan Suarjaya, M.Si (dosen IHDN Denpasar, mantan Dirjen Bimas Hindu dan Budha Kementerian Agama RI)dan Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par (dosen IHDN Denpasar, pemerhati dan penggiat seni budaya Bali).
Sanggar Lokananta juga akan mempresentasikan Ekspresimentasi Tari Penari Anak-Anak, dengan konsep koreografi yang menyatu dengan alam atau “ Back To Nature”. Sebentuk upaya untuk mengembalikan spirit Tari Bali Klasik, melalui anak-anak, pada hakekatnya yang selaras dengan alam. Diawali dengan “Tari Pendet”, sebuah tari penyambutan yang biasa ditarikan oleh empat sampai delapan orang penari wanita, tetapi pada pementasan ini ditarikan oleh 40 orang penari wanita. Disusul “Tari Satya Bhrasta”, sebuah tarian kepahlawanan mengisahkan Raden Gatut Kaca melawan Adipati Karna di Tegal Kuru Ksetra dalam cerita Bharata Yudha. Garapan yang diciptakan oleh I Nyoman Cerita pada tahun 1989 dipentaskan oleh anak-anak perempuan. Selanjutnya “Tari Garuda Wisnu”, tarian menggambarkan perjalanan Dewa Wisnu mencari Tirta Amerta dibantu oleh seekor burung Garuda yang setia. Garapan ini ditarikan oleh 3 orang penari putra dan 3 orang penari putri, diciptakan oleh I Nyoman Cerita pada tahun 1997. Terakhir, “Sendratari Ramayana” (ramayana ballet), yang bermula dari pengembaraan Rama , Sita dan Laksamana di tengah Hutan Dandaka, kemudian mendapat godaan kijang emas siluman Patih Marica. Sita kemudian dilarikan oleh Rahwana, yang memicu perang antara Rahwana dengan Rama dibantu oleh sepasukan kera sakti. Sendratari ini diciptakan oleh I Wayan Beratha pada tahun 1965.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s